<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623</id><updated>2012-02-07T10:05:52.233+07:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Resensi'/><category term='Opini'/><category term='My Story'/><category term='cerpen'/><category term='Berita'/><category term='Oretan'/><category term='Essai'/><category term='esai'/><title type='text'>Ruang Mimpi</title><subtitle type='html'>Aku hanya ingin menulis cerita dan semua yang aku rasakan saja, termasuk mimpiku.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>85</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-7602095111618396079</id><published>2012-01-08T00:31:00.001+07:00</published><updated>2012-01-08T00:31:57.224+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essai'/><title type='text'>BELAJAR MULTIKULTURALISME DI PESANTREN</title><content type='html'>Indonesia merupakan salah satu negera yang berpenduduk terbanyak di Asia Tenggara dan Asia. Dengan jumlah penduduk yang melebihi 200 juta jiwa, tentu saja tidak hanya satu budaya (Culture) yang ada di dalamnya, melainkan banyak sekali. Banyak suku, dan ras yang tinggal di wiliyah negera Indonesia, dari Sabang sampai Merauke dengan berbagai macam budaya yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;Karena itulah Presiden pertama Indonesia, Soekarno kemudian menjadikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara kita. Bhinneka Tunggal Ika mempunyai makna berbeda-beda tapi tetap satu adanya. Artinya, bahwa rakyat Indonesia terdiri dari berbagai ras, suku, budaya, dan agama, tetapi tetap berada salam satu nama yaitu Indonesia. Semboyan ini tidak lain merupakan salah satu ajakan Soekarno kepada rakyat Indonesia untuk menjunjung tinggi multikulturalisme di Indonesia.&lt;br /&gt;Kata multikulturalisme sendiri oleh Webster’s New World College Dictionary diartikan sebagai sistem nilai yang menerima kelompok lain secara sama sebagai satu kesatuan, tak peduli perbedaan budaya, gender, agama ataupun yang lain. Konsep ini tidak hanya mengakui perbedaan, tapi lebih memberikan penegasan bahwa segala perbedaan itu mempunyai kedudukan dan kesempatan yang sama (giving equel attention) di ruang publik.&lt;br /&gt;Istilah multikulturalisme di Indonesia muncul masih tidak terlalu lama sehingga kalangan pesantren yang tak pernah diajarkan kitab berbahasa Inggris masih kurang memahami apa maksud dan tujuan dari multikultralisme. Karena istilah ini merupakan perkembangan dari pemikiran post modernisme di Barat, yang disebut kalangan sosiolog Barat sebagai teori multikultural (Mary Rogers, Multikultural Experiences, Multicultural Theories, 1996). Teori ini bercirikan inklusif, memberdayakan pihak lemah (tidak bebas nilai), serta menggugah ranah sosial dan intelektual untuk lebih terbuka dan beragam.&lt;br /&gt;Kaitannya dengan pesantren, multikulturalisme adalah spirit alamiah yang telah tumbuh berkembang sebelum istilah ini dikenal. Ditilik dari segi namanya saja, pesantren terkesan unik. Nama lembaga yang menjadi lokus pendidikan Islam di Indonesia ini bersumber dari bahasa Sansekerta, “sastri” artinya orang yang mendalami kitab suci. (Zamakhsyari Dhofier, Tradisi Pesantren: Studi Tentang Pandangan Hidup Kyai, 1994).&lt;br /&gt;Pesantren, dalam konteks budaya Indonesia kuno, adalah tempat pemeluk agama Hindu dan Budha mempelajari dan mendalami kitab sucinya. Istilah ini kemudian diadopsi oleh Islam. Berarti, kalangan pesantren tak gamang bergaul dengan agama lain. Dalam sejarahnya memang begitu adanya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Multikulturalisme Ala Pesantren&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Banyak orang menganggap bahwa pesantren dan santri tidak bisa menerima hal-hal baru atau pemikiran modern yang ditemukan oleh non-santri. Bahkan, masih banyak orang yang mengira santri yang notabene orang pesantren tulen tidak bisa mengembangkan pemikiran atau bahkan membuat pemikiran modern layaknya orang-orang di luar pesantren. Hal itu saya katakan salah, karena sampai saat ini sudah banyak orang-orang pesantren atau santri yang mempunyai pemikiran-pemikiran modern, sebut saja Gus Dur atau Alm. Nur Cholis Madjid yang tentu saja pemikiran modern mereka tak bisa diragukan lagi.&lt;br /&gt;Kaitannya dengan multikulturalisme, bukan berarti santri tidak bisa menganut dan menjalankan multikulturalisme dalam kehidupan mereka. Memang ada beberapa orang yang menggunakan seperti Imam Samdura, Amrozi, atau Abu Bakar Ba’asyir yang merupakan jebolan pesantren saat ini menjadi menjadi teroris kelas wahid di Indonesia bahkan di dunia, tetapi tidak semuanya seperti itu. International Center for Islamic and Pluralism (ICIP) yang bermarkas di Jakarta, pada tahun 2007, mengadakan penelitian untuk menguji apakah betul kalangan pesanten mensahkan tindak kekerasan dan tidak ramah terhadap perbedaan. Sampel yang diambil adalah 20 pesantren di Jawa Barat dari 2200 pesantren yang tergabung dalam Badan Kerjasama Pondok Pesantren se-Indonesia (BKSPPI). Hasilnya, hampir 90% dari mereka menjawab dengan sikap toleran, santun, dan damai. Mereka akur dan akrab dengan perbedaan dan tidak setuju dengan aksi kekerasan atas nama apapun.  &lt;br /&gt;Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam buku Menggerakkan Tradisi, Esai-esai Pesantren (2001) menyebut realitas pesantren seperti tergambar di atas dengan istilah “subkultur”. Maksudnya, keberadaan pesantren selalu berada dalam lingkup budaya tertentu. Karena itu, fenomena multikulturalisme di dunia pesantren adalah hal yang wajar. Kitab-kitab yang diajarkan pun tidak satu mahdzab. Kitab al-Fiqh ala al-Madzahib al-Arba’ah karya Abdurrahman al-Juzairi merupakan salah satu kitab wajib para santri saat mengadakan Bahtsul Masail karena di dalamnya banyak terdapat hukum Fiqh yang bisa dijadikan landasan hukum untuk umat Islam yang memiliki kultur yang berbeda. &lt;br /&gt;Bahkan, di kalangan pesantren dikenal kaidah fiqh, al-ijtihâd lâ yunqaddu bi al-ijtihâd, ijtihad itu tidak bisa dibatalkan oleh ijtihad. Misal, dalam satu masalah, ada perbedaan pendapat. Maka, bukan berarti pendapat yang satu lebih benar dari yang lain karena lebih akhir ijtihadnya atau alasan lain. Santri diberikan keleluasaan untuk memilah dan memilih manakah yang sesuai untuk dijalankan.&lt;br /&gt;Ya, begitulah dinamika multikulturalisme di kalangan pesantren. Hal ini senada dengan falsafah lima tiang penyanggah pesantren, yaitu tawasuth (berada di tengah atau moderasi), tawazun (seimbang menjaga keseimbangan), tasamuh (toleransi), `adalah (keadilan), dan terakhir tasyawur (musyawarah).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-7602095111618396079?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/7602095111618396079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=7602095111618396079' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7602095111618396079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7602095111618396079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2012/01/belajar-multikulturalisme-di-pesantren.html' title='BELAJAR MULTIKULTURALISME DI PESANTREN'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-6239988724501917395</id><published>2011-12-07T00:30:00.002+07:00</published><updated>2011-12-07T09:49:44.439+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essai'/><title type='text'>MENULIS ADALAH PROSES KEABADIAN</title><content type='html'>Malam ini gerimis tebal menyelimuti sebagian besar kota Surabaya. Membuat semua orang enggan untuk beranjak dari suasana hangat rumah atau kamar mereka. Begitu pula yang saya rasakan malam ini di kamar kos saya, sedangkan hasrat saya pada makanan atau makanan yang serba hangat sudah tak tertahan lagi padahal beberapa menit sebelumnya saya sudah menyantap sebungkus nasi.&lt;br /&gt;Tak lama setelah itu gerimis pun berubah menjadi tipis. Tanpa basa-basi lagi saya mengajak keluar Izzy, teman lama saya sewaktu di pondok yang kebetulan selama dua hari terakhir berada di tempat saya karena ada tes seleksi wartawan di sebuah koran harian yang ada di Surabaya. Karena alasan perut kami sudah kenyang tetapi kami masih berhasrat pada minuman hangat, maka kami memutuskan untuk duduk saja di warung kopi tak jauh dari kos saya.&lt;br /&gt;Sambil lalu memesan secangkir kopi dan Energen sereal favorit saya, saya dan Izzi memulai perbincangan dan cerita-cerita tentang hal-hal yang terjadi di kehidupan kami. Dulu sewaktu kami masih sama-sama di pondok, berbagi cerita atau cangkrukan bersamanya cukup sering saya lakukan karena memang kami cukup dekat dan sama punya hobi yang sama yaitu NULIS.&lt;br /&gt;Nah, karena itu pula saat itu terbersit dalam benak saya untuk ‘curhat’ tentang ‘nasib’ tulisan saya yang beberapa bulan terakhir sulit untuk lahir dan bergentayangan di dunia ini. Pada Izzy saya ceritakan kalau saya saat ini terlalu sering membuang ide yang ada di otak saya dengan alasan tidak ada waktu atau tidak mood untuk nulis. Dia pun bilang bahwa alasan seperti itu seharusnya tidak menjadi kendala untuk tidak menulis karena, menurutnya, hal seperti itu bisa disiasati dengan mudah asalkan kita punya semangat dan kemauan besar untuk tetap nulis dan berkarya.&lt;br /&gt;Bahkan menurutnya, jika seandainya dengan menulis surat cinta atau puisi berisi rayuan kepada pacar orang lain bisa membuat kita lebih bersemangat untuk nulis tiap hari dan eksis dalam dunia tulis-menulis, hal itu sah-sah saja. Karena menurutnya bukan isi dari tulisan itu yang penting melainkan dengan alasan mau diberikan pada perempuan itu kita bisa tetap semangat untuk nulis. “Cari saja hal yang paling gila dan tidak masuk akal yang bisa membuatmu tetap semangat dan konsisten dalam menulis. Jika itu memang satu-satunya cara buat kamu tetap bertahan dengan tulisan kamu,” ujarnya.&lt;br /&gt;Memang terkadang banyak penulis yang mendapatkan banyak inspirasi dari seorang wanita, hal itu juga diakui oleh Izzy. Saat itu terlintas di benak saya seorang wanita yang beberapa waktu terakhir mengisi hati saya. Tetapi karena beberapa hal saat ini saya jauh darinya. “Mungkin karena aku jauh dari dia aku tak bisa dapet banyak inspirasi,” tersirat dalam benak saya.&lt;br /&gt;Di akhir perbincangan karena kopi dan energen pesanan kami telah habis tak bersisa, Izzy mengatakan bahwa tanpa tulisannya, tokoh-tokoh ilmu pengetahuan seperti Plato, Karl Max, Al Ghazali, As Syafi’ie dan yang lainnya tak mungkin bisa kita kenal saat ini. Karena menurutnya menulis merupakan awal dari proses keabadian kita.&lt;br /&gt;Dan inti dari semuanya adalah komitmen kita untuk menulis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-6239988724501917395?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/6239988724501917395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=6239988724501917395' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6239988724501917395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6239988724501917395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/12/malam-ini-gerimis-tebal-menyelimuti.html' title='MENULIS ADALAH PROSES KEABADIAN'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-9126328951042062955</id><published>2011-11-02T21:36:00.000+07:00</published><updated>2011-11-02T21:37:45.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>Perempuan-Perempuan Itu</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“perempuan datang atas nama cinta&lt;br /&gt;bunda pergi karna cinta&lt;br /&gt;digenangi air racun jingga dalam wajahmu&lt;br /&gt;seperti bulan lelap tidur di hatimu&lt;br /&gt;yang berdinding kelam dan kedinginan”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebait puisi ini cukup mewakili pengalaman dan pemahamanku tentang beberapa perempuan—yang tak memiliki ikatan denganku—yang pernah hadir dan memiliki keterkaitan erat denganku secara emosional. &lt;br /&gt;Bagiku, perempuan merupakan sosok yang sangat penting. Jika diibaratkan dalam permainan sepak bola, perempuan seperti seorang play maker (pengatur permainan). Permainan bola yang bagus, mengalir dari kaki ke kaki dengan umpan-umpan cantik bergantung bagaimana si play maker itu mengatur ritmenya, tanpa seorang play maker maka sepak bola tak tampak kehindahannya. Begitu juga dengan perempuan, perempuan adalah salah satu bagian penting kehidupan kita, penentu keberhasilan, keindahan, keharmonisan, dan kekuatan kehidupan seorang laki-laki bergantung pada perempuannya. Karena bagi laki-laki termasuk diriku sendiri, perempuan adalah energi yang tak akan pernah hilang dan habis.&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, tanpa seorang perempuan tentunya kita semua tak akan bisa hidup di dunia ini karena kita lahir dari seorang perempuan atau lebih tepatnya seorang ibu. Di dalam Islam pun perempuan mempunyai tempat tersendiri, hal ini terbukti dengan beberapa hadits yang menerangkan tentang kemuliaan perempuan termasuk hadits tentang derajat seorang ibu tiga tingkat lebih tinggi dari seorang ayah. Bahkan ada hadits yang mengatakan “Surga ada pada telapak kaki seorang ibu”. Hal itu salah satu bukti kongkret bahwa seorang perempuan, termasuk juga ibu mempunyai peranan penting dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;Nah, karena itu aku menulis tulisan ini. Yang aku ungkapkan sebenarnya bukan tentang ibuku melainkan beberapa orang perempuan yang pernah menghiasi hati dan hari-hariku (lebay dikit boleh lah. hehehe).&lt;br /&gt;Seperti yang aku bilang di awal tulisan ini, perempuan bagiku energi. Hal ini yang aku rasakan saat aku dekat dengannya. Tapi ada satu hal yang mengganjal dalam benakku, aku sering menyebutnya ‘penyakit’. Penyakit itu datang saat aku semakin dengan seorang perempuan, sepertinya tak ada perempuan atau cewek yang benar-benar mau benar-benar memiliki hubungan yang lebih dekat denganku. Mereka seakan pergi lalu menghilang dariku.&lt;br /&gt;Hal inilah yang sering membebani perasaanku. Apa mungkin aku tak pernah bisa untuk punya kedekatan yang benar-benar dekat dengan seorang wanita. Atau mungkin aku memang tak pernah pantas untuk mereka. Entahlah.&lt;br /&gt;Di tulisan ini aku hanya ingin bercerita tentang seorang wanita, seorang perempuan, seorang cewek yang selama hampir dua tahun ini menempati sebuah ruang yang cukup besar di hatiku yang sepanjang tulisan ini aku akan menyebutnya dengan ‘dua’. Sebenarnya antara aku dengan Dua dari dulu tak pernah ada hubungan kedekatan yang seperti aku bilang di atas tadi, yang jelas selama beberapa bulan kita pernah dekat dan saling bercerita tentang banyak hal di kehidupan kita. Dia tau kalau ada sesuatu yang lebih dariku saat bersamanya, tapi dia mengatakan kalau dia tak bisa membalasnya. Cuma aku tetap menyimpan harapan meski sedikit bisa menjadikannya bagian penting dari hidupku. Sahabat-sahabatku sering mengatakan tidak seharusnya aku menaruh harapan padanya karena dia tak pernah menganggapku lebih dari sekedar teman satu organisasi saja. &lt;br /&gt;Selama hampir dua tahun ini, setelah aku dekat dengannya aku pernah dekat dengan perempuan lain selain dirinya. Tapi tetap saja Dua tak bisa digeser dari ruang khusus di hatiku. &lt;br /&gt;Seorang teman kecilku dan sahabatku, namanya Aye’ sering mengatakan bahwa aku sebenarnya aku bisa melupakan Dua jika aku mau. Tetapi selama ini menurutnya keinginanku untuk melupakan Dua hanya di mulut saja, hatiku tak pernah mau tuk mengahapus Dua. &lt;br /&gt;Hal itu aku akui, ada sesuatu yang membuatku enggan tuk melupakannya. Bukan karena fisiknya yang memang banyak orang mengatakan bahwa Dua itu cantik, pinter atau yang lainnya. Tapi aku merasakan ada sebuah ketenangan saat aku berada di samping dia, saat aku memikirkannya, saat aku mengingat dan melihat wajah. Juga karena dia orang yang asyik tuk aku ajak cerita seputar komik Detektif Conan atau novel sastra yang bagus. Meski pun pada dasarnya Aye’ juga asyik tuk diajak cerita tentang komik Detektif Conan atau novel, tetapi sepertinya Dua mempunyai sesuatu yang lebih yang tak pernah aku temukan di orang lain.&lt;br /&gt;Namun aku harus sadar bahwa keinginanku untuk menjadikan Dua sebagai energi dalam hidupku sulit untuk tercapai karena memang saat ini faktanya dia sudah jauh dariku. Aku tak mau memungkiri bahwa semuanya bergantung pada kehendak dan takdir yang Allah berikan padaku. Bisa saja Dua yang saat jauh dariku bisa tiba-tiba dekat dan lebih dekat denganku. Atau bahkan seorang yang aku anggap sahabat bisa menjadi pengganti Dua untuk selamanya, seperti kisah antara Riani dan Zafran dalam novel 5 cm. atau bahkan seseorang yang saat ini aku tak mengenalnya. Aku harus menerima semuanya kerena kita tak pernah tau apa yang Allah rencanakan untuk kita di masa depan.&lt;br /&gt;Dan bagiku, seperti yang aku tulis di awal tulisan, perempuan mempunyai tempat tersendiri bagiku baik itu sebagai seorang yang sangat spesial, ibu, kakak, atau sahabat tetap aku berikan tempat spesial. &lt;br /&gt;Nah, karena tulisan ini aku awali dengan bait pertama dari puisi dari film Ada Apa Dengan Cinta, maka aku akan menutupnya dengan bait terakhir dari puisi yang sama. ^_^&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ada apa dengan cinta&lt;br /&gt;tapi aku pasti akan kembali&lt;br /&gt;dalam satu purnama&lt;br /&gt;untuk mempertanyakan kembali cintanya.&lt;br /&gt;bukan untuknya, bukan untuk siapa&lt;br /&gt;tapi untukku&lt;br /&gt;karena aku ingin kamu,itu saja.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-9126328951042062955?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/9126328951042062955/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=9126328951042062955' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/9126328951042062955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/9126328951042062955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/11/perempuan-perempuan-itu.html' title='Perempuan-Perempuan Itu'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-8259796815887127816</id><published>2011-10-28T17:55:00.000+07:00</published><updated>2011-10-28T17:57:05.572+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essai'/><title type='text'>OBROLAN PENDEK SEPUTAR KULTUR HEGIMONIK</title><content type='html'>Kemarin sore ada pemandangan sangat berbeda terjadi di kampus IAIN Sunan Ampel tempat saya belajar. Pemandangan berbeda tersebut adalah apel akbar dari salah satu organisasi kampus yang memang sangat mendominasi di IAIN Sunan Ampel. Ampel akbar tersebut dilakasanakan untuk menandai pembarakatan dan dimulainya acara orientasi anggota baru mereka yang kebetulan pada tahun ini dilaksanakan secara serempak oleh setiap Fakultas di IAIN Sunan Ampel.&lt;br /&gt;Menyaksikan acara apel tersebut membuat saya teringat dengan perbincangan saya dengan beberapa sahabat saya suatu malam beberapa bulan lalu di sebuah tongkrongan warung kopi. Saat itu kami membicarakan budaya senior-junior di kampus kami yang bisa dikatakan sudah masuk ke dalam ranah pembodohan atau Kultur Hegimonik. &lt;br /&gt;Saat itu kami sepakat bahwa budaya senior-junior sudah terlampau parah dan melampaui batas ruang individu. Karena kami melihat sampai saat ini senior yang sudah ‘menguasai’ organisasi bisa dengan bebas mengatur dan menyuruh juniornya dalam semua hal termasuk masalah kehidupan pribadi si junior tersebut.&lt;br /&gt;Di tengah-tengah obrolan tersebut, Roni, salah satu sahabat saya yang saat itu ikutan nimbrung dalam obrolan kami, menunjukkan tulisan salah satu dosennya, Chabib Mustofa yang membahas tema seputar Kultur Hegimonik. Dalam tulisan tersebut dijelaskan bahwa ada dua hal yang menurut Pak Habib—begitu Roni sering memanggil Chabib Mustofa—salah karena seharusnya tidak terjadi pada hubungan antara senior-junior. Pertama, senior dan junior dalam konteks organisasi pengkaderan memiliki wilayah perjuangan berbeda, walaupun tidak ada demarkasi tegas antara keduanya. Ungkapan “tiap zaman memiliki orang, dan tiap orang memiliki zamannya”, agaknya tepat untuk memahami “pembagian tugas” antara hubungan senior-junior.&lt;br /&gt;Kurang tepat, jika senior masuk pada otoritas junior, terutama dalam hal “menentukan” pilihan politik kampus yang ‘hanya’ menjadi bagian dari hasil interpretasi perjuangan sebuah ideologi atau hubungan asmara antara lawan jenisnya. Karena hal tersebut sudah memasuki ruang pribadi yang tak seharusnya orang lain ikut campur untuk memutuskannya.&lt;br /&gt;Jika junior meminta saran pada senior, maka senior wajib memberikan saran pada sang junior tanpa pretensi dan kepentingan atau ‘pemaksaaan’ bahwa junior harus seperti senior. Senior yang masih ‘cawe-cawe’ pada urusan junior semacam ini, maka dia salah tempat dan perlu untuk dibuang ke laut saja.&lt;br /&gt;Kedua, perlunya rumusan relasi senior-junior. Selama ini, kita belum punya rumusan jelas dan pasti tentang apa yang menjadi kewajiban senior dan junior dalam wilayah organisasi. Senior ‘membantu’ secara moril atau materiil pada juniornya, saya pikir adalah sebuah kewajiban yang tidak perlu dibahas lagi. Alasannya, senior adalah kelompok yang sudah pada level kehidupan relatif lebih mapan dari junior. Maka wajar jika mereka (senior) membantu juniornya. Sekali lagi bantuan senior bukanlah prestasi, namun kewajaran dalam hubungan relasional yang muncul tidak secara serta-merta.&lt;br /&gt;Seharusnya menurut saya, senior lebih tepat menjadikan dirinya sebagai cermin dari kehidupan masa lalu yang dibaca dari kehidupan masa kini. Dari cermin inilah junior dapat belajar sebuah proses panjang tiada akhir untuk hidup dan menghidupi orang. Maka, pertanyaan besarnya pada tiap senior adalah “Apakah anda sudah mampu menjadi cermin yang baik bagi juniornya?”. Jangan-jangan kita (senior) selama ini melakukan ‘hegemoni’ pada mereka (junior).&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, saat ini banyak mahasiswa semester atas atau senior yang merasa lebih pintar dari juniornya dalam bidang keilmuan tertentu. Sehingga terkadang jika dalam suatu forum diskusi sang senior salah menggunakan sebuah atau kalah dalam penguatan pendapat dari juniornya, ia tidak mau untuk disalahkan dan terus merasa dirinya paling benar dengan alasan agar kharismanya tak berkurang di mata juniornya. Padahal justru dengan tidak mau disalahkan seperti itu dia secara tidak langsung menunjukkan betapa bodohnya dirinya. Astagfirullah.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang ke kos dari tongkrongan dan obrolan dengan sahabat-sahabat saya itu, saya teringat kata-kata tokoh idola saya, Soe Hok Gie. Dia berkata, “Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.” Saya merasa teman-teman kampus saya atau mungkin saya sendiri termasuk dari kategori mahasiswa yang disebutkan Gie tersebut.&lt;br /&gt;Tapi, saya tetap opitimis dan berharap adik-adik saya di kampus IAIN Sunan Ampel termasuk yang sore kemarin berangkat ke salah satu daerah wisata di Jawa Timur dalam rangka orientasi anggota baru salah satu organisasi ekstra kampus tidak menjadi mahasiswa yang hanya bisa menindas dan memerintah kaum lema saja, tidak hanya bisa membodohi adik-adik atau juniornya. Semoga mereka bisa lebih baik dari senior mereka yang sudah sepantasnya dibuang ke laut saja.&lt;br /&gt;Bagi senior-senior saya yang membaca tulisan ini, saya minta maaf. Memang ini yang rasakan saat ada di kampus kita. Meski pun belum berarti sampean yang membaca tulisan ini termasuk dari senior-senior yang membodohi dan menghegimoni juniornya.&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-8259796815887127816?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/8259796815887127816/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=8259796815887127816' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/8259796815887127816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/8259796815887127816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/10/obrolan-pendek-seputar-kultur-hegimonik.html' title='OBROLAN PENDEK SEPUTAR KULTUR HEGIMONIK'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-5855642750145184766</id><published>2011-08-16T09:44:00.001+07:00</published><updated>2011-08-16T09:44:54.201+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Puisi Lembar Terakhir</title><content type='html'>Kau membawaku pada ujung gelisah yang curam&lt;br /&gt;Sambil kau berikan sebungkus insomnia rasa coklat&lt;br /&gt;Hidangan terbaik yang selalu kau suguhkan padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan aku tak mau bersajak untukmu&lt;br /&gt;Di pesta kembang api malam kemarin&lt;br /&gt;Hanya saja saat itu aku berpikir&lt;br /&gt;Arti hadirku di istana megahmu &lt;br /&gt;Sedang kau dengan senyum purnama&lt;br /&gt;Temani lelaki berwajah merah itu &lt;br /&gt;Memainkan lidah apinya di depan rakyatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan aku tak tau makna puisimu&lt;br /&gt;Yang kau kirimkan lewat angin padaku&lt;br /&gt;Dan beranjak dari tempat ini&lt;br /&gt;Tapi aku menunggu datangnya kereta Azrail&lt;br /&gt;Yang kata Jibril segera tiba saat malam mendaki puncaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akui istana dan kotamu jauh lebih sejuk&lt;br /&gt;Jauh lebih nyaman ketimbang istana wanita berambut biru&lt;br /&gt;Dari kota lumpur itu&lt;br /&gt;Tapi lelaki itulah yang membuatku enggan terlelap di sini&lt;br /&gt;Meski sebenarnya kantuk benar-benar telah menggantung&lt;br /&gt;Di sudut mataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu langit masih cerah &lt;br /&gt;Seperti dulu saat pertama kali kau perlihatkan padaku&lt;br /&gt;Bahkan burung-burungnya pun semakin merdu suaranya&lt;br /&gt;Tapi lautku tak lagi seanggun dahulu&lt;br /&gt;Ombaknya tak lagi menari seindah dulu&lt;br /&gt;Pasirnya tak lagi sehalus sutra &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di lembar terakhir surat cinta dari Tuhan&lt;br /&gt;Ku sebut namamu agar saat aku tiba di surga nanti&lt;br /&gt;Bayangmu tak lagi tertempel di tubuh dan bajuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-5855642750145184766?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/5855642750145184766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=5855642750145184766' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5855642750145184766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5855642750145184766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/08/puisi-lembar-terakhir.html' title='Puisi Lembar Terakhir'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2930531579466035207</id><published>2011-07-25T21:40:00.000+07:00</published><updated>2011-07-25T21:41:47.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>Sahabatku</title><content type='html'>Sahabat, sebuah istilah atau sebutan buat dua orang manusia yang sangat akrab dan saling mengerti, saling memahami, saling tolong-menolong, dan selalu ada saat dibutuhkan untuk sahabatnya. Sahabat, sebuah julukan atau predikat yang diberikan kepada seorang teman yang sudah dianggap dekat, akrab dan mengerti dengan dirinya. &lt;br /&gt;Bagiku sendiri, sangat jarang aku berikan predikat seorang sahabat pada temanku kecuali ia sudah benar-benar dekat denganku, mengerti aku, selalu ada saat aku butuhkan, dan selalu nyambung saat dia ngobrol denganku. Seorang sahabat bagiku lebih berharga dan lebih penting dari seorang kekasih, aku tak pernah besedih begitu dalam saat aku kehilangan kekasihku, tapi jika aku kehilangan sahabatku sedihku tak akan terkira meski hal itu tak pernah diketahui orang lain. Karena bagiku, menurutku, tidak ada istilah ‘mantan sahabat’ dalam hidup, namun jika ‘mantan kekasih’ atau ‘mantan pacar’ atau bahkan pula ‘mantan istri’ pasti ada dan sangat banyak.&lt;br /&gt;Sahabat, di dalam kehidupan kita tentunya sering ditemukan istilah itu, bahkan sering kita sebutkan. Cerita tentang persahabatan pun sering banyak kita temukan, di film, novel, komik, dan lainnya. Sekarang, saat aku menulis oretan ini, aku tengah diuji oleh Tuhan atas kesabaranku dan keteguhanku untuk mempertahankan persahabatanku dengan seorang cewek yang anggap saja namanya Yeza.&lt;br /&gt;Awal aku mengenalnya sudah sangat lama sekali, pada bulan Ramadlan tahun 2006. Saat itu aku dengannya hanya sebatas tahu saja, sebatas tahu nama dan wajah saja. Saat itu kita dipertemukan di sebuah kegiatan kursus bahasa untuk mengisi liburan pondok. Sejak saat itu aku tahu dia, tapi hanya sebatas tahu, tak pernah kita ketemu lagi setelah kegiatan itu. Hanya sesekali aku melihatnya turun dari mobilnya saat dia diantarkan ke sekolahnya yang ada di pondokku. Saat itu, tak pernah terbayang sedikit pun dalam benakku dia dan aku bisa jadi sahabat.&lt;br /&gt;Justru persahabatan kami berawal akhir tahun 2010 kemarin, saat itu aku tengah mengikuti kegiatan organisasi untuk alumni pondokku dan kebetulan dia hadir. Nah, karena aku sudah tahu dia, tentu saja tidak etis jika aku tak menegurnya atau menyapanya. Tanpa kami kira sebelumnya keakraban kami dimulai. Keakraban pun diawali di dunia maya di sebuah jejaring sosial yang kemudian berlanjut ke dunia seluler atau Handphone. Kita sering sekali mengerim pesan, berbagi cerita tentang banyak hal. Termasuk hobi, kesukaan, buku, film, lagu, dan lainnya.&lt;br /&gt;Setelah itu persahabatan kami berjalan seperti layaknya persahabatan yang lainnya. Saling berbagi, saling membutuhkan, saling menolong, dan tentunya saling bertemu. Tapi tak lama setelah itu, saat aku kehilangan pujaan hatiku yang aku inisialkan IWF, aku temukan sesuatu yang beda darinya. Sesuatu yang membuatku berdesir, membuatku gugup saat bertemu dengannya. Yah, makhluk liar yang sulit dijinakkan bernama ‘cinta’ telah hidup antara aku dan dia.&lt;br /&gt;Tapi aku tahu, saat itu tak mungkin aku mengatakan padanya tentang keberadaan ‘makhluk’ itu. Karena dia sudah ada yang mengisi hatinya. Tapi karena rahasia itu tak bisa terlalu lama disimpan, dia pun tahu tentang hal itu dan dia menanggapinya dengan biasa. Saat itu dia memintaku tuk segera membunuh makhluk itu agar tak mengganggu. Namun, dalam hatiku enggan tuk membunuhnya, yang aku niatkan saat itu hanya tuk menjinakkannya saja agar bisa dikendalikan sesuai dengan  kehendakku.&lt;br /&gt;Makhluk itu pun mulai tak bisa bergerak dengan bebas. Apalagi ada isyarat kalau IWF bisa kembali padaku, makhluk itu bisa dibilang hampir mati. Karena itu pun aku dan Yeza kembali dengan leluasa bersahabat tanpa ada gangguan dari makhluk itu.&lt;br /&gt;Tapi, keadaan itu tak berlangsung lama karena secara tiba-tiba IWF menjalin hubungan dengan orang lain yang secara tidak langsung memupuskan aku tuk kembali padanya. Dan keadaan itu pun kemudian aku curhatkan ke Yeza, seperti biasa dia mendengarkannya dan memberi banyak masukan dan saran padaku. &lt;br /&gt;Keadaan mulai berubah saat liburan panjang kampus tiba, saat itu ada rasa rindu yang mendalam di hatiku pada Yeza karena kita tak lagi sering bertemu, dan rindu itu bukan rindu layaknya seorang sahabat. Saat itu aku sadar, makhluk liar itu belum mati, dia masih hidup dan sekarang mulai bangkit dan mengganngu persahabatanku dengan Yeza.&lt;br /&gt;Betul, makhluk itu telah mengganggu. Suatu malam saat aku sedang sendiri, aku memutuskan tuk ceritakan semuanya padanya, tentang makhluk yang tak bisa aku bunuh itu. Saat dia tahu bahwa makhluk itu masih hidup, dia diam seribu bahasa, diSMS dan ditelepon tak ada respon darinya. Dia kecewa dan kekecewaannya dia ungkapkan dengan diam. Aku pun tersadar kalau ini adalah murni kesalahanku yang membiarkan makhluk itu hidup, bukan aku bunuh malah dijinakkan. Ah, sekarang persahabatan aku dengan Yeza seperti tak ada kejelasan, dia diam.&lt;br /&gt;Meski semalam aku sempat merasakan dia mulai kembali dengan kekakuan, tapi hari ini dia jauh lagi. Seperti bukan sahabatku, seperti tak pernah akrab denganku. Dia dingin lagi.&lt;br /&gt;Aku tersadar, bahwa betapa berartinya seorang sahabat sepertinya bagiku, dia yang selalu mendengarkan semua curhatanku, dia yang selalu memberiku senyuman saat aku sedang tak bisa tersenyum, dia yang selalu menjadi sahabat terbaik saat bercerita tentang buku-buku dan novel menarik seakan jauh dariku, seakan tak lagi berada di dunia yang sama denganku. Lalu tersirat dalam benakku takut kehilangannya, tapi aku tak boleh takut kehilangan karena saat aku memiliki sesuatu maka aku harus rela kehilangan. Begitu juga saat aku memiliki sahabat sepertinya maka aku juga harus kehilangannya jika itu adalah keputusannya akibat dari kesalahanku.&lt;br /&gt;Tapi satu hal yang perlu aku ingat selamanya, bahwa tak ada istilah ‘mantan sahabat’ di dunia. Jadi meski dia tak lagi dekat denganku, dia tetap sahabatku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2930531579466035207?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2930531579466035207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2930531579466035207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2930531579466035207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2930531579466035207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/07/sahabatku.html' title='Sahabatku'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-3884248795393163612</id><published>2011-07-17T15:11:00.000+07:00</published><updated>2011-07-17T15:12:22.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PEREMPBUAN HUJAN</title><content type='html'>Kau datang saat gerimis&lt;br /&gt;Tak lagi seanggun Cinderella&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, di mataku awan setengah kelabu&lt;br /&gt;Dan di tanganku segelas cocktail berwarna darah&lt;br /&gt;Sedang luka bakar sehabis tercebur&lt;br /&gt;Lumpur panas ujung selatan kota pahlawan&lt;br /&gt;Masih terasa perihnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau datang, aku sedang menyaksikan&lt;br /&gt;Tarian indah gelombang pantai mimpi&lt;br /&gt;Di bawah jembatan tak berkaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kau, wanita dengan paras pelangi&lt;br /&gt;Dan senyum sesejuk hujan September&lt;br /&gt;Tuk apa kau datang padaku&lt;br /&gt;Jika sekejap lalu kau pergi&lt;br /&gt;Bersama lelaki berlidah api&lt;br /&gt;Tanpa kau dengar denting gitar surga&lt;br /&gt;Yang selalu aku petik saat kau datang ke pantai biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin sekali kuteguk sebotol vodka rasa strobery &lt;br /&gt;Di tanganmu itu&lt;br /&gt;Tapi tak kau izinkan karna itu akan kau berikan pada lelaki itu&lt;br /&gt;Ah, betapa kau tak melihat begitu haus aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kau beranjak begitu cepatnya&lt;br /&gt;Hingga ombak tak lagi bisa mengejar langkahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Juli 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-3884248795393163612?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/3884248795393163612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=3884248795393163612' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3884248795393163612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3884248795393163612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/07/perempbuan-hujan.html' title='PEREMPBUAN HUJAN'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-7334056852417841072</id><published>2011-06-30T20:26:00.000+07:00</published><updated>2011-06-30T20:27:51.355+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Musim Rindu</title><content type='html'>Ada makhluk berjubah biru&lt;br /&gt;Menghampiri kita saat kau datang ke pantai kata&lt;br /&gt;Sehabis aku kembali dari kota lumpur&lt;br /&gt;;dia membawa setangkai mawar dan sehelai benang merah&lt;br /&gt;Sebagai hadiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya aku kira aku tak pernah mengenalnya&lt;br /&gt;Tapi saat senja datang memeluk cakrawala&lt;br /&gt;Aku sadar bahwa dialah&lt;br /&gt;Yang aku bunuh dengan racun air mata&lt;br /&gt;Saat ia temui kita di gedung kaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah yang dulu membawa kabut merah muda&lt;br /&gt;Menutupi mata&lt;br /&gt;Hingga aku lupa kalau kau adalah penyulam sutra&lt;br /&gt;Dari negeri para jagal bermata sayu&lt;br /&gt;Seharusnya tak mencumbumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang, dia datang kembali&lt;br /&gt;Di musim rindu yang hampir berakhir&lt;br /&gt;Bersama hujan rasa stroberi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian seperti saat aku datang pertama&lt;br /&gt;Kau lagi-lagi menghipnotisku&lt;br /&gt;Membuatku menatap LANGIT&lt;br /&gt;Dan berkata, “Aku ingin membunuh awan di sampingmu&lt;br /&gt;Karena aku mencintaimu”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-7334056852417841072?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/7334056852417841072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=7334056852417841072' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7334056852417841072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7334056852417841072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/06/musim-rindu.html' title='Musim Rindu'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-3450298082160150828</id><published>2011-05-27T23:26:00.000+07:00</published><updated>2011-05-27T23:27:23.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PEREMPUAN BUNGA SAKURA</title><content type='html'>Meninggalkan kota mantra&lt;br /&gt;Bermukim kesatria wajah pucat&lt;br /&gt;Menyisakan sketsa rindu yang buram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku mulai perjalanan kata&lt;br /&gt;Bersama kereta biru&lt;br /&gt;Tanpa ada tujuan&lt;br /&gt;Dan arah anginnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat malam mendaki puncaknya&lt;br /&gt;Kereta berhenti di sebuah stasiun&lt;br /&gt;Peronnya berlumpur amis&lt;br /&gt;Lalu semuanya meninggalkanku&lt;br /&gt;Bersama kereta, tanpa suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pernah tau tempat ini&lt;br /&gt;Hanya aromanya mirip aroma kota&lt;br /&gt;Yang muncul di koran pagi tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo ikutlah denganku”&lt;br /&gt;Katamu tiba-tiba sambil menyentuhku&lt;br /&gt;Tanpa kau tau namaku&lt;br /&gt;Ah, di wajahmu ku temukan bunga sakura&lt;br /&gt;Dari negeri para ninja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah aku duga&lt;br /&gt;Di kota dengan bau minyak menyengat ini&lt;br /&gt;Ada perempuan dengan bunga sakura di parasnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota ini, kita saling bercerita&lt;br /&gt;Tentang detektif yang lebih cerdas dari Sherlock Holmes&lt;br /&gt;Ah, kau membuatku enggan tuk beranjak &lt;br /&gt;Meski kota ini terlalu banyak api &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekarang,&lt;br /&gt;Saat kau terima banyak bingkisan raksasa&lt;br /&gt;Di sudut taman tak berbunga itu&lt;br /&gt;Kau menghilang, tak pernah mengirimiku seikat angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inginku lintasi jembatan ombak&lt;br /&gt;Kembali ke gubukku &lt;br /&gt;Tapi aku takut kau mencariku lagi&lt;br /&gt;Sedang dua lelaki bertubuh tambun &lt;br /&gt;Pemakan kertas itu&lt;br /&gt;Selalu saja merogoh kantongku&lt;br /&gt;Sambil lalu mengoceh tentang darah hitam &lt;br /&gt;Di balik kepalamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, saat malaikat bersuara serak itu&lt;br /&gt;Meletakkan sayapnya di kota ini&lt;br /&gt;Aku ingin kau mendatangiku walau sekali&lt;br /&gt;Karna ada seikat sajak yang ingin ku berikan padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Mei 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-3450298082160150828?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/3450298082160150828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=3450298082160150828' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3450298082160150828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3450298082160150828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/05/perempuan-bunga-sakura.html' title='PEREMPUAN BUNGA SAKURA'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-7482770725707427243</id><published>2011-05-25T22:43:00.000+07:00</published><updated>2011-05-25T22:45:40.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>INSOMNIA</title><content type='html'>Menjelang pesta embun&lt;br /&gt;Di taman kata&lt;br /&gt;Insomnia menyekapku di sudut gelap&lt;br /&gt;Negara api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ku temukan siapa pun di sana&lt;br /&gt;Hanya perempuan berwajah malam&lt;br /&gt;Bercerita tentang sungai di matanya&lt;br /&gt;Yang tak pernah kering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lelaki tambun &lt;br /&gt;Datang bersama badai kelabu&lt;br /&gt;Memberiku segelas jus jambu rasa darah&lt;br /&gt;Yang katanya dirimu&lt;br /&gt;Ah, tak ku temukan gula di sana tapi amis yang beringas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa aku sadari fajar telah di sampingku&lt;br /&gt;Dia bersama elang putih bergincu memberitahuku&lt;br /&gt;Ternyata dirimulah insomnia itu&lt;br /&gt;Dan mengikatkan dengan benang sendu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kau masih seperti dulu untukku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-7482770725707427243?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/7482770725707427243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=7482770725707427243' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7482770725707427243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7482770725707427243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/05/insomnia.html' title='INSOMNIA'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-1113937879268045861</id><published>2011-05-17T23:04:00.001+07:00</published><updated>2011-05-17T23:05:58.915+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerpen'/><title type='text'>ELEGI LALBATTI</title><content type='html'>Rumah yang berdiri kokoh di hadapanku sekarang, sangatlah megah. Bahkan aku rasa merupakan yang paling megah dan sangat mencolok bila dibandingkan dengan rumah-rumah kecil yang nampak kumuh disekitarnya. Pada siang hari rumah itu indah sekali. &lt;br /&gt;Lalbatti, demikian orang-orang menyebut rumah ini. Halamannya luas dengan banyak pepohonan berdaun rimbun yang memberikan nuansa teduh. Sebuah kolam air mancur di tengah-tengah, diapit dua patung Ganesh. Di sekelilingnya adalah rumput hijau yang menghampar bak permadani dengan aneka bunga warna-warni. Ada lily, krisan, sedap malam, mawar, dan banyak lagi macamnya. Ada juga  melati yang menebar wangi ke segala penjuru, menyemak di sisi kanan dan kiri teras.&lt;br /&gt;Pada malam hari Lalbatti juga tak kalah indahnya. Bahkan lebih indah lagi. Cahayanya begitu terang benderang. Seakan-akan bahan bangunan rumah itu  memang ribuan bintang, atau paling tidak zamrud, safir dan mutiara. Bila lampunya dinyalakan akan terbias cahaya kelap-kelip. Merah, biru, kuning, hijau, seperti pelangi. ”Sayangnya, tak akan pernah ada pelangi di malam hari”, aku membatin. &lt;br /&gt;Nyaris setiap saat dari rumah itu juga terdengar denting harpa. Bahkan suara berbagai jenis alat musik khas India. Ditingkahi suara penyanyi yang merayu bak alunan buluh perindu. Ada pula lantunan lagu-lagu yang mengalun merdu dari piringan hitam. Karenanya, aku juga orang-orang di desaku menamainya Swaarg . Benar-benar bayangan surga hadir ke dunia. Terlebih jika dibandingkan dengan rumah-rumah yang ada di sekitarnya. Pemandangan yang cukup kontras bila dibandingkan dengan desa kecilku, Viraar, yang terletak beberapa kilometer dari pusat Mumbai, tempat dimana Lalbatti berada. Semua orang yang pernah singgah atau sekedar lewat, pasti mengakui dan mengagumi keindahan Labatti. Meskipun keindahannya masih sangat jauh untuk bisa menyamai keindahan Taj Mahal di tepi sungai Yamuna, Agra, yang konon merupakan persembahan cinta abadi Shah Jahan dari Dinasti Mughal, untuk istrinya Arjumand, atau Mumtaz Mahal.&lt;br /&gt;Suatu waktu, saat aku dan keluargaku duduk bersama di bawah purnama, aku pernah berkata, “Alangkah indahnya Lalbatti. Aku ingin sekali masuk dan melihat-lihat apa saja yang ada di dalamnya”.&lt;br /&gt;Noura adiku menimpali, ”Kalau aku ingin bermain di halamannya. Kata teman-temanku di sana ada kolam air mancurnya.”&lt;br /&gt;Amma  menjawab seraya membelai kepalaku lembut, “Firdaus lebih indah dari itu, sayang. Sebenar-benarnya swaarg yang insyaAllah akan kita tempati”. Surga Firdaus, itulah yang dimaksudkan Amma. &lt;br /&gt;Sekali waktu Bauji  pernah mengatakan padaku agar aku menghapus keingin-tahuanku tentang Lalbatti, apalagi masuk ke dalamnya. Lalu beliau memberitahuku dan Noura, bahwa Lalbatti bukan rumah yang pantas dikunjungi orang baik-baik. Sebenarnya akupun tahu dari cerita orang-orang, bahwa Lalbatti adalah sebuah rumah prostitusi yang sangat terkenal dan memang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. &lt;br /&gt;Tapi kini aku benar-benar tengah berada di teras rumah itu. Satu hal yang tak pernah ku alami walau hanya sebatas mimpi. Meski aku ingin mengunjunginya, tapi ujaran Bauji sempat memupus keinginanku.&lt;br /&gt;Ah, aku tak bisa menebak apa kata Sapna bila aku bercerita tentang kunjunganku ke ’surga’ ini. Sapna si gendut yang selalu memonyongkan bibirnya ke arahku, hanya karena makan spaghetti murahan oleh-oleh ayahnya yang seorang pedagang minyak eceran di pasar desa. Apa kata Arjun, Sunil, Gauri, Rima, dan Pinky? Bukankah aku hanya Aisha yang mereka juluki Putri Abu. Julukan yang mereka berikan karena Amma-ku hanya seorang tukang cuci, dan Bauji-ku tercinta hanya seorang buruh kasar di Chandi Chowk, sebuah pusat perbelanjaan tradisional yang cukup ramai di Mumbai. &lt;br /&gt;Oh, aku ingat. Rasanya ada juga yang tidak akan menghinaku. Fathiya. Gadis manis berkerudung ikat. Dia tak pernah mengolok-olokku. Mungkin karena aku dan dia sama-sama muslim. Dibandingkan teman-temanku yang Hindu, Fathiya sangat baik. Hm, akan herankah ia bila aku ceritakan padanya tentang pengalamanku di rumah ini? Rasanya begitu. Malahan aku  yang bagaikan tak percaya, karena aku datang bukan hanya untuk melihat-lihat, melainkan mencari pekerjaan, seperti yang ditawarkan Laksmi padaku seminggu yang lalu.&lt;br /&gt;Aku melangkah masuk mengikuti Laksmi yang membawaku ke rumah ini sambil menyapukan pandang sekeliling. Ayunan kakiku serasa tak menjejak lantai. Mengambang. Laksmi sepertinya sudah mengenal seluk beluk rumah ini, jadi aku hanya ikut seperi kerbau dicocok hidung, kemana saja ia menyeret lenganku. &lt;br /&gt;Kami berhenti di sebuah ruang besar ber-AC. Seorang wanita cantik tengah duduk membaca koran di sofa yang empuk. Sebatang rokok mengepulkan asap di bibirnya. Ia mendongak. Dandanan, pakaian dan perhiasannya membuat mataku berkunang-kunang. Gemerlapan. Kapan ya aku melihat Amma berdandan seperti dia? Tapi tak mungkin. Sangat tidak mungkin aku bisa melihat Amma seperti dia. Karena Amma-ku… ah, sudahlah. Aku datang ke rumah ini bukan untuk melukis imaji tentang Amma. Aku mencoba menepis kepiluan yang sesaat tiba-tiba menyergap hadir tanpa ku undang.&lt;br /&gt;“Namesti,  Shanti Bhai” Laksmi bersalam. Apakah dia pemiliknya? Shanti Bhai. Aku mencatat namanya dalam hati. &lt;br /&gt;“Hm…” Wanita itu hanya berdehem. Ih, kok begitu? Tapi pandangannya berubah ketika ia melihatku. Ajeeb ? Aku tak mengerti. &lt;br /&gt;“Koi mil gaya , Shanti Bhai. Mere dosti ”. Laksmi berkata setengah berbisik. Ia menggamit lenganku, dan aku memahaminya sebagai isyarat agar aku memperkenalkan diri. &lt;br /&gt;“Mere nam , Aisha”, aku sedikit membungkuk. Kata Amma begitu caranya menghormat yang lebih tua. Kalau kata Bauji sih, asal sopan sudah cukup.&lt;br /&gt;“Bagus, Laksmi! Temanmu ini cantik sekali. Kau cukup pintar dan jeli juga”.&lt;br /&gt;Cantik? Hidungku kembang-kempis. Selama ini yang mengatakan aku cantik hanya Bauji. Katanya aku mirip Hema Malini bintang film idolanya ketika muda. Tapi kata Amma, aku seperti Aisyah binti Abu Bakar. Karena bila tersipu malu pipiku bersemu merah jambu.&lt;br /&gt;“Kau sudah siap bekerja di sini?” Ia langsung berkata tanpa lebih banyak basa-basi.&lt;br /&gt;“Ji.  Saya siap”.&lt;br /&gt;“Bawa dia ke ruangan Pooja. Dia akan lebih cantik jika bajunya diganti”, perintahnya, dengan pandangan yang seolah-olah sedang menilai seluruh penampilanku. &lt;br /&gt;Laksmi membawaku ke sebuah ruangan yang lebih besar lagi dari yang tadi. Dinding kanan adalah kaca. Sedangkan di sebelah kiri lemari-lemari besar berjejer. Ruangan ini, bisa tiga kali luas rumahku. Ada banyak wanita cantik di sini. Ada yang merokok, memperbaiki dandanannya, mengepas bajunya, anehnya kebanyakan baju mereka sangat pendek. Kalaupun mereka memakai saree, tapi transparannya itu lho, minta ampun. &lt;br /&gt;“Orang baru, Laksmi?”&lt;br /&gt;“Ji”&lt;br /&gt;“Tetanggamu?”&lt;br /&gt;“Nahin, mere dosti”&lt;br /&gt;Laksmi memilihkan untukku sebuah saree yang cukup ‘sopan’ dibandingkan yang lain. Tapi tetap saja aku merasa jengah. Lehernya terlalu rendah. Kedodoran lagi. Sepertinya saree itu untuk ukuran dewasa. Sedangkan aku baru tujuh belas tahun kurang dua bulan. Apalagi perawakanku kurus sekali. Lumayan, saree ini harum sekali. Berbeda dengan milik Amma yang bau asap. Amma lagi, ah….&lt;br /&gt;Seorang wanita agak gendut. Mungkin dia yang bernama Pooja, mendekat dengan membawa sebuah tas kecil. Dengan isi tas itu aku dipermak. Bibirku diberi lipstick. Berat. Di kepalaku, tangan dan leherku, juga diberi perhiasan. Kemudian ia menjelaskan tugasku. Cukup mudah. Hanya mengantar minuman bagi para tamu yang tadi kulihat di ruang tengah, yag hampir seluas gedung bioskop, waktu melintas menuju ruangan Pooja. Aku harus ramah, murah senyum, sopan, lincah, dan memperlakukan para tamu dengan baik.  &lt;br /&gt;Beberapa saat berselang aku memulai pekerjaanku. Kagok juga awalnya. Melangkah gemulai dan anggun, melempar senyum, menyuguhkan minum, aku jadi ingat peran Aroona Irani sebagai pembantu genit dalam film Qayamat Se Qayamat Taak yang ku tonton di rumah Pinky. Satu perasaan menyusup ganjil. Pandangan tamu-tamu itu seperti menelanjangiku. Tamunya banyak sekali. Tidak seperti Bauji yang jarang dapat tamu. Paling-paling Paman Khan dan Paman Aamer. Tamu-tamu disini kebanyakan lelaki setengah tua, bahkan ku rasa ada yang sebaya kakek Ahmed tetanggaku.&lt;br /&gt;“Au!” aku memekik kaget. Seorang laki-laki tambun berewokan berusaha menjawil daguku. Sebagian minuman tumpah ke kepalanya yang botak karena elakanku. Sialnya, ia masih bisa menarik ujung saree -ku dan menciumnya. “Harum”, desisnya seperti serigala. Aku tak habis pikir, kenapa tamu-tamu yang lain malah tertawa?&lt;br /&gt;“Pagal! ” makiku dalam hati. Memangnya mereka tak punya anak perempuan di rumah?&lt;br /&gt;“Sabar, Takur Pratabh. Dia baru hari ini kerja”. Syukurlah, Shanti Bhai tiba-tiba ada di belakangku. Aku segera beralih memberi minum pada tamu yang lain tanpa menunggu percakapannya dengan si Tambun selesai.&lt;br /&gt;Hari-hari berikutnya, itulah pekerjaanku. Menjadi waitress di Lalbatti. Tamunya tak henti. Tapi aku melihat Shanti Bhai selalu tersenyum, apalagi bila ramai pengunjung. Sepertinya dia tak pernah merasakan capek.&lt;br /&gt;Kalau boleh jujur, aku merasa tak nyaman bekerja disini. Ini bertentangan dengan pandangan hidupku, agamaku, nasihat orang tuaku, ... tapi aku harus bagaimana lagi? Gaji yang kudapatkan cukup lumayan  untuk hidup sehari-hari bersama Noura. Walau terpaksa, ku jalani saja. Aku tak punya pilihan lain.&lt;br /&gt;Lama-lama aku pun terbiasa dengan ulah para tamu. Terbiasa, maksudnya aku sudah bisa mengelak dengan sopan. Paling-paling mereka mencoba pegang tangan. Mungkin mereka mulai mengerti karena aku hanyalah pelayan. Tidak seperti gadis-gadis lain yang memang bekerja untuk menemani dan memenuhi apapun yang mereka minta dengan imbalan sejumlah uang yang diterima Shanti Bhai. Naudzubillah, semoga Allah selalu menjagaku, dan mengampuni keterpaksaanku. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sebenarnya aku bukanlah penduduk asli Virar. Aku terlahir  dari sebuah keluarga muslim di Ayodhya. Ayahku berasal dari Lahore. Tahun 1989 kami pindah ke desa ini karena menghindar dari kerusuhan antara pemeluk Islam dan Hindu. Islam memang agama minoritas. Pemeluknya hanya sekitar 11,41 persen dari keseluruhan penduduk India.&lt;br /&gt;Orang-orang Hindu di India mengklaim masjid Babri Ayodhya yang didirikan oleh Sultan Babur dari Dinasti Mughal pada tahun 1528 sebagai milik mereka. Ini  bermula dari izin Perdana Menteri Rajiv Gandhi yang mengizinkan orang Hindu mendirikan kuil disana. Kabarnya lokasi masjid adalah lokasi kelahiran Rama.&lt;br /&gt;Di Viraar, orang tuaku mencoba membangun kehidupan baru. Meski tidak berkecukupan, kami hidup bahagia.&lt;br /&gt;Hingga sebuah peristiwa tragis terjadi. Aku dan Esha sedang di sekolah ketika Bauji dan Amma mengalami kecelakaan. Mereka akan berkunjung ke rumah Bibi Sayeeda di Poona. Namun belumlah samapi di tempat tujuan, sebuah truk gandeng menabrak bis yang mereka tumpangi. Lima belas orang meninggal, mereka diantaranya , dan lainnya luka parah. Tak ada purnama di kanopi langit ketika jenazah mereka sampai di rumah. Esoknya, di tengah angin mousun yang menderu, mereka dikebumikan dengan cara Islam. Kami yatim piatu dalam sekejap mata.&lt;br /&gt;Maka alunan symphonipun berubah elegi. Aku harus berhenti sekolah. Karena itu jalan satu-satunya untuk bertahan hidup. Aku harus bekerja, dan mengalah pada Noura untuk meneruskan cita-citanya. Bermacam-macam kerja ku coba. Buruh cuci, tukang masak, tukang sapu,... hingga Laksmi menawariku pekerjaan di Lalbatti. Katanya, ada lowongan untuk gadis muda sepertiku. Asal bukan sebagai penghibur, aku menyanggupi, yang diiyakan Laksmi. &lt;br /&gt;Hampir dua bulan aku bekerja di Lalbatti. Sampai sekarang Noura belum tahu dimana aku bekerja. Aku hanya mengatakan aku hanya menjadi pelayan di sebuah toko pakaian. Selama ini aku tidak mendapatkan kesulitan berarti. Aku bekerja dari jam 1 siang dan pulang ke rumah menjelang tengah malam. Aku bersyukur karena di Lalbatti aku bisa melakukan shalat `Ashar dan Maghrib sehingga tak perlu pulang. Meski tak ada tempat khusus, aku bisa melakukannya di kamar Bibi Reshma, tukang masak di rumah itu yang sudah menganggapku sebagai anak sendiri. Mushalla tidak akan pernah ada di sana. Yang ada hanya tempat ’sembahyang’.  Tempat yang ku maksud adalah sebuah altar pemujaan dengan patung Dewa Siwa. Pada hari-hari tertentu aku melihat Shanti Bhai berdoa dihadapannya dengan khusuk. Aku tak tahu, apakah prostitusi dihalalkan dalam agama hindu. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Pada suatu hari, aku merasa tidak enak badan. Aku memutuskan untuk tidak masuk kerja. Tadi aku sudah minta izin melalui Laksmi. Kepalaku benar-benar pusing. Pandangan berkunang-kunang bila aku melangkah, ulu hati terasa nyeri dan rasanya selalu mual dan ingin muntah.&lt;br /&gt;Aku beristirahat di kamar. Tapi tak bisa memejamkan mata. Ada foto Bauji dan Amma tergantung di dinding, tersenyum manis sekali. Aku rindu. &lt;br /&gt;Di bawahnya, tepatnya di atas meja kecil tempat aku menyimpan buku-buku pelajaranku dahulu, ada fotoku dan Noura. &lt;br /&gt;Noura. Adikku yang cantik itu tentu sedang belajar di sekolah. Ada rasa rindu datang tiba-tiba. Sepertinya sudah lama sekali aku tidak punya waktu lama untuk berbincang dengannya. Pagi ketika aku di rumah, Ia harus berangkat sekolah. Siang ketika Ia pulang, aku sudah berangkat kerja. Malam ketika aku datang, ia sudah terlelap di kamarnya. Setelah mencium keningnya lembut, biasanya aku shalat Isya` dan langsung tidur. Begitu terus. Pun hari minggu, aku tidak libur. Bahkan hari minggu itu tamu sedang banyak-banyaknya. Shanti Bhai tidak akan mengizinkanku minta libur. Katanya sih, aku pelayan yang paling disukai di sana. Bagiku suka atau tidak, tidak terlalu penting. Asal dibayar sesuai kerjaku saja. Walau sakit, sekarang aku bersyukur karena bisa istirahat. Bekerja di Lalbatti juga sangat melelahkan.&lt;br /&gt;Matahari tepat di atas rumah. Cahayanya menerobos celah atap yang bolong. Perutku terasa lapar. Tadi pagi aku tidak memasak dan hanya makan sedikit prata  sisa semalam. Mencari makanan ke dapur akan sia-sia  saja. Noura belum bisa memasak. &lt;br /&gt;Aku paksakan diri keluar menuju warung terdekat untuk beli makanan. Disana aku banyak membeli makanan jadi. Mumpung aku di rumah, aku ingin makan bersama Noura. Sebentar lagi ia akan pulang.&lt;br /&gt;Aku meletakkan makanan di meja. Sambil menunggunya aku putuskan untuk shalat dan tilawah terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Brakk! Suara gedubrak di luar menghentikan tilawahku. &lt;br /&gt;Noura berdiri tegak dan menatapku tajam begitu melihatku keluar dari kamar. &lt;br /&gt;“Kya hua ?” tanyaku heran. Matanya berkilat memendam amarah yang tak pernah ku temui selama ini. &lt;br /&gt;“Apa yang salah, Noura? Kenapa menatap Didi  begitu?” aku bertanya tak mengerti.&lt;br /&gt;“Didi bohong”.&lt;br /&gt;“Bohong apa?? Kamu baru pulang dan marah-marah. Didi tak mengerti”&lt;br /&gt;“Didi bilang menjadi pelayan di toko. Ternyata di Lalbatti. Itu kan rumah prostitusi? Seumur-umur Bauji dan Amma tidak akan memaafkan Didi jika tahu pekerjaan Didi”. Aku benar-benar kaget dengan kalimat-kalimatnya.&lt;br /&gt;“Didi tidak seperti yang kau kira, Noura. Didi memang berbohong dengan mengatakan bekerja di toko pakaian. Tapi tugas Didi benar-benar sebatas pelayan yang mengantarkan minuman. Tidak lebih”.&lt;br /&gt;“Dengan membiarkan tubuh Didi disentuh lelaki-lelaki tua itu?” Noura tersenyum sinis. Tas sekolahnya dilempar begitu saja.&lt;br /&gt;“Percayalah pada Didi, Noura. Semua ini pun terpaksa Didi lakukan untuk kelangsungan hidup kita. Didi tidak sekotor itu”.&lt;br /&gt;“Sama saja. Didi menyaksikan maksiat itu setiap hari. Bukannya mencegah, malah sengaja menyaksikannya setiap hari”. &lt;br /&gt;“Didi bisa menjaga diri”.&lt;br /&gt;“Menjaga diri? Lalu siapa yang kemarin malam bersama Takur Pratabh? Sashi, anaknya adalah temanku. Tadi dia mencaci maki aku di sekolah. Dia bilang, Didi perempuan murahan. Ayahnya pulang setiap malam dengan mabuk dan menyebut-nyebut nama Didi. Ibunya sakit-sakitan”.&lt;br /&gt;Rabb ! Aku tidak pernah menyangka kejadiannya akan seperti ini. Takur bernama Pratabh itu memang paling berambisi mendekatiku. Pada suatu malam ia mabuk berat. Hampir sepuluh botol minuman keras yang kuhidangkan habis ditenggaknya. Ia mencoba menarik pakaianku sehingga aku nyaris terjatuh dalam pelukannya. Untungnya aku mencoba mempertahankan keseimbangan dan nampan berisi botol dan gelas lebih dulu jatuh mengenai kepalanya yang botak. Aku segera berlari ke kamar, ganti baju dan berlari pulang. Jika Sashi anaknya adalah teman Noura, itu bukan mauku.&lt;br /&gt;“Aku menyesal makan dari uang haram selama ini. Tahu begitu lebih baik Esha mati kelaparan. Aku malu, Didi. MALU PUNYA KAKAK SEORANG PE.... !”&lt;br /&gt;Plakk! Aku menampar Esha sebelum ia sempat menuntaskan kalimatnya.&lt;br /&gt;“Uang haram katamu? Kau akan mengatakan kakakmu seorang pelacur?”&lt;br /&gt;Kata-kataku meluncur begitu saja tanpa dapat ku tahan. Aku tak pernah bisa menyangka bisa menamparnya. Tapi sakit ini terlalu menyesaki hati. Aku menyayanginya. Mencintainya setulus hatiku, dan rela berkorban apa saja untuk kebahagiannya. Tapi haruskah ini balasannya? Rabb, mere ishq ko aise na tadpayee ….&lt;br /&gt;”Aku benci, Didi. AKU BENCI”. Noura menghambur ke kamarnya.&lt;br /&gt;Lupa pada sakitku, aku melangkah ke luar dengan marah bercampur luka. Dukaku meruah membentuk aliran sungai di pipi tirus yang tak sempat ku hapus. Aku berjalan tak tentu arah tanpa menoleh lagi. Di depan Noura aku merasa  statusku sebagai kakak tercampakkan begitu saja. Tak dihargai, apalagi dihormati. Padahal segenap kasih sayangku telah kucurahkan untuknya. &lt;br /&gt;Tujhe har kushi dadhi laboon ke haseen dadhi.   Mere dadhkan ko samjho?  Tum bhi mujhse pyar karta hoon., Noura …&lt;br /&gt;Sia-sia saja rasanya apa yang aku lakukan. Untuknya aku rela putus sekolah dan bekerja, dan untuknya pula aku menabahkan diri di Lalbatti. Meskipun benar apa yang diketahuinya tentang Lalbatti,  tapi aku tidak akan pernah merelakan diriku sendiri menjadi pemuas nafsu di Lalbatti. Semua terpaksa. Tapi kenapa Noura tak bisa memahami? Tuhan, Kau tidak akan pernah mengizinkan hamba-Mu menjadi pelacur, bukan?&lt;br /&gt;Saat gundah seperti ini, rindu rasanya pada Bauji dan Amma. Kalau saja Bauji dan Amma masih hidup, mungkin semua luka tak akan terasa sakit aku derita. Tapi menghadapi situasi seperti ini, bertengkar dengan adikku sendiri, maka sungguh… kelelahan kini tak hanya mendera raga, tapi juga jiwa.&lt;br /&gt; Entah sudah berapa jauh aku berjalan. Senjapun mulai berganti malam.&lt;br /&gt;“Hei, Aisha!” satu suara membangunkan aku dari lamunan. Fathiya.&lt;br /&gt;“Mau kemana sendirian? Kau tahu kan kalau Viraar di malam hari tidak cukup aman untuk gadis secantik kamu?” Aku tersenyum. Lucu juga mendengar pertanyaannya yang beruntun.&lt;br /&gt;“Aku tak tahu harus kemana”&lt;br /&gt;“Lho, kenapa bisa begitu? Kau kabur dari rumah? Sejak kau berhenti sekolah kita lama tak bertemu, dan aku tak pernah mendengar kabarmu”&lt;br /&gt;“Tak ada yang menarik dariku untuk kau dengar. Aku kotor, aku tak  ada harganya…”&lt;br /&gt;“Hei, stop! Rupanya kau sedang suntuk, Kawan. Mau ikut ke rumahku saja? Nanti kau bisa cerita gundah yang kau bawa jika itu kau rasa perlu. Daripada berjalan tak tentu arah? Barangkali aku bisa membantu. Setidaknya menjadi seorang pendengar yang baik. Main hoon na, Aisha ”&lt;br /&gt;Akhirnya ku putuskan ikut Fathiya saja. Aku masih tak bisa bertemu Noura dalam keadaan seperti ini.&lt;br /&gt;Di rumahnya Fathiya menjamuku. Aku teringat makanan yang kubeli tadi tadi. Orang tua Fathiya sangat ramah. Mereka nampaknya juga sangat perhatian pada Fathiya, pada Royhan adiknya, atau juga pada Iqbal, kakak Fathiya yang kuliah di Agra.&lt;br /&gt;Setelah makan dan shalat, aku menceritakan semua yang kualami sejak tak bertemu dengannya. Sejak kedua orang tuaku meninggal, pekerjaanku di Lalbatti, dan pertengkaranku tadi siang dengan Noura.&lt;br /&gt;“Aku tak menyalahkanmu, Aisha. Semua orang bisa saja melakukan hal yang sama jika berada di posisimu”.&lt;br /&gt;“Kalau aku tak sepenuhnya bisa disalahkan, kenapa Sashi mengatakan aku pelacur? Dan adikku juga mengucapkannya padaku? Aku tidak menjual diri, Fathiya. Percayalah, aku masih Aisha yang bersih”&lt;br /&gt;“Aisha, kita sama-sama muslim, kan? Maka akan lebih  mudah bagiku untuk mengingatkanmu bahwa Allah melarang kita mendekati zina, apalagi melakukannya”&lt;br /&gt;“Tum … kau juga menganggapku begitu?” Aku bangkit tersentak.&lt;br /&gt;“Nahin . Jangan salah mengartikan kata-kataku. Kau ingat kata Ustadz Mahmood guru mengaji kita? Zina bukan hanya persetubuhan antara laki-laki dengan perempuan. Ada zina panca indra, juga zina hati. Tidak melakukan zina tapi berada di sekitar lokasi timbulnya zina, juga bisa membuat kita digolongkan sebagai pelaku zina”. Aku hanya manggut-manggut mendengarkan uraian Fathiya yang panjang lebar.&lt;br /&gt;“Lalu aku sebaiknya bagaimana? Di sana aku mendapatkan gaji yang cukup lumayan. Kalau aku berhenti bekerja, bagaimana kehidupan kami?”&lt;br /&gt;“Tanyakan pada hati nuranimu, Aisha. Tenangkah kamu bekerja di sana? Ingatlah bagaimana sikap Noura setelah tahu pekerjaanmu. Senangkah dia?” Aku terdiam.&lt;br /&gt;“Jika perkataanku ada benarnya, kenapa tidak pindah kerja saja?” Fathiya menambahkan setelah beberapa detik kami sama-sama terdiam.&lt;br /&gt;“Dimana aku bisa cari kerja? Kau tahu, sekolahku saja terputus”.&lt;br /&gt;“Dimana, ya? Hmmm… aku ingat. Kemarin teman Amma-ku mencari seseorang untuk menjadi penjaga tokonya. Teman Amma-ku itu muslim juga. Keturunan Pakistan. Kerjanya paruh waktu, kok. Jadi kalau kamu mau, kamu kan bisa kerja sambil meneruskan sekolah. Di Mumbai juga sih. Tapi jaraknya jauh dari Lalbatti”. mata Fathiya berbinar-binar setelah merasa telah memberi solusi terbaik atas kebingunganku.&lt;br /&gt;Yup! Tanpa pikir panjang aku segera mengiyakan. Malam ini aku tertidur lelap di rumah Fathiya.&lt;br /&gt;Esoknya Ia dan Ammanya mengantar aku ke rumah Zahra, nama pemilik toko itu. Benar-benar toko pakaian. Tanpa banyak basa-basi, dia setuju mempekerjakan aku di sana. Bahkan sekiranya aku tidak mempunyai tempat tinggal, aku juga boleh tinggal di paviliun rumahnya. Rabb… mere syukriya. &lt;br /&gt;Menjelang `Ashar, selepas shalat Dzuhur kamipun pulang. Sesampai di rumah Fathiya aku tidak mampir dulu meski mereka menawarkan. Aku ingin segera pulang dan bertemu Noura. Pasti adikku akan senang mendengar kabar ini. Ah, semoga ia mau memaafkan kesalahan dan tamparanku kemarin.&lt;br /&gt;Sore yang indah. Langit Viraar cukup cerah. Di ufuk barat berhias rona merah saga. Pasti Noura sudah ada di rumah. Aku akan datang meminta maaf padanya. Adikku sayang, hari ini Didi-mu mendapatkan pekerjaan yang halal dan insya Allah penuh berkah seperti yang kau inginkan. &lt;br /&gt;Langkahku terayun ringan. Atap rumahku terlihat dari jauh. Semakin dekat. Sekilas Lalbatti melintas dalam ingatan. Cepat aku menepisnya. Langkahku semakin ku percepat. Setengah berlari aku pulang. Tak sabar ingin memeluk Noura dan menuntaskan rindu yang terpenggal karena kesalahanku selama ini.&lt;br /&gt;Aku melangkah dengan hati berbunga-bunga. Senyumku terus merekah. Di perempatan jalan, seratus meter menuju rumahku, aku menyeberang tanpa menoleh kiri-kanan. Tak ku sadari, sebuah mobil melaju kencang ke arahku. Aku merasakan tubuhku membentur benda keras. Kemudian segalanya terasa begitu ringan. Ku lihat Bauji dan Amma melambai penuh cinta ke arahku, diantara kumpulan awan tipis yang berarak seperti kapas. &lt;br /&gt;***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-1113937879268045861?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/1113937879268045861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=1113937879268045861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1113937879268045861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1113937879268045861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/05/elegi-lalbatti_6179.html' title='ELEGI LALBATTI'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-1551743464710734422</id><published>2011-05-09T22:23:00.004+07:00</published><updated>2011-05-09T22:37:09.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>DARI LERENG BROMO UNTUK INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-a16I2H3H5lM/TcgHf_dmiGI/AAAAAAAAAJ4/gxSeyMi_Tt0/s1600/100_0249.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-a16I2H3H5lM/TcgHf_dmiGI/AAAAAAAAAJ4/gxSeyMi_Tt0/s320/100_0249.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604737982455515234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tepat ketika shalat Jum’at hendak dilaksanakan pada Jum’at (15/4) lalu, sebuah bom meledak di masjid Mapolresta Cirebon, banyak jama’ah yang menjadi korban, termasuk si pengebom yang tewas seketika. Kedamaian di negeri ini sekali lagi terkoyak, setelah publik sempat ramai dengan teror bom buku yang meresahkan, kali ini tempat suci berupa masjid merah oleh darah korban yang berjatuhan.  &lt;br /&gt;Tapi hal itu menjadi kontras dengan pemandangan yang tersaji di sekian ratus kilometer dari tempat insiden bom bunuh diri itu. Tepatnya di desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, kerukunan dan kedamaian terasa begitu kental di daerah yang dihuni oleh masyarakat suku Tengger ini.&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi yang didapat, desa yang terletak sekitar 15 km dari Gunung Bromo ini sangat cocok menjadi pilihan untuk melihat lebih dekat bagaimana kerukunan hidup antar umat beragama yang kini semakin jarang ditemukan di negeri ber-bhinneka ini. Konon, di desa ini terdapat penganut agama Islam, Hindu, dan agama lainnya yang hidup berdampingan dan rukun. &lt;br /&gt;Desa ini mempunyai luas. Dari kecamatan Sukapura sekitar 3 km. Kehidupan warga di desa yang dihuni oleh 2.823 jiwa dan terdiri dari 910 kepala keluarga ini damai sejak dari dulu meski terdiri dari latar belakang agama yang berbeda. Menurut Arjiwan Widodo yang menjadi Pak Tinggi (Kepala Desa, red) desa Sapikerep, dari warganya terdapat kurang lebih 50% beragama Muslim, Hindu 45%, dan agama lainnya seperti Kristen berjumlah sekitar 5%, mereka semua hidup rukun dan berdampingan tanpa gesekan dari zaman nenek moyang dulu. Hal ini diindikasikan terjadi karena warga di desa ini memegang kuat adat yang berlaku.&lt;br /&gt;Toleransi beragama yang akhir-akhir ini banyak dipertanyakan, ternyata terlihat sangat kental di sini, contohnya ketika Idul Fitri yang menjadi hari besar bagi Muslim, tak hanya sesama muslim, tapi tetangga yang beragama lain juga turut berkunjung ke rumah tetangganya yang sedang merayakan hari besarnya, begitu juga sebaliknya. Bahkan, ketika tiba waktunya shalat bagi orang Islam dan sembahyang bagi umat Hindu, pengeras suaranya pun bergantian, jika sudah selesai adzan di masjid, maka kemudian pengeras suara milik Pura yang berbunyi.&lt;br /&gt;Hal ini juga berlaku ketika ada salah seorang warga Muslim mengadakan Haul/Tahlilan keluarganya yang telah meninggal, maka si empunya hajat akan mengundang semua tetangga, baik yang seagama atau yang beragama lain.&lt;br /&gt;Di desa yang mempunyai luas + 15 juta hektar ini, semangat tolong-menolong dan gotong royong melekat erat pada masyarakat meskipun berbeda, misalnya ketika terjadi perbaikan pura atau masjid, umat beragama lain turut serta membantu.&lt;br /&gt;“Dari dulu memang desa ini damai, bahkan ketika selama 6 bulan gunung Bromo mengeluarkan abu vulkanik, warga desa Sapikerep santai saja, tidak ada yang unjukrasa, tidak ada yang mengungsi, karena yakin, meski tanah tidak bisa ditanami”, ujar Ngatik, Dukun Pandita, atau sering disebut juga Pak Dukun (tetua adat Tengger, red.).&lt;br /&gt;Di desa ini juga perbedaan agama dalam keluarga tidak dipermasalahkan, banyak rumah yang dihuni oleh dua atau tiga macam agama, misalnya Hindu, Islam, dan Kristen. Seperti yang terjadi di keluarga Arjiwan Widodo, nenek mertuanya beragama Hindu, sedangkan dia dan anak istrinya beragama Islam. Bahkan, salah seorang putri Ngatik ada yang masuk Islam karena mengikuti agama suaminya, dan hal itu tidak menjadi soal.&lt;br /&gt;“Tidak ada yang merasa keberatan dengan agama yang dianut oleh orang lain,” ungkap Noer Salim, Dewan Syura DPC NU Sukapura sekaligus pengajar TPQ di desa ini. “Karena toleransinya yang kuat, bahkan tidak jadi masalah jika anak seorang yang Hindu ikut belajar membaca al-Qur’an,” lanjutnya.&lt;br /&gt;Pada awalnya, warga desa Sapikerep beragama Budha, tapi mereka hanya mengamalkan acara selamatan saja, setelah datangnya pembina agama Hindu dari Bali, kemudian warga banyak yang pindah ke agama Hindu, hingga sekarang tidak dapat ditemukan lagi warga desa Sapikerep yang beragama Budha. Namun, warga menolak jika dihubung-hubungkan atau disamakan dengan agama Hindu atau adat yang ada Bali karena memang berbeda. Mulai dari bentuk udeng (penutup kepala, red) dan baju adat sudah berbeda.&lt;br /&gt;Karakteristik Suku Tengger&lt;br /&gt;Dalam Kamus Budaya dan Religi Tengger yang ditulis oleh Ayu Sutarto dijelaskan bahwa Tengger adalah nama sebuah dataran tinggi yang membentang di kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Menurut orang Tengger nama ini berasal dari suku kata terakhir Rara Anteng putra Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit yang melarikan diri dan Jaka Seger anak seorang Brahmana. Kedua tokoh ini menikah dan menurunkan orang Tengger yang sekarang dikenal. Tengger juga berarti tengering budi luhur ‘tanda keluhuran budi pekerti’, yakni bahwa orang yang tinggal di kawasan ini selali bertumpu pada keluhuran budi dalam kehidupan sehari-harinya. &lt;br /&gt;Tengger mempunyai luas daerah kurang lebih 40 km dan utara ke selatan; 20-30 km dan timur ke barat, di atas ketinggian antara 1000m - 3675 m. Daerah Tengger terletak pada bagian dari empat kabupaten, yaitu : Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang. Tipe permukaan tanahnya bergunung-gunung dengan tebing-tebing yang curam. Kaldera Tengger adalah lautan pasir yang terluas, terletak pada ketinggian 2300 m, dengan panjang 5-10 km. Kawah Gunung Bromo, dengan ketinggian 2392 m, dan masih aktif .Di sebelah selatan menjulang puncak Gunung Semeru dengan ketinggian 3676 m.&lt;br /&gt;Sebagai salah satu suku yang ada di Indonesia, suku Tengger adalah salah satu dari sekian suku yang masih menjaga kearifan lokalnya. Berbagai macam adat-istiadat masih terjaga rapi. Salah satunya adalah upacara adat yang rutin digelar mulai setahun hingga lima tahun sekali. Yaitu Karo yang diadakan setahun sekali, Unan-unan setiap lima tahun sekali, dan Kasada yang diadakan setahun sekali (yaitu pada tanggal 15 bulan Poso/Ramadhan).&lt;br /&gt;Suku Tengger mudah dikenali karena kain sarung yang mereka kenakan, atau yang biasa disebut dengan kawengan. Kawengan juga berfungsi sebagai baju penghangat dan dikenakan mulai dari berladang hingga santai.&lt;br /&gt;Di dalam kehidupan sehari-hari orang Tengger mempunyai kebiasaan hidup sederhana, rajin dan damai. Mayoritas dari mereka adalah petani. Ladang mereka di lereng-lereng gunung dan puncak-puncak yang berbukit-bukit. Alat pertanian yang mereka pakai sangat sederhana, terdiri dari cangkul, sabit dan semacamnya. Hasil pertaniannya itu terutama adalah jagung, kopi, kentang, kubis, wortel, dan lain-lainnya. &lt;br /&gt;Mungkin karena sifat masyarakat suku Tengger yang cinta damai, mereka bisa dengan lapang dada menerima perbedaan yang ada di sekelilingnya, termasuk perbedaan agama, dengan catatan tidak mengganggu ketentraman warga. Karena menurut cerita, dulu pernah ada seorang yang melarang warga desa yang beragama muslim untuk berdekatan atau ikut upacara adat suku Tengger yang biasa mereka lakukan, tapi hal ini tidak berlangsung lama karena masyarakat desa menolak kehadiran ajaran yang bertentangan dengan karakter warga Tengger yang cinta damai dan penuh toleransi terhadap sesama.&lt;br /&gt;Bisa bayangkan bagaimana keadaan Indonesia jika warga negaranya damai dan mempunyai toleransi tinggi terhadap perbedaan laiknya warga Tengger ini, rasanya tidak berlebihan jika mendaulat desa ini sebagai daerah percontohan kerukunan antar sesama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: tulisan ini hasil hunting aku, Uul, Amir dan Subaidi untuk penerbitan Tabloid SOLIDARITAS IAIN Sunan Ampel.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-1551743464710734422?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/1551743464710734422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=1551743464710734422' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1551743464710734422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1551743464710734422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/05/dari-lereng-bromo-untuk-indonesia.html' title='DARI LERENG BROMO UNTUK INDONESIA'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-a16I2H3H5lM/TcgHf_dmiGI/AAAAAAAAAJ4/gxSeyMi_Tt0/s72-c/100_0249.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-7142498744759802515</id><published>2011-05-03T11:17:00.000+07:00</published><updated>2011-05-03T11:18:01.419+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Musim Beku di Kota Sajak</title><content type='html'>&lt;p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Selembar salju menyelimutiku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sehabis ku selesaikan perjalanan rindu &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dari gunung pasir dan pantai cemara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Ada seikat rindu yang ku simpan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Di kantong kemejaku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Ingin ku berikan padamu sore itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Namun di matamu setumpuk mendung&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Berwarna jambu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Lalu ku urungkan tuk memberikannya padamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Masih ku simpan rapi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Gulungan cerita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Yang pernah kita tulis di warung pinggiran &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Bersama semangkok kuah kata&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Yang tak lagi hangat karna kita terlalu lama bercanda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Mungkin kau telah melupakannya &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Karna lelaki berwajah merah itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Telah memasuki istana birumu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dan kau pun tak pernah lagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Menemaniku bercerita dan berpuisi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Di sudut taman tak berbunga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Hari ini, laut tak secair dahulu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sungai kata tak seindah kemarin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Pelangi pun tak lagi berwarna&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Musim beku telah datang &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Melanda kota sajak tempat kita sering berjumpa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Hanya langit tetap indah dengan aurora&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Selalu temaniku dalam gigilku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:2"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;i&gt;April-Mei 2011&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-7142498744759802515?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/7142498744759802515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=7142498744759802515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7142498744759802515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7142498744759802515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/05/musim-beku-di-kota-sajak.html' title='Musim Beku di Kota Sajak'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-9098693480741607763</id><published>2011-04-17T16:25:00.001+07:00</published><updated>2011-04-17T16:28:34.941+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>JOURNEY TO BE JOURNALIST</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ZzBjZXfOpyc/TaqymSmRpcI/AAAAAAAAAJg/nrbCXnHlLIg/s1600/100_0219.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ZzBjZXfOpyc/TaqymSmRpcI/AAAAAAAAAJg/nrbCXnHlLIg/s320/100_0219.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596481857858414018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Perjalanan ini diawali dengan rencana terbitnya Tabloid Solidaritas IAIN Sunan Ampel Surabaya edisi Mei 2011. Kebetulan pada edisi tersebut redaksi sepakat untuk mengangkat tema tentang multikulturalisme di indonesia dan salah satu sub temanya tentang kerukunan beragama suku Tengger yang berada di lereng gunung Bromo, Pobolinggo, Jatim. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Setelah itu, kami memutuskan siapa saja yang bertugas untuk liputan ke Bromo yang terdiri dari empat orang. Yaitu, Ubeid selaku Pimred, aku, Amir, dan Uul. Kami berempat sepakat untuk memulai liputan di Tengger tanggal 15 April 2011, hari jumat. Menurut rencana kami akan berada di sana selama dua hari sampai hari sabtu sore atau paling terakhir minggu pagi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Sejujurnya, tak satu pun dari kami berempat yang tahu betul daerang suku Tengger di Bromo. Ubeid pun yang pernah ke Bromo hanya sebatas tahu rute jalannya dengan kendaraan pribadi, tidak dengan angkutan umum, apalagi seluk beluk suku tengger juga desa apa yang layak untuk diliput dan dimasukkan ke tabloid Solidaritas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Meski begitu, kami tetap berangkat ke Bromo dengan bermodal kartu pers dan surat tugas peliputan. Kami berangkat dari LPM Solidaritas jam 08.00 WIB menuju terminal bungurasih Surabaya.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Dari terminal Bungurasih tujuan kami saat itu hanya satu, yaitu terminal Probolinggo. Tak ada yang tau setelah itu kami harus cari angkutan di mana untuk mencapai suku tengger. Hanya keberanian bercampur kepasrahan yang ada di benak kami saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-klO3rH08LxI/Taqymqqj-mI/AAAAAAAAAJo/_vmFxgkeTAY/s320/100_0238.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596481864318843490" /&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Sekitar jam 12.00 WIB kami tiba di terminal Probolinggo. Saat itu cuaca di sana lumayan sejuk tak seperti Surabaya yang selalu panas. Di terminal Probolinggo kami mencoba bertanya ke petugas terminal tentang angkutan menuju Bromo atau Tengger. Ada beberapa orang yang kami tanyakan dan kesimpulannya, untuk mencapai Bromo kami harus ikut bison atau mini bus yang ternyata merupakan travel jasa antar jemput. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Pada awalnya kami kira ongkos dari terminal Probolinggo ke Bromo tak kurang dari 15.000 rupiah saja. Tapi ternyata 30.000 rupiah setiap orang. Kami pun sedikit kaget. Tapi mau bagaimana lagi, kami harus ke sana untuk mendapatkan data keberagaman agama suku Tengger meski pun kami sendiri tau kondisi kantong kami saat itu sangat tipis sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Saat itu, kami masih tetap belum menemukan tujuan yang pasti di mana kami bisa menemui suku tengger yang berdampingan kehidupan beragamanya. Namun saat kami berempat menunggu bison berangkat ada seorang ibu muda yang berbincang-bincang dengan kami. Dari ibu muda itu kami mendapatkan informasi bahwa desa yang kehidupan beragamanya berdampingan dan cukup banyak macam agamanya hanya desa Sapikerep. Jaraknya dari puncak Bromo masih sekitar 15 km. sedangkan desa lain yang ada di bawaha atau pun di atasnya mayoritas ditinggali kaum satu agama. Ada yang ditinggali umat islam saja, ada pula yang hanya ditinggali umat hindu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Hampir satu jam perjalanan dari terminal Probolinggo menuju desa Sapikerep. Di desa itu kami turun tepat di depan balai desa. Tapi saat itu balai desa sudah tak ada orang. Kami pun bertanya pada orang yang tinggal di rumah sebelah balai desa. Ternyata balai desa sudah kosong dan kami harus menemui pak lurahnya atau pak tinggi (menurut istilah suku Tengger) di rumahnya yang jaraknya sekitar 500 m dari balai desa ke bawah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Saat itu suasana di desa Sapikerep lumayan dingin dan kami melihat kabut di mana-mana. Sedangkan dibawah kami sisa-sisa abu fulkanik semburan dari puncak Bromo masih terasa sangat tebal. Tapi kami tetap berjalan mencari rumah pak Lurah desa itu. Akhirnya, kami pun tiba di rumah pak Lurah. Saya cukup terkesan saat tiba di sana, suku Tengger ternyata sangat ramah saat menerima tamu tak seperti yang kami bayangkan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Sekitar setengah jam lamanya kami wawancara dengan pak Lurah. Setelah itu kami menanyakan siapa saja pemuka agama-agama di sana. Kami pun ditujukkan pada dua orang yaitu pak Dukun Ngatik selaku pembesar agama Hindu dan pak Kesra dari agama Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Kemudian, pak Lurah mengantarkan kami ke kediaman Pak Dukun Ngatik. Di sana juga kami disambut dengan sangat ramah. Aku sendiri pun merasa tak ada perbedaan dengan rumah pak Lurah yang beragama islam tadi dengan rumah pak Dukun ini, serasa tak ada perbedaan agama yang ku rasakan dari sikap pak Dukun dan keluarganya pada kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Hampir satu jam kami mewawancarai pak Dukun. Beliau sangat bersemangat sekali saat ditanya seputar adat suku Tengger dan keberagaman agamanya. Beliau mengatakan bahwa agama bukanlah penghalang untuk mereka hidup rukun dan saling tolong menolong. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Baru aku tahu ternyata di daerah itu banyak keluarga yang dalam satu rumah berbeda agama. Pak Dukun sendiri yang pembesar agama hindu mempunyai anak yang beragama islam dan menikah dengan orang islam pula. Tapi tak sedikit pun di sana tercium aroma perselisihan seputar agama seperti di daerah lain. Mereka hidup sangat rukun. Anjing-anjing yang dipelihara orang hindu pun tak sembarang menggonggong ketika melihat orang asing. Juga umat islam di sana tak sedikit pun merasa risih dan terganggu dengan adanya anjing-anjing yang berkeliaran di sekitar rumah mereka. Sungguh betapa indahnya kehidupan yang mereka jalani. Saling mengerti dan toleransi satu sama lain. Subhanallah. Andai saja daerah lain mau meniru suku Tengger ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Selanjutnya orang terakhir yang perlu kami wawancarai adalah pak Kesra selaku pemuka agama islam. Tapi sayang saat kami mendatangi rumahnya beliau sedang ada urusan keluar kota. Akhirnya dengan petunjuk dari istri pak Kesra kami mengunjungi pak Noer Salim penjaga masjid Nurul Falah yang juga pemuka agama Islam di sana. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Saat menemui beliau kami seakan menemui guru kami sendiri. Terasa sangat dekat dan sangat akrab. Beliau pun langsung mengerti apa yang kami inginkan dan langsung menjelaskan panjang lebar tentang Islam di suku Tengger termasuk tentang keislaman Suku Tengger yang ternyata termasuk umat NU (Nahdlatul Ulama’). Kalau kata Amir, ‘golongan sendiri’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Akhirnya wawancara kami selesai. Tapi saat itu cuaca masih hujan dan kami tak bisa bergerak dari masjid Nurul Falah. Kami kemudian berunding apa akan tetap melanjutkan niat kami untuk naik ke puncak Bromo atau turun dan kembali ke Surabaya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Sebenarnya, kami sangat menginginkan untuk naik ke puncak Bromo dan menikmati Sun Rise esok hari. Tapi kami mempertimbangkan lagi kondisi kantong kami. Di atas sana kami harus mendapatkan penginapan yang menurut informasi penduduk sana harga minimal 200.000 rupiah. Harga yang sudah sangat tidak cocok dengan kondisi kantong saat itu. Apalagi kami juga mempertimbangkan harga makanan yang ternyata jauh lebih mahal dari Surabaya. Bayangkan, harga sepiring nasi dengan lauk mien dan telor juga segelas teh hangat untuk empat orang sebesar 27.000 rupiah. Padahal di Surabaya dengan hidangan seperti itu, kami hanya mengeluarkan uang tak lebih dari 15.000 rupiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Akhirnya kami memutuskan untuk turun dan balik ke Surabaya meski saat itu sudah soren dan gerimis masih menyelimuti lereng gunung Bromo. Karena kalau saja kami lebih sore lagi hingga hari gelap kita tak turun kita tak akan mendapatkan angkutan ke terminal Probolinggo yang sangat jarang juga di perjalanan kami akan bertemu dengan anjing-anjing dan hutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Dengan sedikit nekat dan pasrah pada Allah kami pun turun menuju Sukapura, desa yang cukup banyak angkutan menuju terminal Probolinggo. Jarak yang harus kami tempuh dari desa Sapikerep ke Sukapura ternyata tidak dekat, tapi kami harus menempuh jarak sekitar 10 km. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Kami pun melangkah dengan diiringi shalawat dan doa-doa yang kami bacakan setiap kali melangkah dengan harapan Allah bisa melindungi kami dari segala bahaya. Namun, sekitar 2 km dari tempat kami mengawali perjalanan turun, kami bertemu dengan seekor anjing berwarna coklat sebesar kambing. Awalnya kami melangkah santai, tapi tiba-tiba anjing itu menggonggong membuat kami terkejut. Dengan sedikit berlari kami mencoba untuk menjauh dari anjing itu tapi anjing itu malah mengikuti kami. Kami ketakutan hingga salah satu dari kami yaitu Ubeid dan Uul hampir terjatuh karena ketakutan. Dan alhamdulillah, saat itu tuan dari anjing itu tahu dan segera memanggil anjingnya untuk kembali ke rumah. Kami pun sedikit lega dan bersyukur pada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Namun, ringtangan menuju Sukapura ternyata tak hanya itu saja. Di depan kami terbentang hutan yang cukup luas. Tak satu rumah pun ada di sana. Jalan pun hampir tak terlihat andai saja purnama tak menemani perjalanan kami. Di hutan&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;ternyata aku merasakan hal sangat aneh, tiba-tiba aku merinding seperti ada sesuatu yang gaib menyentuh kulit. Tapi aku tetap tenang dan tak memberitahukannya ke teman-teman yang lain. Kami pun terus melangkah, ku lihat Amir masih tetap kuat karena memang dia cukup sering mengalami hal yang sama begitu juga aku dan Ubeid. Tapi yang menjadi perhatianku adalah Uul, dia mulai sedikit terseok-seok langkahnya dan sangat kelihatan sekali lelah telah masuk ke dalam tubuhnya. Tapi kami tetap bertahan karna kami tahu bukan saatnya untuk istirahat di tengah hutan yang gelap dan seram.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Akhirnya, setelah sangat lama kami berjalan desa Sukapura kami capai juga. Berkali-kali ku ucapkan kalimat syukur pada Allah karna kami terbebas dari bahaya hutan itu. Tapi di sana kami masih juga belum menemukan angkutan menuju terminal Probolinggo. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Sejenak kami istirahat sambil lalu membeli air mineral dan snack di depan sebuah toko yang cukup besar. Saat itulah kami melihat ada bison yang turun dari puncak. Tanpa pikir panjang kami menyetop bison itu dan menumpangnya. Akhirnya kami bisa sedikit lega karena kami telah bisa segera menuju terminal Probolinggo kemudian pulang ke Surabaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Sekitar 45 menit perjalanan dari Sukapura ke terminal Probolinggo. Di terminal kami tak berpikir panjang. Kami harus segera makan dan mencari bus ke Surabaya untuk pulang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Saat kami makan, aku bercerita tentang apa yang ku rasakan saat ada di hutan tadi dan ternyata tak hanya aku saja yang merasakannya tapi yang lain juga merasakan ada hal mistis dan gaib yang menyentuh dan menemani perjalanan kami dari Sapikerep ke Sukapura. Namun Allah masih melindungi kami hingga kami tak terbawa ke alam yang bukan alam kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-KA7fHcqsGzg/Taqym7cMJ5I/AAAAAAAAAJw/uZTrzQSDcHY/s320/IMG_3789.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596481868821964690" /&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Akhirnya kami menaiki bus Akas Asri menuju Surabaya dan pada jam 1.00 WIB dini hari kami kembali tiba di kampus tercinta dengan selamat. Apa yang terjadi padaku dan teman-teman saat itu akan menjadi pengalaman yang berharga, tak kan terlupakan hingga kapan pun dan juga tak akan bisa dihargai dengan uang sebesar apa pun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Untuk teman-teman dari LPM Solidaritas yang lain, kalian tak akan bisa merasakan enaknya jadi wartawan jika belum pernah merasakan hal yang aku, Amir, Ubeid dan Uul rasakan di Bromo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-9098693480741607763?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/9098693480741607763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=9098693480741607763' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/9098693480741607763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/9098693480741607763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/04/journey-to-be-journalist.html' title='JOURNEY TO BE JOURNALIST'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ZzBjZXfOpyc/TaqymSmRpcI/AAAAAAAAAJg/nrbCXnHlLIg/s72-c/100_0219.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-8123273589045731818</id><published>2011-04-11T11:46:00.000+07:00</published><updated>2011-04-11T11:47:16.359+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sepotong Malam di Kotamu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Gemerlap malam kotamu telah membiusku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dan membuatku enggan tuk tinggalkannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sepotong roti bakar berselai rindu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dan segelas susu coklat tanpa gula&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Menjadi hidangan makan malamku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Setelah ku lantunkan syair-syair Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Di sudut putih kotamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Perbincanganku tentang wanita bersepda hitam dan putih&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dengan lelaki tambun berwajah oval itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Membuatku tak bisa memainkan dawai tipis gerimis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Di kening langit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Gemerlap malam kotamu &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Telah membangkitkan kembali insomniaku &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Membuatku tak bisa menikmati sejuknya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Angin malam yang begitu lembut membelaiku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Ingin sekali aku beranjak dari sini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tapi kisah tentang penyair bisu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Yang ku tulis di prasasti depan rumahmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tak kunjung mampu ku selesaikan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Lalu saat pagi mulai menguap,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Para wanita berfarfum sembilu mulai terlelap&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Ku mulai membuka gulungan angin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Yang ku dapat dari negeri sakura&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dan membaca mantra-mantranya untukmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sambil menunggu datangnya kantuk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Yang selalu memelukku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:3"&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;i&gt;April 2011&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-8123273589045731818?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/8123273589045731818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=8123273589045731818' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/8123273589045731818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/8123273589045731818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/04/sepotong-malam-di-kotamu.html' title='Sepotong Malam di Kotamu'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-851755108530421336</id><published>2011-04-07T10:18:00.001+07:00</published><updated>2011-04-07T10:18:54.103+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Amnesia</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;              ;iwf&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Bukan puisi atau cerita tentang detektif &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Yang ingin ku bacakan untukmu malam ini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Melainkan sebaris mantra api&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dari dukun berwajah kelabu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tak ada lagi hasratku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tuk menikmati hidangan makan malam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dihidangkan wanita berparas bisu itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;II&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Aku masih di sini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Di trotoar kotamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Bercanda ria bersama para wanita setengah lelaki&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sambil lalu memainkan nada-nada fals&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dari negeri para tikus&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Ada sedikit inginku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tuk kembali ke kotaku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tapi aku tak lagi ingat jalannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Bahkan seketsa gubuk biru itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tak lagi mampu kulukiskan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Di catatan harian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Malam ini, bersama aroma lumpur minyak kotamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Ku coba terlelap&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sambil lalu menghapus sisa lumpur di wajahku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Yang ku dapat dari badan halus roda kertamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Saat dia melaju bersamamu begitu kencangnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Malam ini, bukan aku tak mau meninggalkan kotamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tapi aku tak lagi bisa menyebutkan dan mengingat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Ayahku, ibuku, saudaraku, dan semua orang dari gubukku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Karena aku sudah terlalu lama di sini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Mencari pecahan permata merah jambu dari istanamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tuk ku bawa ke puncak mahameru &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-851755108530421336?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/851755108530421336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=851755108530421336' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/851755108530421336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/851755108530421336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/04/amnesia.html' title='Amnesia'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-6568784009208664907</id><published>2011-03-24T09:27:00.000+07:00</published><updated>2011-03-24T09:28:13.163+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Epilog Malam</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Pertemuan di senja renta itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Mungkin akan menjadi akhir kisah ini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;;ku tulis dengan secawan arak surga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Malam ini bulan tak memelukku seperti biasa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dia hanya tersenyum padaku dari kejauhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Serasa enggan mencium aroma vodka dari mulutku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Ada seekor kelelawar menghampiriku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Menceritakan tentang seorang perempuan berparas biru&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dirayu lelaki berwajah kelabu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Ah, ingin sekali ku bunuh dia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Hingga tak lagi bisa menampakkan wangi amisnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;;menusuk hidungku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Malam ini, aku ingin membaca dongeng terakhir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Detektif negeri sakura untukmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sebelum akhirnya kau terlelap&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Lalu bertemu dengan awan di pagi beku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Agar esok saat ku temui Izrail di fajar bisu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Aku tak lagi mengingat sketsa parasmu &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Mirip putri iklan tivi itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Malam ini, aku ingin menghabiskan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Beribu botol wiski dari negeri bersalju&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tuk hilangkan semua penat yang menumpuk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sejak seabad yang lalu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Lalu aku akan mendendangkan nyanyian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Pria humoris dari negeri seribu satu malam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Agar mataku tak terkantuk lagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:3"&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Maret 2011&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-6568784009208664907?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/6568784009208664907/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=6568784009208664907' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6568784009208664907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6568784009208664907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/03/epilog-malam.html' title='Epilog Malam'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-4724805213104286139</id><published>2011-03-19T19:09:00.000+07:00</published><updated>2011-03-19T19:10:47.453+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Reruntuhan Mimpi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sudah tak ada guna&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Menangisi untaian puisi yang terhanyut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tsunami di laut jiwa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Beribu kisah yang ditulis malaikat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Berwarna merah jambu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Telah hangus terbakar api &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;;dinyalakan lelaki berwajah merah &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Bangunan mimpi yang kudirikan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dengan beribu-ribu batu imaji&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Hancur bersama ambruknya istana kata&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Aku tak lagi bisa bernafas lega &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sebab udara di sini sudah tak lagi menari&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sedang burung-burung elang hitam itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Semakin mencoba menusukku dengan cakarnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Senja pun tak lagi secantik dahulu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dia telah kehilangan keperawanannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sedang pelangi telah memudar warnanya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Ingin sekali rasanya memandang langit lebih lama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dan mengunjungi ujung selatan kota pahlawan sekali lagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tapi aku tak bisa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Kereta malam dari surga telah menungguku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Ia akan membawaku meninggalkan reruntuhan ini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Menuju taman nirwana berhias sejuta syair dan sajak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:2"&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Maret 2011&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-4724805213104286139?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/4724805213104286139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=4724805213104286139' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/4724805213104286139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/4724805213104286139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/03/reruntuhan-mimpi.html' title='Reruntuhan Mimpi'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-3860269160570300251</id><published>2011-03-16T00:46:00.000+07:00</published><updated>2011-03-16T00:48:35.724+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Rindu Sebotol Vodka</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Waktu telah mendaki puncak malam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Saat canduku pada sebotol vodka senyummu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Terbangun secara tiba-tiba&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Bara api yang pernah menyala&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Di labirin nurani &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Telah padam tak tersisa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dengan hujan dari langitmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Ingin sekali ku lukiskan mimpi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Di dinding istanamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tapi ku urungkan. Aku yakin lelaki berwajah merah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Yang selalu temani akan menghapusnya &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Kau pun tahu &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Aku berdiri di depan pintu istanamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sejak purnama lalu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Namun entah kenapa kau masih enggan menghampiriku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Mungkikah lelaki berwajah merah itu penyebabnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Entahlah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Cukuplah bagiku menikmati aurora matamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Yang kau pajang di jendela kamarmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Karena sepertinya aku masih ingin berlama-lama di sini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Meski ku tahu di gubukku yang tau jauh jaraknya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sepasang malaikat tengah menungguku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;i&gt;00.30 WIB, 16 Maret 2011. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-3860269160570300251?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/3860269160570300251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=3860269160570300251' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3860269160570300251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3860269160570300251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/03/rindu-sebotol-vodka.html' title='Rindu Sebotol Vodka'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-1318134907431938852</id><published>2011-03-04T20:59:00.001+07:00</published><updated>2011-03-04T21:02:41.360+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>Menulis Tentang Kehidupan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Berbicara tentang kehidupan seperti melihat langit yang tak pernah kita ketahui di mana dan seperti apa ujungnya. Berbicara tentang kehidupan sebenarnya adalah membicarakan tentang diri kita sendiri, tentang kepribadian, tentang sifat, dan tentang tujuan kita di dunia ini.&lt;br /&gt;Karena itu, saya ingin menceritakan sedikit tentang apa yang telah terjadi pada diri saya selama 19 tahun ini. Sejak saya masih baru keluar dari perut ibu saya hingga saat ini, detik ini. &lt;br /&gt;Selama itu pula sangat banyak sekali yang saya dapatkan dari kehidupan saya. Dan itu memang seharusnya. Mulai dari pengalaman, pengetahuan, pelajaran, hingga pencitraan baik-buruk dari orang-orang yang saya temui selama ini.&lt;br /&gt;Dulu, sebelum saya menjadi mahasiswa, saya tak pernah mau berpikir ribet untuk apa yang saya alami dalam kehidupan saya. Saya hanya berpikir yang penting saya bisa mendapatkan yang saya inginkan. Tak peduli itu merugikan orang lain termasuk orang tua dan saudara. Bahkan, saya tak pernah berpikir bagaimana perasaan seseorang yang pernah saya sakiti agar saya puas dan mendapatkan yang saya mau. &lt;br /&gt;Mungkin kata ‘Egois’ sudah sepantasnya disandangkan dibelakang nama saya. Itu karena sifat saya yang semaunya dan tak pernah mau peduli dengan orang lain. &lt;br /&gt;Tapi akhir-akhir ini, setelah ada beberapa kejadian yang menimpa saya, termasuk tentang masalah keuangan dan asamara. Saya mulai berpikir untuk berubah. Untuk memperbaiki kepribadian saya. Saya seharusnya sudah berpikir dewasa tidak seperti ABG atau bahkan anak kecil karena saya saat ini sudah menginjak umur 19 tahun. Usia di mana seseorang harus memikirkan kehidupan dan masa depan yang lebih panjang. Tidak hanya untuk main-main dan bersenang-senang saja.&lt;br /&gt;Selain dari pada itu, dalam kehidupan kita dituntut untuk memilih dan mengambil keputusan yang kemudian keberanian untuk menghadapi resiko yang diakibatkan oleh pilihan atau keputusan kita. Karena hidup adalah sebuah pilihan. Itu yang menjadi pelajaran pertama yang saya hadapi saat saya menjadi mahasiswa, saat saya menginjakkan kaki di kota Surabaya dan memulai kehidupan. Saya dituntut untuk berani menghadapi semuanya sendirian tanpa orang terdekat atau keluarga yang akan membantu. Karena mereka takkan bisa. Ini kehidupan saya. Ini resiko saya dan mereka takkan bisa mengambil alih untuk membantu saya.&lt;br /&gt;Dan dari semua yang selama ini saya alami dalam kehidupan ini satu yang saya tau pasti, Allah takkan pernah meninggalkan saya sendrian menghadapi ini, Allah akan selalu membantu karena tidak mungkin Allah memberikan suatu apapun kepada hambaNya kecuali ia mampu.&lt;br /&gt;Lalu, di akhir dari perjalanan ini kita akan menemui sebuah keadaan yang cukup banyak orang takutkan, yaitu kematian. Saya jadi berpikir, kenapa banyak orang takut mati? Bukannkah mati memang sudah jadi kodrat seorang manusia? Sudah hal pasti yang akan kita hadapi? Kalau boleh jujur saya pun terkadang juga merasa takut, tapi saat itu pula saya buang rasa takut itu. Karena saya sadar saya tidak mungkin bisa menghindar dari kematian. Tentang kematian, saya teringat kata-kata Soe Hok-gie, “Yang paling beruntung di dunia ini ada dua. Yang tak pernah dilahirkan dan yang mati muda. Berbagialah mereka yang mati muda”. Memang benar, orang yang mati muda tidak banyak melakukan dosa, menimbulkan masalah dan merusak alam. Apalagi yang tidak dilahirkan pasti tidak akan punya kesempatan untuk itu.&lt;br /&gt;Dan seiring berakhirnya tulisan ini, mudah-mudahan Allah menuntun saya ke jalan yang lebih baik dan lebih benar dari sekarang ini. Amien.&lt;br /&gt;Juga terima kasih banyak untuk keluarga dan teman-teman saya karena dengan melalui mereka saya mendapatkan banyak pelajaran tentang kehidupan. Terlebih untuk dua orang yang saat ini tengah menghiasi mimpi saya, IWF dan YZ, terima kasih karena kalian sudah meluangkan waktunya untuk menjadi orang terdekatku. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-1318134907431938852?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/1318134907431938852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=1318134907431938852' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1318134907431938852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1318134907431938852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/03/menulis-tentang-kehidupan.html' title='Menulis Tentang Kehidupan'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-6600721303179255067</id><published>2011-02-27T21:36:00.000+07:00</published><updated>2011-02-27T21:37:33.662+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Surat Laut untuk Langit</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Langit, percakapan kita di suatu senja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Di taman kaca &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Telah membangkitkan insomniaku &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Yang mati sejak tujuh purnama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Banyak cerita yang kau lontarkan sore itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dengan gaun biru khasmu &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;;pemberian dari Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Kau mengusap pipiku dengan lembut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Selembut ombakku pada pantai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Langit, sejak perjumpaan itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Aku tak banyak kehilangan mata air kataku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Makhluk-makhluk yang selalu di sampingku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Kini satu-persatu meninggalkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;;air kataku tak lagi seasin dahulu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Langit, aku tak lagi menjadi semudra luas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Disemayami berimu ikan warna-warni&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Aku hanya sebongkah lubang raksasa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dipenuhi sampah orang-orang kota nan sombong itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Langit, ingin sekali aku meminangmu dengan puisi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Seperti yang pernah dilakukan Adam pada Hawa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Atau Majnun pada Laila&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tapi aku tahu kau tak mungkin menerimanya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Karna antara laut dan langit masih ada awan dan angin &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sebagai pemisahnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Langit, satu yang ingin aku minta padamu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sebelum pagi datang bersama awan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Izinkan aku memandangmu lebih lama lagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sambil sesekali menunggu hujan darimu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Karena aku butuh hujan satu abad &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Untuk kembali menjadi samudra&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:3"&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Februari 2011&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-6600721303179255067?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/6600721303179255067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=6600721303179255067' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6600721303179255067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6600721303179255067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/02/surat-laut-untuk-langit.html' title='Surat Laut untuk Langit'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-5103584650374869301</id><published>2011-02-27T21:31:00.000+07:00</published><updated>2011-02-27T21:32:19.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>The Sea’s Melody</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:36.0pt"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;:Langit&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Lelah menjadi alasan utamaku &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Untuk tak beranjak dari sini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Kerajaan mimpi penuh gula-gula merah jambu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tempat pertemukan kita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Banyak kisah yang kau ucapkan padaku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tentang penjual daging di pasar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tentang pelangi yang bertambah warna putih&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dan tentang detektif dari negeri sakura, paling ku suka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Segelas vodka yang selalu temani malamku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Kini tak lagi aku meneguknya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Karena dirimu telah membuang hasratku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Namun, sejak sore rapuh kita lalui bersama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Senyummu terasa getir, tak seperti biasa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Membuatku enggan tuk melihatnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Lalu, setelah kau beranjak dari tempat dudukmu sore itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Elang putih dari negeri seberang &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Mengabariku tentang apa yang terjadi antara kau dan awan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;;sebuah kabut telah mengikat kalian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Ah, kau telah mengeringkan laut kataku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tapi tak mampu mengembalikannya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Biarlah, kau bangun sendiri dongenmu dengan si awan itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Aku tak mau peduli&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Aku akan tetap di sini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Menunggu langitmu menyirami lautku dengan hujan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Untuk mengembalikannya menjadi samudra lagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:4"&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Februari 2011&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-5103584650374869301?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/5103584650374869301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=5103584650374869301' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5103584650374869301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5103584650374869301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/02/seas-melody.html' title='The Sea’s Melody'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-3746249435431963583</id><published>2011-02-27T21:29:00.002+07:00</published><updated>2011-02-27T21:30:03.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Langit, Laut dan Angin</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Angin memelukku begitu lembut sore itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Saat ku dengar celoteh indahmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Mengalun merdu di tengah kebisangan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Negara api&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Di sana tak pernah ada langit dan laut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Tapi entah kenapa kau mampu membawakanku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Laut tenang dan langit damai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sore itu, suasana pantai yang sejuk &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dengan langit cerah begitu kurasa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Sedang kau dengan tenang bercerita &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Warna langit dan laut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Dan cerita itu adalah alkohol terdahsyat &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Yang tak pernah ku teguk sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Lalu, ketika hari manua&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Saat aku tersadar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;Kau telah pergi meninggalkanku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;bersama langit dan lautmu yang ternyata hanya fatamorgana&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="font-size:12.0pt;line-height:115%"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:3"&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Februari 2011&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-3746249435431963583?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/3746249435431963583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=3746249435431963583' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3746249435431963583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3746249435431963583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2011/02/langit-laut-dan-angin.html' title='Langit, Laut dan Angin'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-6988204099816174350</id><published>2010-12-30T20:12:00.000+07:00</published><updated>2010-12-30T20:13:29.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Tim ‘Garuda’ Vs Politisi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt; menjadi unggulan untuk meraih kesuksesan di AFF Cup 2010. Namun, setelah laga final leg pertama di Stadion Bukit Jalil, &lt;st1:city st="on"&gt;Kuala Lumpur&lt;/st1:City&gt; &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, status itu memudar. meskipun pada leg kedua &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; mampu unggul 2-1 atas &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, tetapi tetap saja tim ‘Garuda’ gagal membawa trofi AFF Cup pulang karena kalah agregat gol 2-4. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;"&gt;Banyak yang mengatakan bahwa penyebab terjadinya kekalahan tersebut adalah persoalan nonteknis yang dianggap kurang penting yang dilakukan PSSI dan beberapa pihak lainnya kepada Tim Garuda. Salah satunya, yang paling sering menjadi topik hangat di media-media adalah politisasi terhadap Timnas dan PSSI yang dilakukan oleh beberapa politisi Negara kita. Politisasi terhadap tim ‘Garuda’ mulai nampak setelah timnas menundukkan Filipina di semifinal dengan agregat 2-0. Sejak saat itu, banyak politisi yang mencoba mencari popularitas dengan cara dan kadar yang berbeda-beda. Mulai dari mengajak sarapan bersama, memberikan bantuan, hingga mengundang istigotsah bersama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;"&gt;Politisasi timnas &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; tak hanya terjadi di dalam negeri saja. Namun ketika tim ‘Garuda’ melakoni laga tandang leg pertama di Bukit Jalil pun politisasi itu masih terus berlanjut. Sejumlah spanduk besar bergambar beberapa beberapa tokoh politik terpasang di salah satu sudut stadion.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;"&gt;Di antara beberapa spanduk yang dipasang, tampak empat spanduk bergambar tokoh politik populer. Antranya, Presiden SBY, Ketum PSSI sekaligus kader Golkar Nurdin Halid dan Ketum Golkar Aburizal Bakrie serta Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;"&gt;Spanduk-spanduk tersebut di buat dengan besar yang sama. Dengan latar warna yang berbeda dan diberi lambang Garuda Pancasila. Bahkan spanduk Hatta sampai jelas memasang lambang partainya menjadi background (Harian Bangsa, Jawa Pos Group, Selasa, 28 Desember 2010).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;"&gt;Banyak tokoh yang menyayangkan ulah para politisi tersebut. Salah satunya adalah Burhanuddin Muhtadi, pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI). Dia berpendapat bahwa kesibukan dengan persoalan nonteknis yang dialami oleh para punggawa tim ‘Garuda’ bersama para politisi hingga beberapa jam sebelum keberangkatan ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Kuala Lumpur&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, mengakibatkan berkurangnya konsentrasi para pemain. Akibatnya, saatnya berlaga di Bukit Jalil tim ‘Garuda’ tidak bermain bagus, sering kehilangan bola dan kemudian menelan kekalahan 0-3 dari &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (Detik News, Minggu 26 Desember 2010, 21:56 WIB).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;"&gt;Tidak hanya Burhanuddin saja yang merasakan seperti itu. Mantan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Presiden&lt;/st1:City&gt;  &lt;st1:state st="on"&gt;RI&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;, Megawati Soekarno Putri pun sangat kecewa terhadap sikap para politisi yang ‘mencuri kesempatan dalam kesempitan’ politik di timnas. Megawati menilai bahwa tindakan para politisi tersebut secara tidak langsung ingin mengklaim prestasi Timnas yang belakangan ini mulai menanjak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;"&gt;Dia juga mengatakan bahwa olahraga memang salah satu lahan untuk berpolitik. Namun politik dalam berolahraga harus dimaknai sebagai sarana untuk membangkitkan nasionalisme dalam berbangsa dan bernegara (Detik News, Minggu 28 Desember 2010, 18:27 WIB).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;"&gt;Memang, apa yang telah dilakukan para politisi itu merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Timnas. Tapi bukankah dukungan yang seperti itu merupakan dukungan yang overdosis dan &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;berakibat hilangnya konsentrasi para pemain dan staf Timnas dalam menghadapi final. Seperti yang dikatakan oleh pelatih Timnas, Alfred Riedl. Dia mengatakan kepada wartawan saat jumpa pers setelah laga leg pertama final di Bukit Jalil bahwa dia merasa terganggu terhadap beberapa sikap dan agenda para politisi terhadap tim ‘Garuda’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;"&gt;Kini, hasil ‘ulah’ para politisi berbuah. &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; untuk kesekian kalinya menjadi &lt;i&gt;Runner Up&lt;/i&gt; di AFF Cup. Sekali lagi, ini merupakan akibat dari sikap berlebihan yang dilakukan oleh beberapa pihak terutama para politisi yang cukup mengganggu kosentrasi para pemain untuk fokus meraih gelar di Asia Tenggara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;"&gt;Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya para politisi Negara ini masih kurang sadar dan menyadari tentang porsi politik yang mereka jalankan. Dimana mereka bisa menjalannkannya dan untuk apa. Memang di olahraga juga harus ada politik. Tapi apakah yang mereka lakukan itu tidak berlebihan? Yang jelas sesuatu yang berlebihan akan berakibat buruk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;"&gt;Lagi pula, jika memang kita ingin meniru kesuksesan Brazil, Italia, Inggris, Spanyol, dan Negara Eropa lainnya di bidang Sepak Bola setidaknya kita tidak mencampurkan urusan partai politik ke dalam Faderasi dan tim sepak bola. Karena faderasi sepak bola Negara yang sukses seperti CBF (Brazil), FIGC (Italia), RFEF (Spanyol), dan FA (Inggris) tidak pernah mencampuradukkan antara politik dan olahraga. Tentu saja kita tidak pernah mendengar salah satu pemicu utama Faderasi-faderasi tersebut gagal merengkuh juara karena campur tangan para politisi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Mereka para politisi dan olahragawan Eropa tahu porsi dan tugas masing-masing. Politik dan olahraga ada tempat dan waktu masing-masing. Hal inilah yang perlu dicontoh oleh kita dan &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;para politisi. Mengingat bahwa potensi tim ‘Garuda’ untuk meraih sukses dalam dunia sepak bola dunia sangat besar.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-6988204099816174350?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/6988204099816174350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=6988204099816174350' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6988204099816174350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6988204099816174350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/12/tim-garuda-vs-politisi.html' title='Tim ‘Garuda’ Vs Politisi'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-6095460502367546850</id><published>2010-12-24T15:39:00.001+07:00</published><updated>2010-12-24T15:41:20.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Menjadi Pemenang Kehidupan, Siapa Takut?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TRRcqFy6StI/AAAAAAAAAJI/r4wy2YDjR-U/s1600/66315_1209920943460_1691838039_394281_873124_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 219px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TRRcqFy6StI/AAAAAAAAAJI/r4wy2YDjR-U/s320/66315_1209920943460_1691838039_394281_873124_n.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5554166118634638034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:4.0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="';font-size:12.0pt;"&gt;Judul Buku&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;: Menjadi Pemenang Kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:4.0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="';font-size:12.0pt;"&gt;Penulis&lt;span style="mso-tab-count:2"&gt;                       &lt;/span&gt;: Dhony Firmansyah dan Istikumayati&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:4.0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="';font-size:12.0pt;"&gt;Penerbit&lt;span style="mso-tab-count:2"&gt;                     &lt;/span&gt;: Leutika, Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:4.0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="';font-size:12.0pt;"&gt;Cetakan&lt;span style="mso-tab-count:2"&gt;                     &lt;/span&gt;: Pertama, September 2010&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:4.0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="';font-size:12.0pt;"&gt;Tebal&lt;span style="mso-tab-count:2"&gt;              &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;: xviii + 204 halaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:4.0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="';font-size:12.0pt;"&gt;Peresensi&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;: Akhmad Matin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-family:font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Pernahkah terbersit di pikiran kita untuk menjadi seorang pecundang? Saya yakin tidak. Setiap diri manusia tidak akan pernah mau jadi pecundang. Semuanya pasti ingin menjadi seorang pemenang. Baik menang dalam banyak hal atau pun dalam hal-hal tertentu yang dianggap penting.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Namun meskipun begitu, banyak di antara kita hanya sebatas berkeinginan atau bermimpi saja. Akan tetapi tak pernah berusaha untuk mengejarnya. Banyak di antara kita yang hanya mengatakan bahwa aku ingin menjadi insinyur, ingin menjadi seorang politikus, ingin menjadi seorang wartawan atau lain sebagainya. Tetapi, tak sedikitpun berusaha untuk mengejarnya, merealisasikan keinginan tersebut. Karena tidak ingin menghadapi kesulitan dan rintangan dalam proses untuk mendapatkannya. Hal itu sama saja dengan kita lapar, ingin makan tapi tidak mau masak atau membeli makanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Nah, dari sekian banyak keinginan tersebut, yang paling inti dari keinginan adalah menjadi pemenang kehidupan. Baik kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat yang kekal. Karena hal tersebut sudah mencakup secara keseluruhan keinginan kita. Tetapi, seperti halnya keinginan yang lain, keinginan yang satu ini harus kita kejar dengan sekuat tenaga, tanpa mempedulikan rintangan dan rasa lelah yang mengganggu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Yang dimaksud dengan pemenang kehidupan di sini adalah bagaimana kita mencoba untuk tabah dan kuat dalam menghadapi segala rintangan yang kita hadapi. Konsep pemenang kehidupan ini untuk mempermudah kita memahami tentang kehidupan, apa saja rintangannya, di mana posisi kita saat ini, dan bagaimana melewatinya dan memenanginya. Juga, konsep pemenang kehidupan ini mengajarkan kepada kita bahwa kekurangan yang melekat pada diri kita bukanlah penghalang untuk meraih sukses, melainkan menggunakannya sebagai jalan menuju sukses. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Buku yang dikarang oleh sepasang suami-istri ini mengajak kita untuk lebih dalam lagi memahami tentang hidup, tentang semua yang kita hadapi dunia hingga kelak bisa menjadi pemenangnya. Pemenang dari semuanya. Baik kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Ada tiga poin pokok yang menjadi bahasan utama dari buku ini. Pertama, untuk menjadi pemenang kehidupan kita harus terlebih dahulu mengenal diri kita sendiri. Dengan mengenal siapa kita maka kita akan lebih objektif dalam menjalani kehidupan. Apabila kita mengalami kegagalan, kita akan cepat bangkit dan tidak mudah putus asa. Dengan konsep diri yang jelas, keberhasilan akan kita sambut dengan rasa syukur dan berbagi. Kita akan menghapus rasa sombong, ujub dan takabur dalam diri kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Kedua, arti dan peran keluarga dalam kemajuan diri kita. Kita dan keluarga adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Keluarga di sini diartikan secara luas. &lt;i&gt;Pertama, &lt;/i&gt;keluarga dalam arti ayah, ibu, dan anak. Kita ada karena kedua orang tua kita rela dnegan sekuat tenaga membersarkan dan mendidik kita. Yang &lt;i&gt;kedua, &lt;/i&gt;keluarga dalam arti tatanan masyarakat. Kita bisa hidup hingga sekarang karena kita dan orang-orang di sekitar kita saling membutuhkan. Artinya, keluarga adalah orang-orang di sekeliling kita yang saling &lt;i&gt;take and give.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Poin ketiga adalah langkah-langkah kongkret dan kunci untuk menjadi pemenang kehidupan. Dengan mulai menuliskan atau merencanakan apa impian kita yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu. Juga mengatur waktu kita sedemikian rupa agar kita bisa membaginya untuk bekerja, mencari ilmu, berkumpul dengan keluarga, dan beristirahat sehingga kita bisa melangkah menuju kemenangan dengan maksimal. Serta tidak lupa untuk selalu bersyukur dan bersabar dalam menghadapi semua yang ada di depan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Namun, kunci yang paling utama untuk menjadi seorang pemenang kehidupan ada pada diri kita sendiri. Kita harus membuang bermacam pikiran negatif yang bisa saja menghampiri optimisme yang coba kita bangun. Pemikiran tentang kesulitan, kesibukan yang makin banyak, target yang merepotkan dan lain sebagainya, bisa muncul simultan. Untuk itu, buku ini mengajak kita untuk mengubah pemikiran tersebut (hal. 194).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Selain itu, didalam buku ini dijelaskan untuk bisa menjadi seorang pemenang, kita harus mampu menghadapi lingkungan yang mungki saja tidak men&lt;i&gt;support &lt;/i&gt;kita untuk kemajuan diri kita. Misalnya komunitas, jika saat ini kita berada di komunitas yang tidak mendukung tujuan kita, maka setidaknya kita mencari komunitas lain yang sekiranya bisa mendukung kemajuan kita namun tidak serta merta meninggalkan komunitas yang lama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Dengan dilengkapi kisah-kisah inspiratif di setiap bab dan sub babnya, buku ini akan membuka pemikiran kita untuk lebih luas melihat dan memahami tentang arti dan tujuan hidup yang sesungguhnya. Sehingga kita bisa dengan lapang dada bisa menghadapi segala cobaan dan rintangan yang menghadang kita dalam perjalanan hidup kita yang cukup panjang ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Hemat saya, buku ini merupakan buku yang sangat cocok sekali bagi anda yang saat ini tengah mengalami degradasi semangat karena terlalu banyak hal yang sedang anda hadapi, yang membuat anda sedikit agak menyerah. Dengan membaca buku ini, saya yakin semangat anda akan kembali &lt;i&gt;on fire &lt;/i&gt;untuk menghadapi semuanya. Sehingga kita tidak takut lagi untuk menjadi pemenang kehidupan. Selamat Membaca! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-6095460502367546850?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/6095460502367546850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=6095460502367546850' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6095460502367546850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6095460502367546850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/12/menjadi-pemenang-kehidupan-siapa-takut.html' title='Menjadi Pemenang Kehidupan, Siapa Takut?'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TRRcqFy6StI/AAAAAAAAAJI/r4wy2YDjR-U/s72-c/66315_1209920943460_1691838039_394281_873124_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2115550444352029065</id><published>2010-12-10T20:02:00.003+07:00</published><updated>2010-12-19T08:47:36.352+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Mencari Hidup Sukses dari Surat Al Insyirah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TQIlRVtmXYI/AAAAAAAAAJA/nPDobwEfqJo/s1600/154.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TQIlRVtmXYI/AAAAAAAAAJA/nPDobwEfqJo/s320/154.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549038670690278786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:99.25pt;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="';font-size:12.0pt;"&gt;Judul Buku&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;         &lt;/span&gt;: Sukses &amp;amp; Bahagia dengan Aurat Al Insyirah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:99.25pt;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="';font-size:12.0pt;"&gt;Penulis&lt;span style="mso-tab-count:2"&gt;                &lt;/span&gt;: Taufiqurrahman Al Azizy&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:99.25pt;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="';font-size:12.0pt;"&gt;Penerbit&lt;span style="mso-tab-count:2"&gt;              &lt;/span&gt;: Sakanta, Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:99.25pt;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="';font-size:12.0pt;"&gt;Cetakan&lt;span style="mso-tab-count:2"&gt;              &lt;/span&gt;: Pertama, Nopember 2010&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:99.25pt;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="';font-size:12.0pt;"&gt;Tebal&lt;span style="mso-tab-count:2"&gt;                  &lt;/span&gt;: 208 halaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0cm;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:99.25pt;margin-bottom:.0001pt"&gt;&lt;span style="';font-size:12.0pt;"&gt;Peresensi&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;: Akhmad Matin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Dulu saat saya masih belajar di Pondok Pesantren di Madura, salah satu guru saya di sana pernah mengatakan bahwa di setiap isi Al Quran, baik surat, ayat dan hurufnya tidak hanya mempunyai makna dan bahasa yang indah tapi juga mempunyai banyak kandungan yang berupa kekuatan, khasiat dan tips-tips untuk hal-hal tertentu. Tips-tips tersebut jika kita mengamalkan atau mengaplikasikannya di kehidupan kita secara rutin. Baik diamalkan secara bacaan di setiap selesai shalat atau waktu tertentu ataupun diaplikasikan secara prilaku kita akan mendapatkan kebahagian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Di sisi lain, jika ayat Al Quran dibaca dengan jumlah dan waktu tertentu akan mempunyai khasiat dan keutamaan tertentu. Seperti halnya Ayat Kursi yang jika dibaca tiga kali sebelum tidur, maka kita akan terbebas dari gangguan setan saat kita tertidur. Atau surat Al Waqiah dan Al Mulk jika kita baca dengan rutin menjelang maghrib maka kita akan dipermudah dalam mendapatkan rejeki dan keinginan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Seperti itu juga Surat Al Insyirah. Di dalam surat ke-94 tersebut terdapat banyak kandungan dan khasiat termasuk tentang konsep kehidupan yang bisa membuat kita sukses dan bahagia menjalani hidup kita di dunia ini. Dan juga jika dibaca dalam jumlah tertentu surat Al Insyirah bisa menyembuhkan beberapa macam penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Salah satu contohnya jika Surat Al Insyirah dibaca 33 kali pada air, lalu air tersebut diminumkan sebanyak 2 kali sehari, maka penyakit polip, sinusitis, dan batuk akibat asap rokok akan sembuh (hal. 15). Atau, jika kita membacanya 7 kali setiap kita selesai shalat &lt;i&gt;fardhu &lt;/i&gt;maka kita akan dijauhkan dari kesusahan dan dipermudah dalam mendapatkan rejeki; atau pula jika dibaca 40 kali setelah shalat lima waktu selama tujuh hari berturut-turut maka kita akan dilimpahkan kekayaan oleh Allah (hal. 14).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Sedangkan kandungan dari surat Al Insyirah ini, atau yang disebutkan oleh penulis buku ini sebagai Aurat Al Insyirah atau dalam bahasa Indonesia rahasia terdalam dari surat Al Insyirah yaitu ada lima hal. Yang pertama, surat ini menerangkan kepada tentang lapang dada. Yang dimaksud dengan lapang dada di sini bukan dalam arti fisik melainkan sebuah ungkapan bagi seseorang yang berjiwa besar. Atau lebih singkatnya dikatakan lapang dada untuk menerima kebenaran-kebenaran yang diberikan Allah seperti yang telah diterangkan di ayat pertama Surat Al Insyirah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Yang kedua adalah tentang hilangnya beban. Artinya, setelah kita mampu berlapang dada terhadap segala hal yang terjadi pada diri kita, maka beban yang terasa akan hilang secara bersamaan. Karena keberadaan kesulitan, halangan, dan rintangan inilah yang merupakan beban hidup yang harus kita alami. Dengan demikan, mampu menghadapi kesulitan, halangan, dan rintangan sama halnya dengan mampu menghilangkan beban. Dengan kata lain, ketiadaan beban dalam hidup berarti hilangnya kesulitan, halangan, dan rintangan hingga tercapai apa yang menjadi tujuan (hal. 89).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Setelah kita mampu berlapang dada yang kemudian dilanjutan dengan hilangnya beban pada diri kita, maka kita akan mendapatkan sebuah citra yang baik, baik di hadapan Allah ataupun sesama manusia. Dan pencitraan atau tingginya nama kita inilah yang menjadi Aurat Al Insyirah yang ketiga. Artinya, surat yang terdiri dari delapan ayat tersebut mengajarkan kita bahwa sesuatu yang dilalui dengan lapang dada atau ikhlas akan berakibat baik pada diri kita dan citra kita di mata Allah dan sesama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Selanjutnya, Aurat Al Insyirah yang keempat, yaitu setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Ayat kelima dan keenam dalam syurat ini menerangkan bahwa setiap kesulitan ada kemudahan, artinya seberapa sulit hal yang kita hadapi pasti dibalik itu pasti ada kemudahan ataupun kegembiraan. Lebih singkatnya semua pasti ada hikmahnya. Di ayat yang kelima ini, secara tidak langsung mengajarkan kinta tentang konsep kehidupan &lt;i&gt;Yassiru wa La Tuassiru &lt;/i&gt;(mempermudah suatu kesulitn bukan mempersulit).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Sedangkan Aurat yang kelima adalah Prinsip Istiqomah. Setelah empat Aurat di atas kita pun dituntut untuk Istiqomah dalam menjelankan keempatnya. Prinsip istiqomah ini juga mengajarkan kita untuk tidak menunda-nunda suatu pekerjaan untuk menjadi lebih baik. Prinsip istiqomah ini tidak hanya diterapkan untuk Aurat Al Insyirah saja. Melainkan pada setiap langkah hidup kita, terutama dalam hal kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Dengan buku ini, sang penulis Taufiqurrahman Al Azizy sebenarnya ingin mengajak kita untuk mempelajari dan membaca Al Quran lebih mendalam, lebih mendatail untuk mendapatkan kandungan dan khasiat dari Al Quran. Terutama Surat Al Insyirah. Karena Al Quran merupakan panduan hidup umat Islam di seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;Hemat saya, buku ini sangat baik sekali bagi anda yang sangat menyukai hal-hal yang bersifat religius atau tentang amalan-amalan dan wiritan-wiritan. Karena di dalam buku juga dijelaskan tentang khasiat Surat Al Insyirah jika dalam jumlah tertentu. Sedangkan anda yang belum begitu mengenal kandungan surat Al Insyirah, maka buku ini sangat cocok untuk mempelajari tentang Al Insyirah secara mendetail. Selamat Membaca!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;text-indent:1.0cm"&gt;&lt;span style="'line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;"Dimuat di Duta Masyarakat, Minggu, 19 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2115550444352029065?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2115550444352029065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2115550444352029065' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2115550444352029065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2115550444352029065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/12/mencari-hidup-sukses-di-surat-al.html' title='Mencari Hidup Sukses dari Surat Al Insyirah'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TQIlRVtmXYI/AAAAAAAAAJA/nPDobwEfqJo/s72-c/154.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2194035644773786829</id><published>2010-12-04T05:30:00.004+07:00</published><updated>2010-12-04T05:42:00.562+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><title type='text'>Kampusku Lautan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TPlxJ52WuyI/AAAAAAAAAIw/thBBI6Lkgrs/s1600/03122010481.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TPlxJ52WuyI/AAAAAAAAAIw/thBBI6Lkgrs/s320/03122010481.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546588831045040930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hujan yang mengguyur kota Surabaya selama hampir 24 jam sejak Kamis (2/12) sore hingga Jumat (3/12) malam membuat hampir seluruh kota Surabaya seperti lautan. Tak terkecual kampus tercinta IAIN Sunan Ampel. Kampusku tercinta pun ikutan banjir, meski tidak secara keseluruhan tapi banjir ini cukup mengganggu terutama bagi para penghuni bascamp yang terletak di Perumahan Dosen. Karena di sanalah daerah yang paring parah tergenang air di IAIN Sunan Ampel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TPlyB_m1YyI/AAAAAAAAAI4/Ov130faVqV8/s1600/03122010480.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TPlyB_m1YyI/AAAAAAAAAI4/Ov130faVqV8/s320/03122010480.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546589794663228194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2194035644773786829?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2194035644773786829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2194035644773786829' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2194035644773786829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2194035644773786829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/12/kampusku-lautan.html' title='Kampusku Lautan'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TPlxJ52WuyI/AAAAAAAAAIw/thBBI6Lkgrs/s72-c/03122010481.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-6583308139210553904</id><published>2010-11-23T15:05:00.000+07:00</published><updated>2010-11-23T15:06:21.831+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Memberantas ‘Buaya-Buaya’ di Indonesia</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Masih ingatkah anda dengan julukan ‘buaya’ yang digunakan oleh KPK dan beberapa pihak lainnya setahun yang lalu untuk menunjukkan betapa bejatnya para koruptor dan mafia hukum di Negara kita ini? Tentunya masih ingat. Benar, julukan ini memang sudah jarang dipakai dan didengar lagi oleh kita. Tapi bukan berarti ‘buaya-buaya’ di Negara kita sudah punah. Tidak. ‘Buaya-buaya’ itu masih hidup dan berkembang biak dengan pesat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Setahun lalu, julukan buaya diberikan kepada Anggodo Widjojo yang diduga menyuap petinggi KPK, Bibit Samat Riyanto dan Chandra M. Hamzah, anggota KPK. Dan sekarang ini, setelah beberapa waktu lalu kita mendengar dan membaca kabar bahwa Gayus Haloman Tambunan tersangka kasus mafia pajak yang saat ini tengah berstatus sebagai tahanan di Rutan Mako Brimob Depok masih sempat plesir bersama istrinya ke Bali dan menyaksikan pertandingan tenis &lt;i&gt;Commonwealth Bank Tournament of Champions 2010&lt;/i&gt; di Hotel Westin, tidak salah jika julukan ‘buaya’ kita sandangkan kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Saat dikonfirmasi kebenaran tentang plesirannya ke Bali, ia mengakui bahwa itu dirinya dengan alasan dia sangat rindu kepada anak dan istrinya. Dia juga mengaku bahwa tahanan Rutan Mako Brimob tidak hanya dirinya saja yang bebas keluar masuk Rutan, tetapi juga ada lima orang lainnya yang lebih sering dan lebih dulu darinya. Dia juga mengaku tidak ada suap-menyuap antara dirinya dengan petugas Rutan (Radar Surabaya, 16 November 2010).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Lalu mari kita pikirkan, bisakah seorang tersangka mafia pajak yang ditahan di Rutan Mako Birimob bisa dengan bebas dan sesuka hati keluar masuk rutan jika memang tidak ada transaksi suap-menyuap. Saya yakin tidak. Karena tidak mungkin Rutan sekelas Rutan Mako Brimob yang dilengkapi dengan pengamanan berlapis bisa dengan mudah dikelabuhi oleh seorang Gayus yang notabene bukan seorang teroris atau anggota gengster.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Untuk kesekian kalinya penegakan hukum di Indonesia terbukti sangat lemah dan hanya berlaku untuk sebagian orang saja. Pembuktian bahwa hukum di Indonesia masih bisa ditukar dengan uang. Orang yang mempunyai banyak uang akan terbebas dari jeretan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;‘Jual-Beli’ Hukum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Banyak orang menilai, terutama mereka kaum intelektual dan mahasiswa bahwa hukum Negara kita saat ini tak lebih dari sebuah barang saja. Siapa yang mampu membelinya maka dia akan memiliki dan menguasainya. Siapa yang mempunyai banyak uang untuk membeli hukum, maka orang itu akan bebas dari jeratan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Kasus jual-beli hukum ini tidak hanya terjadi pada Gayus saja. Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa banyak petinggi-petinggi Negara kita yang dengan leluasa bermain dengan hukum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Satu bukti lagi yaitu pembebesan tersangka kasus korupsi penyelewengan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp 100 miliar pada 2003 yang melibatkan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Tantowi Pohan. Aulia Pohan yang dinyatakan bebas sejak 18 Agustus 2010 menjadi topik panas di beberapa media.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Menurut anggota Komisi III bidang hukum DPR Bambang Soesatyo pembebesan seperti yang terjadi pada Aulia Pohan akan menyebabkan &lt;i&gt;setback &lt;/i&gt;dalam pemberantasan korupsi (vivanews.com, 20 Agustus 2010). Karena dalam proses pembebasan tersebut ada peran Presidan SBY yang merupakan besan dari Aulia Pohan. Dan ketika sudah ada campur tangan Presiden SBY sudah barang tentu di dalamnya ada ‘transaksi jual-beli’ hukum meskipun hal itu tidak terang-terangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Transaksi seperti ini tidak hanya dilakukan oleh orang-orang atas atau pemerintah elit negeri ini saja. Tapi sering juga dilaksanakan oleh para pemerintah dan penegak hukum daerah juga. Hal ini pun semakin menguatkan bahwa hukum di negeri ini masih bisa ditukar dengan uang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Nah, sampai saat ini ‘buaya-buaya’ di negeri ini belum bisa diberantas dan dibasmi sampai ke akar-akarnya. Para aparat penegak hukum dan KPK pun tidak mampu mengembang tugas ‘mulia’ itu dengan baik. Karena memang sebagian dari mereka termasuk dari ‘buaya-buaya’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Menurut saya, melihat banyaknya para aparat hukum yang terlibat dalam kasus ini maka untuk menumpas dan mengungkapnya, seharusnya pemerintah tidak lagi membentuk tim penyelidik dari kalangan pemerintah sendiri atau pun aparat hukum yang ada. Melainkan pemerintah perlu mengimpor agen-agen FBI (Faderal Bareau of Investigation) dari Amerika yang memang sudah terbukti mampu menyelesaikan kasus-kasus besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Karena FBI merupakan agen intelejensi terbaik dunia yang sampai saat ini belum terbukti dalam menyelesaikan kasus-kasus, mereka tidak mementingkan diri mereka sendiri. Apalagi sebagian besar dari mereka merupakan orang-orang kaya yang mustahil melakukan tindakan korupsi dan transaksi suap-menyuap. Namun konsekuensinya, Negara harus mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan mereka dan ini lebih baik ketimbang uang rakyat masuk ke kantong pribadi pemerintah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:115%;font-family:"&gt;Akan tetapi semua itu kembali kepada Presiden, maukah beliau mengambil resiko itu. Mengingat seorang pemimpin tidak jauh beda dengan kepala manusia, jika kepala atau otaknya masih jernih dan baik, maka anggota tubuh yang lain juga ikut baik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-6583308139210553904?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/6583308139210553904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=6583308139210553904' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6583308139210553904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6583308139210553904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/11/memberantas-buaya-buaya-di-indonesia.html' title='Memberantas ‘Buaya-Buaya’ di Indonesia'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2054452032443214847</id><published>2010-11-07T15:48:00.001+07:00</published><updated>2010-11-07T15:53:14.284+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Fragmen Kereta Kematian</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;Akhirnya aku kembali ke stasiun tua ini&lt;br /&gt;Setelah satu abad lalu&lt;br /&gt;Satu malam penuh aku di sini&lt;br /&gt;Menungunggu kereta dari negeri antah berantah&lt;br /&gt;Yang kan membawaku ke rumah Jibril&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saat aku duduk di sini sendiri&lt;br /&gt;Bersama nyanyian sendu para pelacur&lt;br /&gt;Kau datang padaku&lt;br /&gt;Dan menarikku keluar dari gerbong kereta kematian&lt;br /&gt;Yang sempat ingin ku naiki&lt;br /&gt;Karena kereta yang kutunggu tak kunjung datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil mengajakku meninggalkan stasiun kumuh ini&lt;br /&gt;Kau menceritakan banyak sekali kisah tentang&lt;br /&gt;Detektif-detektif pintar dari negeri sakura&lt;br /&gt;Juga tentang para pendaki semeru yang menyukai angka lima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar semua itu&lt;br /&gt;Kaupun melukiskan seribu awan merah jambu&lt;br /&gt;Di langit imajiku&lt;br /&gt;;begitu indah&lt;br /&gt;Tak terlupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sejak dua purnama yang lalu&lt;br /&gt;Kau pergi tanpa jejak&lt;br /&gt;Tak ada selembar kabarpun tentangmu&lt;br /&gt;Yang biasa kau kirimkan padaku lewat burung-burung&lt;br /&gt;Pun tentang detektif pintar itu, tak pernah lagi&lt;br /&gt;Kau kisahkan hidupnya padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, di stasiun pertama kita bertemu&lt;br /&gt;Aku duduk sendiri seperti dulu&lt;br /&gt;Bersama secangkir kopi tinggal ampas&lt;br /&gt;Ditemani para pengamen yang mulai terlelap&lt;br /&gt;Dan para wanita pedagang dengan parfum menyengat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di peron reot ini,&lt;br /&gt;Tempat pertama kali kau memegang tanganku&lt;br /&gt;Aku menanti sebuah kereta&lt;br /&gt;Kereta warna hitam dengan bau kemenyan menyengat&lt;br /&gt;Yang akan memebawaku ke tempat paling sunyi dan tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, jika kau datang padaku&lt;br /&gt;Dan kembali mengajakku pulang&lt;br /&gt;Aku akan ikut denganmu&lt;br /&gt;Karena sebenarnya, aku ingin selalu di dekatmu&lt;br /&gt;Mendengarkanmu bercerita&lt;br /&gt;Melihatmu bermain tongkat dan bendera bergambar tunas kelapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, aku benar-benar mengharapkanmu&lt;br /&gt;Datang ke tempat ini&lt;br /&gt;Mencegahku masuk ke kereta&lt;br /&gt;Menyeramkan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pesma IAIN Sunan Ampel, Nopember 2010&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2054452032443214847?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2054452032443214847/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2054452032443214847' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2054452032443214847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2054452032443214847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/11/fragmen-kereta-kematian.html' title='Fragmen Kereta Kematian'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-5162678145878592880</id><published>2010-11-01T10:30:00.003+07:00</published><updated>2010-11-01T11:17:39.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>REMBULAN DAN CAHAYA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0cm;margin-bottom:.0001pt"&gt;Masih terngiang dengan jelas kata-katamu&lt;br /&gt;Tentang rembulan yang ada di langit mimpimu&lt;br /&gt;Dan selalu terangi gelap hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ku bacakan syair surga untukmu&lt;br /&gt;Yang ku dapatkan dari jibril sewindu yang lalu&lt;br /&gt;Saat aku bertemu dengannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;;syair tentang majnun dan laila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku lihat sebuah cahaya merah muda&lt;br /&gt;Di matamu&lt;br /&gt;Begitu terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saat kau tahu aku melihat&lt;br /&gt;Cahaya itu&lt;br /&gt;Kau menyembunyikannya di balik&lt;br /&gt;Gunung nuranimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tanyakan padamu untuk siapa&lt;br /&gt;Cahaya itu&lt;br /&gt;“Ini untuk Rembulan”&lt;br /&gt;Katamu sambil tersenyum padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah… betapa kau tak pernah melihat&lt;br /&gt;Cahaya itu juga ada di mataku&lt;br /&gt;Yang selalu ku peruntukkan padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                      LPM Solidaritas, Nopember 2010&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height:115%;font-size:12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-5162678145878592880?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/5162678145878592880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=5162678145878592880' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5162678145878592880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5162678145878592880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/11/rembulan-dan-cahaya.html' title='REMBULAN DAN CAHAYA'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-6136560712896541521</id><published>2010-10-31T10:56:00.002+07:00</published><updated>2010-10-31T11:08:33.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><title type='text'>File penting buat sahabat-sahabat</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dulu, sewaktu saya masih di Annuqayah guru saya, Ra Musthafa pernah memberikan beberapa file materi jurnalistik, khususnya masalah investigasi. Dan filen-file itu saya simpan di komputer pribadi saya dengan rapi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa waktu lalu sahabat-sahabat saya di LPM Solidaritas IAIN Sunan Ampel bincang-bincang masalah investigasi. Lalu saya teringat dengan file-file yang diberikan oleh Ra Musthafa. Dan saya coba untuk mengecek di komputer, ternyata masih ada. Saya pun berpikir untuk membaginya ke temen-temen saya yang sama-sama suka dunia jurnalistik. Tapi bingung melalui apa. Dan setelah dipikir-dipikir melalui internet dan blog lebih enak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk itu silahkan download file-file tersebut di &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/12315561/pentinguntukjurnalis.rar.html"&gt;sini (Click sini ya....)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-6136560712896541521?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/6136560712896541521/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=6136560712896541521' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6136560712896541521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6136560712896541521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/10/file-penting-buat-sahabat-sahabat.html' title='File penting buat sahabat-sahabat'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-3292039164852715836</id><published>2010-10-05T21:59:00.001+07:00</published><updated>2010-10-05T22:02:57.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='esai'/><title type='text'>MORE THAN WORS</title><content type='html'>More Than Words, lebih dari sekedar kata-kata atau dalam arti yang lebih luas ‘Jangan Hanya Bicara’. Dua kata di atas, ‘More than words’ dan ‘Jangan Hanya Bicara’, dua-duanya adalah judul lagu tentang perasaan sang pencipta lagu yang tak lagi butuh kata-kata atau pembicaraan atau perencanaan saja, tapi butuh bukti yang berupa sikap dan tindakan. Kalau menurut jargon salah satu produk rokok, Talk Less Do More.&lt;br /&gt;Lagu pertama, ‘More Than Words’, dibawakan oleh salah satu grup vokal asal Irlandia yang populer sekitar tahun 1999 sampai 2001, Westlife. Dilihat dari liriknya, lagu ini lebih menekankan pada cerita tentang pasangan kekasih yang tak butuh sekedar kata-kata saja, tidak hanya sekedar kata cinta yang dilontarkan oleh mulut. Tapi sebuah sikap yang membuktikan bahwa kata cinta yang dikatakan sang kekasih tidak hanya sebuah kata-kata.&lt;br /&gt;Sedangkan lagu kedua, ‘Jangan Hanya Bicara’, sebuah lagu yang dibawakan oleh artis, presenter dan penyanyi kocak Okie Lukman. Lagu ini tidak sepopuler lagu pertama, tapi setidaknya cukup sering diputar dibeberapa acara musik di beberapa stasiun telivisi swasta Negara ini pada tahun 2008. Dari segi lirik lagu kedua ini mempunyai ruang lingkup yang berbeda dengan lagu pertama, lagu ini ditekankan untuk mengkritik pemerintah Negara kita Indonesia yang hanya berkoar-koar dengan kata-kata dan janji-janji. Namun ketika di lapangan, tak ada satupun kata-kata dan janji-janji mereka yang terbukti. Mereka hanya bicara saja, dan lagu ini untuk itu, ‘Jangan Hanya Bicara’.&lt;br /&gt;Pada intinya, dua lagu yang berbeda bahasa ini mengajak kita tidak hanya mengedepankan pembicaran di mulut saja tapi yang diperlukan adalah bukti dan realisasi. Di dalam segala hal kita tidak boleh hanya sekedar bicara tapi bukti. Baik itu dalam pemerintahan, bisnis, persahabatan dan juga cinta.&lt;br /&gt;Banyak sekali orang-orang di Negara kita ini yang hanya mengedepankan kata-kata di mulut saja, hanya janji-janji. Pemerintah berjanji akan melaksanakan program Negara yang berupa ini atau itu yang mereka koarkan di Koran, di telivisi dan media pemberitaan lainnya. Tapi saat ditanya bukti, mereka tak bisa menjawab satu patah kata selain mengelak saja. Sedangkan pasangan suami istri atau pasangan kekasih, berjanji tidak akan mengkhianati cinta mereka, tidak akan menduakan pasangannya. Tapi jauh di belakang pasangannya, mereka selingkuh dengan orang lain, bercumbu dengan yang lain. Semua hanya bicara saja. Semua hanya—kalau menurut temen kampus saya—nyangkem tok, nggak onok buktine.&lt;br /&gt;Dan belakangan ini ‘penyakit’ nyangkem tok ini mulai merambah ke dunia akademisi, terutama dunia kampus. Tidak hanya pemerintah yang bisa membuat janji-janji palsu, tapi para pengurus organisasi intra kampus dan civitas akademika  pun bisa membuatnya. Dengan beribu kata-kata indah mereka berjanji tanpa bukti.&lt;br /&gt;Hal ini sungguh sangat ironis sekali melihat mereka adalah agent of change dan agent of social control. Bahkan, yang paling mengiris hati adalah para mahasiswa ini juga saling menjelekkan kawan mereka sendiri hanya untuk satu tujuan, yaitu kekuasaan di organisasi.&lt;br /&gt;Nah, dengan tulisan ini saya pribadi berniat untuk mengistrospeksi diri dan meminta para pembaca blog saya ini agar selalu mengingatkan saya agar tidak hanya bicara dalam segala sesuatu, tapi juga membuktikannya dengan sikap dan tindakan.&lt;br /&gt;Saya ingin membuktikan hal ini untuk salah satu orang yang saat ini tengah saya kagumi, saya sayangi dan cintai bahwa semua yang saya katakan tempo hari pasti akan terbukti. Tolong ingatkan saya selalu, teman-teman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-3292039164852715836?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/3292039164852715836/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=3292039164852715836' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3292039164852715836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3292039164852715836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/10/more-than-wors.html' title='MORE THAN WORS'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-1743941820526827762</id><published>2010-07-31T11:20:00.000+07:00</published><updated>2010-07-31T11:22:04.908+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>BERAWAL DARI MIMPI UNTUK MIMPI</title><content type='html'>Mimpi. Itulah hal pertama yang sering kita bicarakan saat kita mulai merasakan keakraban di antara kita. Berawal dari kisah-kisah yang sama-sama kita baca dan kita senangi aku dan dirimu mulai saling berbagi tentang cerita-cerita itu. Hingga akhirnya aku tahu bahwa juga mempunyai keinginan yang sama denganku. Keinginan untuk bisa menjejakkan kaki di daratan tertinggi di pulau jawa. Di puncak Mahameru.&lt;br /&gt;Mungkin keinginan itu biasa untukmu. Tapi untukmu sebuah hal yang sangat kebetulan mempunyai seorang teman yang mempunyai suatu keinginan yang sama yang lumayan menantang jika kita menjalaninya. Dan aku pun merasakan ada yang beda darimu ketimbang temen-temen perempuanku yang laen.&lt;br /&gt;Keakraban kita pun mulai berlanjut. Suatu ketika kau bercerita padaku bahwa kau suka tentang cerita orang-orang yang hobinya adalah memecahkan segala misteri. Cerita tentang seorang detektif yang suka memecahkan kasus-kasus yang menurutku tidak terlalu masuk akal yang kita dalam bentuk gambar. Dan secara kebetulan hal itu juga adalah salah satu hobiku sejak masih kecil. Suka membaca komik detektif.&lt;br /&gt;Dan sejak saat itu aku mulai melihat semua tokoh dalam cerita yang pernah kita bicarakan datang di setiap malamku bersamamu. Dan hal itu terus berulang hingga suatu malam aku tak dapat sedikit pun merasakan nikmatnya terlelap dengan pulas. Mataku tak sedikitpun mampu tertutup walau hanya sedetik. Aku dapat merasakannnya. Aku merasakan sebuah virus dengan warna merah muda telah merusak semua sistem dalam tubuhku. Ah… andai kau tau itu.&lt;br /&gt;Pada awalnya aku takut untuk mengatakan semuanya padamu. Rasa takut akan keakraban yang selama ini kita jalani akan hilang gara-gara hal yang mungkin tak penting untukmu. Tapi ternyata Allah berkehendak lain. Hanya lewat tulisan yang kutaruh di salah satu jejaring sosial kau tau semuanya. Dan kita pun mulai membahas hal itu.&lt;br /&gt;Saat kita membicarakan hal ini, aku pun mengerti pada dasarnya kau tak pernah menginginkan hal ini terjadi. Kau mengatakan padaku bahwa kejadian yang lalu yang membuatmu menjauh dengan beberapa orang terdekatmu. Tapi entah kenapa aku merasa suatu saat nanti kau akan sangat dekat denganku walau entah kapan itu terjadi.&lt;br /&gt;Karena semua orang mempunyai keinginan dan mimpi. Kau punya keinginan dan mimpi begitu juga aku. Maka kita tak bisa memaksakan kehendak kita pada orang lain. Jika aku menginginkan sesuatu darimu sedangkan kau tidak, maka akan tidak boleh memaksamu, ataupun sebaliknya. Karena jika itu terjadi maka ego yang besar akan tumbuh dalam hati ini. Ataupun akan terlahirlah sebuah obsesi yang sangat besar yang nantinya merugikan orang lain, seperti katamu.&lt;br /&gt;Ada satu hal yang seharusnya kau ketahui dariku. Mimpiku yang paling utama saat ini—setelah mimpiku untuk menjadi wartawan dan penulis besar di Negara ini—adalah mimpi untuk bisa hidup bersamamu. Menjalani semuanya denganmu. Dan menunggu usia senja kita sambil tetap bercerita tentang mimpi, bintang ataupun detektif-detektif kecil yang sering kita perbincangkan itu.&lt;br /&gt;Namun, yang namanya mimpi bisa terjadi dan juga bisa tidak. Semua tergantung kepada Allah. Dia yang menentukan semuanya. Kita di dunia ini hanya bisa berharap dan menunggu serta tetap berusaha. Berharap Allah memeluk mimpi ini, seperti kata Andrea Hirata “Bermimpilah karena Tuhan memeluk mimpi-mimpimu”. Meskipun kemungkinan dari semua itu masih di bahwah 50%.&lt;br /&gt;Aku berharap kau mengerti. Karena semua hal yang terjadi pada setiap orang perlu adanya pengertian antara yang satu dengan yang lain. Dan yang terakhir, jangan pernah hilangkan keakraban di antara kita. Aku ingin itu tetap ada beserta senyummu yang selalu kau berikan padaku saat kita saling bertatap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-1743941820526827762?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/1743941820526827762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=1743941820526827762' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1743941820526827762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1743941820526827762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/07/berawal-dari-mimpi-untuk-mimpi.html' title='BERAWAL DARI MIMPI UNTUK MIMPI'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-276326341127291743</id><published>2010-07-25T09:20:00.000+07:00</published><updated>2010-07-25T09:24:17.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essai'/><title type='text'>UANG</title><content type='html'>Uang. Dilihat dari jumlah hurufnya yang hanya empat huruf tentu mudah diingat dan diucapkan. Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.&lt;br /&gt;Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.&lt;br /&gt;Namun, siapa sangka uang yang telah membantu manusia untuk bertransaksi dalam sistem ekonomi telah membuat orang-orang gila. Baik gila dalam arti sesungguhnya ataupun gila yang dimaksudkan untuk perumpamaan. Saat ini banyak di sekitar kita orang-orang yang rela melakukan apapun, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang.&lt;br /&gt;Tidak jarang yang menikam saudaranya sendiri hanya gara-gara uang. Seperti kasus pembunuhan yang beberapa waktu lalu saya saksikan di salah satu stasiun TV swasta, yang dalam tanyangan tersebut dijelaskan bahwa motif tersangka membunuh saudaranya hanya gara-gara harta warisan. Hanya gara-gara uang. Ada juga yang dengan rela memperjualkan agama hanya untuk mendapatkan honor atau upah atau singkatnya uang. Hal ini terjadi pada beberapa artis kita di Indonesia ini. Mereka yang beragama non-Islam berakting sebagai Muslim dan orang Muslim berakting sebagai orang non-Muslim hanya untuk satu tujuan yaitu uang. Padahal hal seperti itu bagi orang muslim yang benar-benar menganut ajaran Islam dengan sungguh-sungguh adalah salah satu ciri kufur fil ‘amal (Kafir secara perbuatan) yang termasuk dosa besar. Meskipun dengan alasan apapun.&lt;br /&gt;Mereka yang seperti itu oleh orang Madura disebut dengan Biruh Matah atau dalam bahasa Indonesianya Hijau Mata. Sebuah sendiran yang ditunjukkan kepada seseorang yang di benak dan semua apa yang dia kerjakan hanya memiliki satu tujuan, yaitu uang.&lt;br /&gt;Sekarang ini, segala sesuatu di Negara kita ini diukur dengan uang tanpa terkecuali. Jangankan di kota, di desa saya di pedalaman Madura uang sudah menjadi suatu ukuran. Salah satu contohnya adalah ketika masyarakat di sana mau mengurus surat-surat. Mulai dari Kartu Keluarga (KK), Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB) hingga Surat Keterangan Keluarga Kurang Mampu harus ada uangnya dulu baru proses pembuatan surat-surat tersebut akan dikerjakan atau setidaknya proses akan berjalan lebih cepat. Sungguh sebuah ironi.&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, untuk mendapatkan pendidikan layak pun harus diukur dengan uang. Jika tak punya uang maka jangan berharap masuk sekolah yang fasilitas pendidikannya cukup lengkap atau bahkan tidak masuk sekolah sama sekali. Padahal saat ini sudah ada program Pemerintah wajib belajar Sembilan tahun yang semuanya sudah dibiayai oleh pemerintah. Telah banyak buktinya dari kasus seperti itu. Baru-baru ini kita mendegar sebuah kasus bunuh diri yang dilakukan seorang bocah karena dia frustasi orang tuanya tidak mampu menyekolahkannya. Kasus ini ditayangkan oleh beberapa stasiun TV swasta.&lt;br /&gt;Saat orang tua anak tersebut dikonfirmasi oleh para wartawan tentang hal itu, dia menjawab meskipun saat ini sekolah sudah gratis tapi sekolah anaknya masih meminta pungutan dengan alasan keuangan buku, pembangunan dan lain-lain.&lt;br /&gt;Sungguh saat ini uang telah menjadi tujuan utama kehidupan masyarakat Indonesia. Dan hal itu tidak dapat dipungkiri. Di manapun kita berpijak disitu pula kita harus berhubungan dengan uang. Di kota besar seperti Surabaya juga seperti itu. Dari makan, minum sampai buang air sekalipun harus menggunakan uang. Dan saya pun tidak memungkiri bahwa sekarang ini sangat jarang orang yang tida biruh matah karena melihat uang. Oleh karena itulah tulisan ini ada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-276326341127291743?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/276326341127291743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=276326341127291743' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/276326341127291743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/276326341127291743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/07/uang.html' title='UANG'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-1045857437480117285</id><published>2010-07-20T09:23:00.000+07:00</published><updated>2010-07-20T09:25:21.856+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essai'/><title type='text'>ANNUQAYAH DI DADAKU</title><content type='html'>Jika boleh memplesetkan sebuah lagu, maka saya akan memplesetkan lagunya Netral yang berjudul ‘Garuda di Dadaku’ menjadi ‘Annuqayah di Dadaku’. Karena bagi saya Annuqayah tidak hanya sebagai sebuah pesantren belaka, melainkan Annuqayah bagi saya adalah orang tua dan desa kedua saya. Ya, meskipun saat ini secara adiministratif saya bukan lagi santri Annuqayah, tapi bagi saya pribadi saya tetap dan akan selalu menjadi santri Annuqayah sampai kapan pun.&lt;br /&gt;Banyak sekali yang saya alami dan saya dapatkan selama enam tahun tinggal di Annuqayah, baik berupa ilmu, pengalaman, guru, sahabat dan banyak hal lainnya yang telah mewarnai hidup saya dan selalu menginspirasi saya untuk selalu menjadi lebih baik. Semua itu tidak akan pernah terlupakan.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang paling sering saya ingat dan saya rindukan saat ini dari Annuqayah. Yang pertama adalah sosok kiai yang paling bersahaja yang selalu sabar mengayomi santinya meskipun santrinya terkadang sering berbuat tidak sesuai yang dinginkan beliau. Yaitu KH. Ahmad Basyir AS. Sosok beliaulah yang paling saya rindukan dari Annuqayah. Betapa tidak, dengan keadaan beliau yang saat ini sudah mencapai usia senja, beliau masih mempunyai semangat yang sangat besar untuk memberikan ilmu dan pendidikan yang terbaik pada santrinya. Beliau selalu menjadi imam shalat jama’ah di Mushalla Latee atau pun mengajar Madrasah Diniyah meskipun pada saat itu juga kondisi beliau tidak cukup kuat untuk itu.&lt;br /&gt;Mengingat beliau membuat mata saya seketika penuh air mata. Rasa kagum dan rasa haru bercampur dalam hati saya saat saya mengingat semua tentang beliau. Mulai dari semangatnya hingga perkataan-perkataan beliau tetap saya rasakan hingga saat ini, saat saya berada di kota Surabaya ini. Dan saya akan senantiasa selalu mendoakan beliau semoga beliau tetap kuat memberikan yang terbaik untuk santrinya dan semoga beliau diberikan pahala dan surga kelak di akhirat nanti.&lt;br /&gt;Yang kedua, yang sangat saya rindukan dari Annuqayah adalah suasana religius yang tak pernah hilang. Memang, sudah sepatutnya semua pesantren identik dengan suasana religius. Tapi bagi saya suasana religius yang ada di Annuqayah sangat berbeda dengan suasana religius yang ada di pesantren-pesantren lain yang pernah saya kunjungi. Seperti Al Amin Prenduan, Al Is’af Kalaba’an atau pun Pesantren Tebuireng Jombang yang baru-baru ini saya kunjungi. Perbedaan suasana seperti juga diakui beberapa teman saya di Annuqayah yang juga pernah mengenyam pendidikan di pesantren lain.&lt;br /&gt;Saya tidak dapat menjelaskan secara detail letak perbedaan suasana religius tersebut. Namun saat saya berada di Annuqayah saya merasakan sebuah ketenangan, ketentaraman dan kesejukan yang tidak pernah saya rasakan di Surabaya. Selain dari pada itu, secara tidak langsung orang-orang yang ada di sana menantang saya untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;Yang ketiga adalah tradisi menulis yang menjadi salah satu ciri khas Annuqayah. Ya, Annuqayahlah yang mengantarkan saya pada dunia yang sangat menyenangkan ini, dunia menulis. Berawal dari ketidaksengajaan saya masuk dunia tulis-menulis. Namun ketidaksengajaan tersebut telah membawa saya ke beberapa tempat-tempat seperti Jakarta dan juga memperkenalkan saya kepada orang-orang penuh semangat dalam menulis seperti Gus Muhammad Musthafa, Gus M. Zammiel el Muttaqien dan Gus M. Faizi. Beliau-beliaulah yang selalu saya jadikan contoh dan guru-guru saya dalam menulis, yang terkadang saat saya melihat karya mereka saya terpacu untuk terus menulis dan berkarya.&lt;br /&gt;Di Annuqayah ada sebuah kompetisi untuk menulis yang akan selalu mendorong sesorang untuk menulis, meskipun hal itu tidak tampak secara kasat mata. Dan kompetisi itu tidak pernah saya rasakan di sini, sehingga sejak saya tinggal di Surabaya sampai saat ini tulisan saya masih bisa dihitung dengan jari. Berbeda saat saya masih di Annuqayah yang setiap hari, setidaknya saya menghasilkan sebuah tulisan dalam bentuk apapun. &lt;br /&gt;Yang keempat adalah suasana sosialis dan rasa persaudaraan yang diterapkan para santri Annuqayah. Hal itulah yang tidak pernah saya rasakan di Surabaya. Di sini, semua orang seakan hanya mementingkan diri sendiri saja. Semua bersifat individual. Bahkan meskipun Pesantren Mahasiswa IAIN yang saya tempati sekarang ini berbasis pesantren, tapi tidak sedikitpun saya merasakan adanya rasa persaudaraan mereka sama seperti rasa persaudaraan teman-teman di Annuqayah. Semua orang yang tinggal di sini sulit untuk berkumpul dan bercerita-cerita seperti teman-teman di Annuqayah. Mereka hanya berkumpul dengan orang-orang yang menurut mereka satu derajat atau satu ideologi saja. Sungguh sangat tidak menyenangkannya kehidupan sosial di sini.&lt;br /&gt;Hal-hal inilah yang selalu membuat saya merasa rindu pada Annuqayah. Dan satu hal yang ingin saya sampaikan pada semua orang, pada semua teman-teman saya terutama teman-teman di Annuqayah. Saya akan mengatakan bahwa seberapa besarpun kita ingin keluar dari Annuqayah maka sebesar itu pula rasa rindu yang akan kita rasakan saat kita jauh dari Annuqayah.&lt;br /&gt;Dan jika suatu saat nanti, saat saya telah menyelesaikan semua proses studi saya, ada yang meminta saya untuk kembali atau pun menjadi bagian dari Annuqayah. Maka saya akan senantiasa untuk menerimanya. Karena Annuqayah di dadaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-1045857437480117285?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/1045857437480117285/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=1045857437480117285' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1045857437480117285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1045857437480117285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/07/annuqayah-di-dadaku.html' title='ANNUQAYAH DI DADAKU'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2166614670956730265</id><published>2010-06-21T05:00:00.001+07:00</published><updated>2010-06-21T08:36:16.215+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>Malam yang Tak Lelap</title><content type='html'>Pernahkah anda tidak bisa tidur semalaman karena terganggu beberapa hal. Yah, saya yakin anda pasti pernah merasakan hal itu. Dan hal itu saya alami semalam. Semalaman saya tidak bisa tidur. Sebenarnya, semalam saya sangat ngantuk sekali, ditambah rasa capek setelah mengerjakan tugas UAS seharian. Tapi, rasa capek tersebut seakan tidak ada apa-apanya. Rasa ngantuk itu hilang dalam sekejap saat saya ingin memejamkan mata saya. Saya terus mencoba untuk memenjamkan mata saya, tapi tak bisa. Saya tetap tidak bisa terlelap sedikitpun.&lt;br /&gt;Saya tidak mengerti mengapa saya tidak bisa tidur semalam. Yang jelas saat saya mulai memejamkan mata, secara otomatis seorang wanita hadir dalam pikiran saya. Wanita itu teman dekat saya di LPM Solidaritas. Namun saya tidak bisa menyebutkan identitasnya di tulisan ini, karena saya rasa masih belum tepat saya mengungkapnya. &lt;br /&gt;Bayangan wanita—yang selanjutnya saya inisialkan dengan IW—itu memenuhi otak saya. Saya mencoba untuk memejamkan mata lagi. Tapi bayangan IW terus saja mengganggu saya. Membuka kembali mata saya dan membuat rasa ngantuk dan capek yang tadinya saya rasakan hilang seketika.&lt;br /&gt;Sebenarnya, di antara saya dan IW tidak ada apa-apa. Tidak ada yang spesial. Hanya saja beberapa hari terakhir ini saya sering memberikannya dengan beberapa teman saya. Juga dalam beberapa waktu terakhir ini saya sering saling berkomentar di Facebook. Saya semakin tidak mengerti saat saya mengingatnya saya merasakan sesuatu yang bergejolak di dada saya. Saya tidak mengerti.&lt;br /&gt;Dan setelah saya shalat subuh tadi, saya merenung sejenak. Apa yang sebenarnya terjadi pada saya. Saya tidak bisa menyimpulkannya, yang jelas sesuatu yang tidak biasa telah terjadi pada diri saya dan hal itu berkaitan dengan IW. Sekarang saya hanya bisa berharap dan berdoa kepada Allah semoga saya mampu melaluinya dengan mudah. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren Mahasiswa IAIN Sunan Ampel, 5:00 WIB. 21 Juni 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2166614670956730265?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2166614670956730265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2166614670956730265' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2166614670956730265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2166614670956730265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/06/malam-yang-tak-lelap.html' title='Malam yang Tak Lelap'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-8545358375831438898</id><published>2010-06-10T16:08:00.003+07:00</published><updated>2010-06-10T16:22:54.564+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>Berkunjung ke TVRI, Menyaksikan Kesenian Madura</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TBCsRRj5ywI/AAAAAAAAAIQ/5k4O1LOlk7c/s1600/IMGP1492.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TBCsRRj5ywI/AAAAAAAAAIQ/5k4O1LOlk7c/s320/IMGP1492.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481070159281638146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup di Surabaya nan jauh dari rumah membuat saya selalu merasa kangen pada kampung halaman saya, yaitu Sumenep ataupun Madura. Rasa kangen dan rindu seperti ini membuat saya selalu ingin bertemu dengan hal-hal yang berbau Madura, apapun itu. Padahal sebelum saya kuliah dan tinggal di Surabaya saya merasa kurang percaya diri ketika disinggung tentang hal-hal yang berbau Madura, baik itu seni, budaya ataupun hal lainnya yang berbau Madura. Namun hal itu sudah berubah saratus persen. Sekerang saya selalu berasa bangga dengan apapun hal-hal yang berbau Madura yang saya temui, terutama di Surabaya.&lt;br /&gt;Tadi sore saya bersama teman-teman LPM Solidaritas serta teman-teman UKM lain yang sama-sama berada dibawah naungan Rektorat IAIN, menemani bapak Rektor Prof. Dr. Nur Syam, M.SI menghadiri acara Talk Show SEMANGGI (Semangat Menggali Inspirasi) di TVRI Jawa Timur. &lt;br /&gt;Sebenarnya saya tidak menyangka akan diajak oleh senior LPM Solidaritas untuk mengikuti acara itu. Tiba-tiba saja tadi siang sehabis saya pulang kuliah senior saya di LPM Solidaritas SMS saya dan menyuruh saya untuk ikut acara tersebut. Tanpa pertimbangan lagi saya langsung berkata siap. Karena menurut saya acara ini pasti bakal bermanfaat dan akan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan, serta ini adalah kesempatan yang mungkin saja tidak akan datang untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;Saya menuju Studio TVRI jam 16.30 bersama teman-teman menggunakan bus milik IAIN. Sesampai di depan Studio TVRI, sungguh tak menyangka di parkiran tersebut saya melihat sebuah bison bernomor polisi Pamekasan, Madura. Saat itu tak terbersit sedikitpun di benak saya bahwa mobil bison itu berhubungan dengna acara yang akan saya hadiri ini.&lt;br /&gt;Saat saya memasuki Studio 2, tempat acara Semanggi on Air, saya melihat alat-alat musik yang tidak asing bagi saya, alat-alat musik Ul-Daul khas Madura. Seketika itu pula saya menyimpulkan bahwa acara ini pasti berhubungan dengan Madura karena menghadirkan seni Madura. Dan benar, acara ini berhubungan sekali dengan Madura dan bahkan salah satu Nara Sumbernya adalah Bupati Pamekasan, Drs. KH. Khalilurrahman, SH., orang yang cukup sering saya jumpai di Madura. Dan acara yang berdurasi satu setengah jam bersebut dimulai dengan tema “Pendidikan, Kesehatan dan Kewirausahaan”. Sedankan nara sumbernya selain bapak Bupati Pamekasan adalah Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya, Prof Dr. Nur Syam M.SI dan Direktur Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, DR. Slamet Riyadi Suwono.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TBCtcwaifnI/AAAAAAAAAIY/iWnNL_0Av84/s1600/IMGP1512.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TBCtcwaifnI/AAAAAAAAAIY/iWnNL_0Av84/s320/IMGP1512.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481071456054050418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan dan dialog yang dilakukan dalam acara itu berputar tentang pendidikan, kesehatan dan kewirausahaan di Jawa Timur terlebih di Pamekasan. Nah, yang membuat saya merasa bahagia dan bangga menghadiri acara itu adalah acara tersebut diselingi oleh penampilan kelompok Musik Ul-Daul asal Pamekasan. Memang saya bukan orang Pamekasan ataupun berdarah Pamekasan, tetapi tidak salah mungkin jika saya bangga karena music Ul-Daul itu memang sangat Madura sekali dan adanya hanya di Madura. Apalagi dalam penampilan tersebut ada seorang penyanyi Remaja yang juga orang Madura yang menyanyikan lagu-lagu Madura. Sungguh saya merasa sangat senang sekali menghadiri acara itu.&lt;br /&gt;Mungkin tidak berlebihan jika saat ini saya kegirangan karena salah satu seni budaya Madura mulia dihargai oleh publik luar Madura. Karena dari dulu Madura identik carok ataupun dengan hal-hal yang berbau kekerasan. Dan pada saa ini mungkin semua orang yang menyaksikan acara di TVRI tadi akan tau bahwa orang Madura mempunyai sebuah seni yang patut dihargai dan diapresiasi. &lt;br /&gt;MADURA, AKULAH DARAHMU!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren Mahasiswa IAIN Sunan Ampel, 9 Juni 2010, 21:30&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TBCtz_I-_VI/AAAAAAAAAIg/Ns4UnF1OzVU/s1600/IMGP1525.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TBCtz_I-_VI/AAAAAAAAAIg/Ns4UnF1OzVU/s320/IMGP1525.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481071855143943506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-8545358375831438898?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/8545358375831438898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=8545358375831438898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/8545358375831438898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/8545358375831438898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/06/hidup-di-surabaya-nan-jauh-dari-rumah.html' title='Berkunjung ke TVRI, Menyaksikan Kesenian Madura'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/TBCsRRj5ywI/AAAAAAAAAIQ/5k4O1LOlk7c/s72-c/IMGP1492.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-3036654222108706710</id><published>2010-06-08T05:00:00.000+07:00</published><updated>2010-06-08T16:20:16.487+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>Sebuah Cerita di Pagi Hari</title><content type='html'>Hari ini tanggal 8 Juni 2010, hari ini adalah hari tes seleksi masuk IAIN Sunan Ampel 2010. Saya pun teringat akan satu tahun yang lalu, pada saat saya baru pertama kali menginjakkan kaki di IAIN Sunan Ampel sehari sebelum pelaksanaan test seleksi 2009. Saat itu, menginjakkan kaki dan berada di lingkungan IAIN merupakan hal—yang pada saat itu—tidak pernah saya bayangkan. Betapa tidak, saat itu bagi saya yang masih berstatus santri Annuqayah kuliah di luar Annuqayah terlebih lagi di luar Madura merupakan hal yang sangat diimpikan saya. Sungguh masih teringat segar bayangan itu di ingatan saya.&lt;br /&gt;Dan sekarang, satu tahun sudah berlalu. Saya sudah resmi menjadi mahasiswa IAIN Sunan Ampel. Dan tinggal di Surabaya pun mulai terasa biasa-biasa saja, tidak ada sesuatu yang lebih seperti saat saya baru saja masuk di IAIN Sunan Ampel. &lt;br /&gt;Memang benar, dunia dan waktu terus berputar, kadang di atas kadang di bawah. Hal itu pun telah terjadi pada saya. Dulu yang sangat menginginkan hidup di kota, sekarang mulai terasa membosankan hidup di kota. Saat ini saya merasa hidup di desalah yang sepertinya lebih tenang dan tak terbebani apa-apa. Tapi karena setiap keputusan mempunyai resiko, maka saat ini saya harus menjalani resiko dari keputusan saya yang pada satu tahun lalu memilih untuk kuliah di IAIN Surabaya. Dan saya terus berharap bahwa apa yang telah terjadi dan akan terjadi merupakan sesuatu yang terbaik bagi saya. Amin….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren Mahasiswa IAIN, 8 Juni 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-3036654222108706710?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/3036654222108706710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=3036654222108706710' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3036654222108706710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3036654222108706710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/06/sebuah-cerita-di-pagi-hari.html' title='Sebuah Cerita di Pagi Hari'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-3433462326500485074</id><published>2010-05-25T01:03:00.001+07:00</published><updated>2010-05-26T16:34:51.496+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>PENGALAMAN ADALAH GURU YANG TERBAIK</title><content type='html'>“Pengalaman adalah guru yang terbaik” kata-kata inilah yang seharusnya aku tanamkan dalam-dalam di hatiku. Karena hingga sampai saat ini aku mengulangi kesalahan yang sama yang kemudian membuatku terus gagal mendapatkan sesuatu yang aku impikan.&lt;br /&gt;Mungkin dalam beberapa hal aku sudah bisa mengaplikasikan kata-kata ini, seperti dalam menulis dan hal-hal yang berbau akademik. Namun ada satu hal yang di situ saya tidak dapat saya aplikasikan kata-kata di atas. Yaitu dalam memahami dan mengerti seorang wanita, atau yang lebih pasnya tentang perasaan wanita padaku.&lt;br /&gt;Sudah berulang kali aku melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terulang itu. Sudah empat kali aku tidak bisa menaklukkan hati seorang wanita, atau singkatnya ditolak. Untuk yang pertama dan kedua aku akui aku terlalu terburu-terburu untuk mengambil keputusan. Hanya kenal sebentar saja aku langsung meminta sesuatu yang lebih padanya, pantaslah ditolak. Dari itu kemudian banyak teman-temanku mengatakan kepadaku untuk mengenal wanita itu lebih dalam dan mengakrabkannya terlebih dahulu sebelum aku mengejarnya.&lt;br /&gt;Di kali ketiga, aku mempraktekkan apa yang temanku bilang tadi. Aku mulai mengenal dan mencari tahu tentang wanita yang ketiga ini lebih mendalam. Tak perlu waktu lama aku untuk akrab dan tahu dia lebih jauh karena dia cukup kenal denganku sebelumnya, jadi lumayanlah. Saat aku sudah mulai mengenalnya sebenarnya aku sudah mau mengatakan bahwa aku mengharapkan sesuatu yang lebih darinya, tapi aku masih mengulur waktu yang lebih tepat dan pas. Mencari waktu yang pas pun saya tidak sebentar, sangat lama, sehingga wanita yang aku suka itu ditembak oleh orang lain terlebih dahulu. Dan aku pun terlambat ketika aku mengutarakan rasaku padanya. Dia sudah dengan orang itu. Kegagalan ketigaku, sungguh ironis.&lt;br /&gt;Seharusnya ketika kegagalan yang ketiga itu terjadi aku membenahi diri. Dan itulah yang aku lakukan. Aku kembali suka sama teman satu semester di PBA IAIN, aku mulai mencari tahu dan mengenalnya lebih mendalam. Mencari tahu lewat teman terdekatnya. Cukup lama aku untuk mendakatinya. Ketika menurutku aku sudah cukup dekat dengannya, aku mengutarakan apa yang ada dalam hatiku. Dan jawabannya sama seperti yang sebelumnya, tidak. Aku bertanya apalagi yang salah dari langkahku? Aku sharing dengan salah satu temanku yang ku anggap lebih pengalaman dariku tentang masalah itu. Ternyata aku belum mengenalnya lebih dekat, itulah salahku. Belum mengenalnya lebih dekat. Yah… salah lagi. Padahal aku pikir aku sudah cukup dekat dengannya. Kejadian ini baru terjadi, tepatnya kemarin, tanggal 24 Mei 2010. Lessoh lajunin.&lt;br /&gt;Semenjak saat itu saya berpikir, kenapa aku belum bisa mengambil pelajaran dari yang telah lalu. Mengapa aku terlalu tergesa-gesa? Mengapa aku selalu melakukan kesalahan yang sama? Pertanyaan-pertanyaan ini terus berputar di otakku. Dan tulisan ini aku tulis untuk menghilangkan semuanya atau menjawab semuanya. Aku ingin belajar dari pengalaman, bantu aku ya Allah.&lt;br /&gt;Semoga pertanyaan-pertanyaan yang berputar di otak ini segera terjawab. Dan aku bisa belajar dari pengalaman. Malam ini aku ingin tidur lebih lama, lebih panjang, lebih pulas dari biasanya. Agar semuanya menghilang dan esok hari aku bangun dengan wajah yang segar.&lt;br /&gt;AKU INGIN TIDUR LEBIH LAMA MALAM INI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesantren Mahasiswa IAIN Sunan Ampel, 25 Mei 2010, 23:30 WIB&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-3433462326500485074?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/3433462326500485074/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=3433462326500485074' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3433462326500485074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3433462326500485074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/05/pengalaman-adalah-guru-yang-terbaik.html' title='PENGALAMAN ADALAH GURU YANG TERBAIK'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-1243302069098332947</id><published>2010-05-24T08:00:00.000+07:00</published><updated>2010-05-24T16:43:47.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Story'/><title type='text'>Yang Terbaik untuk Kita</title><content type='html'>Masih tergiang di telinga saya saat salah satu Guru saya di MA Tahfidh Annuqayah dulu berkata, “Semua yang Allah berikan kepada kita adalah yang terbaik untuk kita tanpa terkecuali”. Dulu, saya tidak pernah percaya dengan kata-kata beliau karena menurut saya hal itu tidak masuk akal. Namun, sejak saya berada di Kota Surabaya, saya pun mulai merasakan dan mempercayai kata-kata itu. Semua yang telah terjadi dan Allah berikan kepada kita adalah yang terbaik untuk kita.&lt;br /&gt;Dulu saat saya dihadapkan pada sebuah pilihan lanjutan studi atau kuliah, saya ngoto untuk kuliah di Yogyakarta. Karena menurut saya di sana adalah tempat yang tepat untuk meneruskan hobi saya dalam dunia tulis menulis. Waktu itu, saya tidak peduli pada pendapat orang tua saya yang melarang saya untuk kuliah ke Yogyakarta dengan alasan jarak yang sangat jauh. Karena saking ngototnya, saya pun mengatakan saya sanggup untuk cari biaya sendiri asalkan saya dizinkan untuk kuliah ke Yogyakarta.&lt;br /&gt;Salah satu langkah yang saya ambil waktu itu adalah mengikuti seleksi beasiswa di UGM bagi siswa yang kurang mampu (saya lupa apa nama programnya). Saya pikir hal itu yang paling tepat untuk langkah awalnya. Namun, setelah mendaftar dan mengirimkan berkas-berkasnya, saya tidak lulus dalam seleksi berkas karena kurang memenuhi persyaratan.&lt;br /&gt;Saya tidak menyerah sampai di situ, saya terus mencari informasi. Namun tidak ada yang pas dengan apa yang saya inginkan. Akhirnya, setelah beberapa waktu, melihat tidak satu pun beasiswa yang saya dapatkan, orang tua saya dan seluruh keluarga menyeruh saya untuk kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya saja. Tapi saat itu saya tidak langsung menjawab dengan alasan istikharah dulu, baik itu saya sendiri atau orang tua saya. Padahal waktu itu alasan istikharah tersebut hanya untuk mengelur waktu saja agar tidak menututi batas waktu pendaftaran di IAIN Sunan Ampel. Dan setelah beberapa waktu orang tua saya mengatakan kepada saya bahwa hasil istikharah orang tua saya adalah IAIN Sunan Ampel sekaligus mendesak saya untuk segera mendaftar. Dan akhirnya saya menyerah dan mendaftar di IAIN Sunan Ampel. Yang kemudian berakhir dengan diterimanya saya di IAIN Sunan Ampel Surabaya di Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.&lt;br /&gt;Setelah sampai di Surabaya saya masih kurang sreg dengan IAIN Sunan Ampel. Saya menjalani semuanya setengah hati. Bahkan dari saking kurang sreg-nya saya dengan IAIN Sunan Ampel, tidak ada satu karya dan tulisan yang saya hasilkan pada waktu itu. Saya mulai frustasi. Dan tibalah pada suatu waktu, ketika itu saya baru datang kuliah, ketika sampai di Pesantren Mahasiswa IAIN Sunan Ampel (PESMA), tempat saya bermukim, saya melihat sebuah foto copy dari salah satu Koran lokal Surabaya edisi hari itu dalam satu halaman yang berisi rubrik opini. Dan penulisnya adalah salah satu mahasiswa yang tinggal di Pesma, yaitu Abd Basid. Seketika itu pula saya merasa iri dan ‘panas’, saya pun merasa tertantang untuk juga untuk menulis. Dan denger-denger dari teman-teman yang lain bahwa jika ada mahasiswa Pesma yang tulisannya dimuat di media akan mendapatkan imbalan dari pihan Pesma.&lt;br /&gt;Saya mulai menulis kembali. Namun saya masih kurang beruntung untuk dimuat. Saya tidak menyerah, terus mencoba. Dan dalam waktu yang bersamaan saya mulai dekat dengan Abd Basid dan juga saya bergabung dengan LPM Solidaritas, LPM IAIN. Dan mulai saat itu saya terus berpacu untuk menulis. Baik itu opini, resensi atau puisi yang sudah menjadi darah bagi saya. Dan tepat pada tanggal 15 April 2010 tepatnya pada hari Jum’at, resensi saya yang berjudul “Buku, Pesta dan Cinta di Alam Soe-hok Gie” dari buku “Soe-hok Gie, Sekali lagi…” dimuat di Harian Bhirawa. Dari situ kemudian beberapa orang yang saya anggap orang penting di Pesma kemudian mengenal saya karena tulisan itu.&lt;br /&gt;Sejak saat itu saya mulai sering sharing dengan Abd Basid dan teman-teman di LPM Solidaritas tentang tulisan. Semangat saya terus meningkat untuk menulis. Dan untuk kedua kalinya tulisan saya yang berupa resensi dimuat di Radar Surabaya pada tanggal 9 Mei 2010. Dan yang memberi tahu saya tentang hal itu adalah Abd Basid. Sungguh bahagia saya waktu itu. Sejak saat itu saya semangat saya  terus tumbuh. Di LPM Solidaritas pun saya mendapatkan tempat yang ‘cukup diperhitungkan’ dalam segi tulisan.&lt;br /&gt;Nah, itulah yang membuat saya tersadar dan merasakan tentang pemberian Allah kepada kita adalah yang terbaik oleh kita. Saya pun berpikir, andai saja saya tetap ngotot untuk kuliah di Yogyakarta saya yakin saya tidak mungkin akan mengalami dan merasakan hal yang begitu indah dan berarti ini. Sebuah perjalanan yang tidak mungkin saya lupakan dalam hidup saya.&lt;br /&gt;Dari itu saya salalu mengucapkan banyak syukur kepada Allah tercinta. Juga kepada orang tua saya, ternyata benar, orang tua tidak akan mungkin menjerumuskan anaknya ke dalam jurang. I love you full, my father and mother.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LPM Solidaritas, Surabaya, 23 Mei 2010, jam 11:20&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-1243302069098332947?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/1243302069098332947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=1243302069098332947' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1243302069098332947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1243302069098332947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/05/yang-terbaik-untuk-kita.html' title='Yang Terbaik untuk Kita'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-1965428489406025458</id><published>2010-05-23T08:29:00.000+07:00</published><updated>2010-05-23T08:31:15.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Essai'/><title type='text'>BANGGA DENGAN BANGGA INDONESIA BUKAN DENGAN NEGARA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hamparan alam luas membentang di jagad khatulistiwa/Harum tanahmu hijau warnamu/ Takkan pernah terlupakan//Tempat di mana aku dilahirkan/Dan tempat di mana nanti/Aku kembali duduk di sini/Menutup hari dan mati.&lt;/span&gt; Kalimat ini bukanlah puisi atau pepatah atau pun prosa. Tapi kalimat tersebut adalah penggalan lirik lagu berjudul Indoneisaku ciptaan Ungu. Lagu tersebut berisikan tentang kebanggaan sang pencipta lagu terhadap Indonesia. &lt;br /&gt;Benar, seperti yang telah kita tahu bersama bahwa rasa bangga pasti dimiliki setiap orang. Apalagi rasa bangga itu ditunjukkan kepada sesuatu yang mempunyai banyak kelebihan. Indoneisa mempunyai banyak sekali kelebihan, dan hal itu kemudian membuat semua orang yang tinggal Indonesia bangga dengan Indonesia, termasuk personel Ungu yang telah menciptakan lagu tersebut. Lagu tersebut membuat saya berpikir dan merenung sejenak, ternyata sudah sepatutnya kita membanggakan kekayaan yang dimiliki Indonesia apalagi banyak orang luar yang suka dengan kekayaan tanah air kita ini.&lt;br /&gt;Namun, ketika kita melirik sedikit saja ke sisi yang lain, yaitu sisi kenegaraannya, secara tiba-tiba rasa bangga tersebut hilang dari hati ini. Karena di situlah letak kebobrokan Indonesia akan tampak dan karena itu pula Negara kita tercinta menjadi jelek di mata dunia. Banyak sekali kasus-kasus yang menimpa tanah air ini, mulai dari kasus korupsi yang hingga saat ini belum bisa diberantas, makelar kasus yang memperjualbelikan hukum, ekonomi dan pendidikan yang rendah yang belum ditemukan solusi untuk meningkatkannya, hingga teroris yang membuat para turis enggan dan merasa tidak aman untuk bertamu ke Negara kita ini dan membuat Manchaster United urung untuk mengadakan partai kesebisi di Gelora Bung Karno pertenngahan Juni tahun lalu.&lt;br /&gt;Nah, setelah beberapa saat saya berpikir tentang kebanggaan tersebut, muncullah di pikiran saya bahwa sebelum kita benar-benar berbangga, kita harus terlebih dahulu membedakan kebanggaan terhadap bangsa Indonesia dengan bangga terhadap Negara Indonesia. Bangga pada Bangsa Indonesia berarti berbangga dengan apa yang dimiliki bangsa Indonesia, mulai dari budaya, alam, adat, suku dan kekayaan-kekayaan lainnya. Berbeda kemudian dengan bangga pada Negara Indonesia, jika bangga pada Negara Indonesia maka kita akan membanggakan pemerintahan dan ketatanegaraan Indonesia. Padahal apa yang bisa kita banggakan dari pemerintahan Negara kita ini selain kebobrokannya. Memang, jika kita berbicara Negara, bangsa pun akan masuk di dalamnya. Tapi Negara cakupannya lebih luas dan yang nampak pertama adalah bagaimana tatanan kenegaraannya bukan kekayaan dan budaya.&lt;br /&gt;Satu alasan untuk menguatkan pendapat saya ini. Yaitu perpedaan bangsa dan Negara. Mari kita mengingat kembali tentang arti Negara dan bangsa yang menjadi pembahasan pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan. &lt;br /&gt;Negara adalah suatu organisasai dari sekelompok atau beberapa manusia yang bersama-sama mendiamai satu wilayah tertentu dan mengakui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut, atau negara bisa juga berarti satu perserikatan yang melaksanakan satu pemerintahan melalui hukum yang mengikat masyarakat dengan kekuasaan untuk memaksa terjadinya ketertiban sosial. Masyarakat ini berada dalam satu wilayah tertentu yang membedakannya dari kondisi masyarakat lain diluarnya.&lt;br /&gt;Sedangkan bangsa adalah orang-orang yang memilki kesamaan asal keturunan, adat bahasa dan sejarah serta berpemerintahan sendiri. Atau juga merupakan suatu kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu di muka bumi. Dengan demikinan bangsa indonesia adalah sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilyah: Nusantara/ Indonesia.&lt;br /&gt;Nah, dari sinilah kemudian saya menyimpulkan dan yakin bahwa sebenarnya dan sepatutnya yang kita banggakan adalah bangsa Indonesia bukan Negara Indonesia. Karena kekayaan yang ada di Indonesia sebenarnya milik bangsa Indonesia bukan Negara. Sebab Negara Indonesia baru terbentuk setelah kemerdekaan sedangkan bangsa Indonesia atau Nusantara terbentuk jauh sebelum kemerdekaan RI dideklarasikan oleh Soekarno. Hanya saja, karena bangsa Indonesia berada dalam Negara Indonesia maka secara otomatis kekayaan itu seakan milik Negara Indonesia seutuhnya.&lt;br /&gt;Untuk itu sejak sekarang mari kita berbangga dengan bangsa Indonesia atau Nusantara. Karena bangsa Indonesia kaya akan budaya, alam, suku dan agama serta berperilaku ramah yang membuat orang-orang luar Indonesia tertarik pada Indonesia. Dan tidak bangga dengan Negara Indonesia. Jika kita bangga Negara Indonesia berarti kita bangga dengan adanya tikus berdasi yang semakin hari terus berkembang biak, bangga dengan perdagangan hukum yang menindas mereka yang tidak bisa membelinya, berbangga dengan keamanan Indonesia yang lemah yang menjadi surga yang indah bagi mereka para teroris.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-1965428489406025458?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/1965428489406025458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=1965428489406025458' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1965428489406025458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1965428489406025458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/05/bangga-dengan-bangga-indonesia-bukan.html' title='BANGGA DENGAN BANGGA INDONESIA BUKAN DENGAN NEGARA INDONESIA'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-1336828139583284606</id><published>2010-05-12T15:31:00.000+07:00</published><updated>2010-05-14T08:29:40.735+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>Gus Dur, Indonesia, dan Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/S-poNVhjw2I/AAAAAAAAAHg/1VCMyDbFwec/s1600/GUs+Dur.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/S-poNVhjw2I/AAAAAAAAAHg/1VCMyDbFwec/s320/GUs+Dur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5470299275720377186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku  : Gus Dur Sang Guru Bangsa&lt;br /&gt;Penulis  : Wasid&lt;br /&gt;Penerbit  : Interpena, Yogyakarta&lt;br /&gt;Cetakan  : Pertama, Maret 2010&lt;br /&gt;Tebal  : xxx + 186 halaman&lt;br /&gt;Peresensi  : Ahmad Al Matin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah ungkapan berbahasa Arab yang mengatakan bahwa orang yang mempunyai ilmu akan terus hidup meskipun jasadnya telah mati dan dikubur dalam tanah. Pepatah itu telah terbukti pada Gus Dur. Benar, Gus Dur telah wafat pada tanggal 30 Desember 2009 kemarin, namun hingga saat ini beliau masih terasa hidup di tengah-tengah kita. Hal itu disebabkan karena Gus Dur adalah orang pintar atau berilmu yang meninggalkan ilmunya untuk kita semua yaitu rakyat Indonesia umumnya dan ummat Islam khususnya. Atau yang lebih ringkasnya pemikiran Gus Dur.&lt;br /&gt;Sebagai seorang tokoh yang terlahir dari kalangan pesantren, Gus Dur mempunyai pemikiran yang melebihi pemikir lainnya. Tidak hanya para pemikir yang sama-sama dari pesantren saja yang mengakui hal itu, dari luar kalangan santri atau pesantren banyak yang mengakui tentang pemikiran Gus Dur yang lebih luas dari yang lain. Pemikiran Gus Dur yang luas tersebut sebenarnya dilatar belakangi oleh latar belakang pendidikan Gus Dur yang komplet. Seperti yang telah tertulis dalam buku ini bahwa selain mengenyam pendidikan pesantren, Gus Dur juga pernah mengenyam pendidikan luar pesantren. &lt;br /&gt;Perjalanan pendidikan Gus Dur dimulai dari SMEP (Sekolah Menengah Ekonomi Pertama) di Jakarta pada tahun 1954. Namun pada tahun itu juga dia langsung dipindahkan oleh ibunya, Nyai Sholicha ke SMEP Yogyakarta. Di Yogyakarta inilah pemikiran Gus Dur diasah. Beliau mulai suka membaca buku-buku bahasa Inggris, karya-karya sastrawan dunia seperti Hewingway, Steinbeck, Malraux dan Faulkner, juga buku-buku pemikiran kiri seperti Das Kapital karya Karl Marx. Dan pada tahun 1959 Gus Dur kembali ke dunia pesantren, beliau ‘mondok’ di Pesantren Tambakberas Jombang asuhan KH. Wahab Hasbullah dan juga sesekali melakukan komunikasi intensif dengan sang Kakek dari ibunya, KH. Bisri Syansuri (hal 87).&lt;br /&gt;Setelah itu, dia melanjutkan sekolahnya ke Mesir pada tahun 1964 untuk belajar ilmu-ilmu agama di Ma’had Al Dimsat Al Islamiyah di lingkungan Al Azhar Islamic University. Sesampainya di sana, beliau kecewa dengan sistem pengajaran yang dipakai di sana yang menitikberatkan pada sistem hafalan saja. Namun meskipun demikian, beliau menfaatkan waktu di Kairo dengan sebaik mungkin, yaitu dengan menghabiskan waktunya di salah satu perpustakaan yang lengkap di Kairo, termasuk American University Library.&lt;br /&gt;Dari Kairo, Gus Dur terbang ke Baghdad. Di kota ini, beliau melewatinya dengan penuh rasa bahagia karena mempelajari sastra Arab, filsafat dan teori sosial Eropa. Di sana juga kultur sebagai aktivis tumbuh dan berkembang dari kepribadian Gus Dur, hingga tercatat pernah menjabat Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia untuk Timur Tengah masa bakti 1964 hingga 1970 (hal 89). Dan setelah itu, beliau terbang ke Kanada untuk mempelajari kajian-kajian keislaman secara mendalam di McGill University.&lt;br /&gt;Dari pengalaman-pengelaman dan perjalan pendidikan seperti ini juga bermacam-macamnya bacaan yang telah dilahap, lahirlah sebuah pemikiran yang sangat komplet dan kritis dari Gus Dur. Tidak hanya kaedah-kaedah pesantren yang beliau gunakan sebagai landasan pemikirannya, tapi juga hasil pemikiran-pemikiran orang barat. Namun, yang perlu dicatat di sini selama Gus Dur berada di luar negeri tak ada satu pun ijazah yang beliau dapatkan. Karena setelah satu kuliah hampir selesai beliau langsung membiarkannya dan pindah ke kuliah yang lain. Juga karena beliau tidak terlalu mempermasalahkan formalitas ijazah, yang terpenting bagi beliau adalah bagaimana proses mendapatkan ilmu.&lt;br /&gt;Dengan berbagai latar pendidikan yang telah beliau lalui, pemikiran Gus Dur seakan sulit dicapai oleh orang lain terutama oleh mereka orang-orang awam. Kemudian pemikiran beliau tersebut beliau gunakan untuk merubah lingkungan dan bangsannya. Mulai dari NU dengan gagasannya untuk kembali ke khittah 1926 sampai ke Indonesia dengan ide-ide pluralismenya yang beliau lakukan semasa beliau menjadi presiden.&lt;br /&gt;Dengan pemikiran-pemikirannya tersebut Gus Dur mampu menempatkan dan menyesuaikan diri di mana dan kapan saja. Seperti yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si. dalam Kata Pengantar buku ini (hal xx). Gus Dur ibaratnya seorang pemain sepak bola, beliau mampu bermain di posisi apa saja, belakang, tengah atau depan serta mampu berimprovisasi secara memadai. Beliau juga tidak hanya seorang play maker yang hanya mengatur permainan saja, tetapi juga mampu menjadi target man atau bahkan stopper yang handal. Di sinilah tak seorang pun yang mampu menandingi beliau.&lt;br /&gt;Nah, proses keilmuan Gus Dur yang komplet dari berbagai sumber menjadikan Gus Dur menjadi individu kosmopolitan dan senantiasa menawarkan joke-joke segar bukan hanya membangun rasa kritisisme dalam menyikapi persoalan sosial kehidupan, tapi juga dalam model guyonan yang membuat kita terpingkal-pingkal. Seperti ungkapan yang beliau ucapkan “Gitu aja kok repot”, sebuah ungkapan yang menyimbolkan agar seorang tidak terlalu mempersulit masalah tapi mempermudahnya. Tradisi yang juga dikenal di kalangan umat Islam sebagai yasshiru wala tuassiru.&lt;br /&gt;Buku ini merupakan dari sekian buku yang disajikan oleh para penulis untuk kita rakyat Indonesia secara umum dan Islam khususnya, agar terus mengenang Gus Dur dan juga meneruskan apa yang beliau inginkan, yaitu NKRI yang tentram dan anti perpecahan. Tidak hanya itu, buku ini juga mengajak kita untuk mempelajari lebih mendalam tentang pemikiran Gus Dur terhadap Islam dan Indonesia. Bagaimana kita menggabungkan pemikiran Islam dan barat untuk membangun Negara lebih maju dan anti perpecahan.&lt;br /&gt;Namun, layaknya semua sesuatu di dunia ini, buku ini juga mempunyai kekurangan. Buku yang diangkat dari tesis penulisnya ini mempunyai bahasa yang lumayan tinggi yang kemudian membuat buku ini terasa berat untuk dibaca. Tidak hanya itu pula, tak ada sedikit pun arus yang mengalir dari buku ini. Artinya, jika anda membaca buku ini siapkanlah sebuah hiburan setelahnya karena anda merasa bosan dengan buku ini. Selamat membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi ini dimuat di RADAR SURABAYA edis Minggu 9 Mei 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-1336828139583284606?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/1336828139583284606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=1336828139583284606' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1336828139583284606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1336828139583284606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/05/gus-dur-indonesia-dan-islam.html' title='Gus Dur, Indonesia, dan Islam'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/S-poNVhjw2I/AAAAAAAAAHg/1VCMyDbFwec/s72-c/GUs+Dur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-1117992979492753675</id><published>2010-04-28T11:36:00.000+07:00</published><updated>2010-05-22T19:13:15.572+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>MENJADI PEMIKIR PESANTREN YANG UP TO DATE</title><content type='html'>Berbicara tentang pesantren, pastinya secara otomatis terbersit dalam benak kita tentang sebuah lembaga pendidikan yang dihuni banyak orang-orang yang mempunyai akhlak yang mulia, tawadu’ dan mempunyai pengetahuan agama Islam yang cukup mendalam. Namun siapa sangka ternyata pesantren yang selama ini kita banggakan dan kita cintai ternyata dianggap sebagai sebuah lembaga yang kaku, ketinggalan zaman dan terkesan lamban dalam merespons perkembangan dan pemikiran yang bersifat kekinian.&lt;br /&gt;Mengacu pada hal itu, ada beberapa kelompok yang cukup—menghindari kata ‘sangat’—menjauhi Islam terutama kalangan non-Islam. Hal ini kemudian membuat islam keluar dari misi utamanya sebagai Rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam).&lt;br /&gt;Anggapan tentang pesantren yang seperti itu sebernanya disebabkan karena bebepara pesantren—terutama pesantren-pesantren di Sumenep—masih mengandalkan pemahaman teks dalam pengembangan pendidikan dan keilmuan Islam. Hal ini sebagaimana telah dikatakan oleh beberapa pemikir Islam kontemporer seperti Muhammad Arkoun, Fazlur Rahman dan Abid Al Jabiri bahwa selama ini perkembangan keilmuan Islam hanya terpaku kepada pemahaman teks saja. Sehingga mengakibatkan beberapa tokoh pemikir kontemporer menyatakan bahwa yang membentuk peradaban Islam adalah peradaban teks, bukan yang lainnya.&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa sebuah produk atau hasil pemikiran dan pemahaman seseorang dari sebuah teks tidak akan terlepas dari alur yang diberikan teks itu sendiri. Artinya, hasil pemikiran tersebut tidak mempunyai ruang lingkup yang luas. Jika teks yang dikaji adalah teks berasas Islam maka ruang lingkup yang diberikan hasil pemikiran orang tersebut hanya mencakup Islam secara khusus saja dan tidak untuk secara umum untuk pemikiran luar Islam.&lt;br /&gt;Dari itu kemudian Mohammed Abid Al Jabiri menghadirkan ‘tri-epistemologi’ dalam proyeknya naqd al ‘aql al ‘arby (kritik Nalar Arab). Melalui proyek ini Al Jabiri mengungkap kecenderungan epistemologis yang berlaku bangsa Arab dan umat Islam pada umumnya. Al Jabiri mencoba menganalisa kecenderungan-kecenderungan umat muslim yang secara kreatif melahirkan berbagai produk pemikiran yang berbeda yang ternyata didominasi oleh interpretasi teks yang sama.&lt;br /&gt;Tiga epistemologi tersebut pertama, epistemologi bayani. Epistemologi ini merupakan bentuk nalar yang sangat menekan otoritas teks (nash), baik secara langsung atau tidak, dan dijustifikasi akal keabsahan yang digali melelalui inferensi (istidlal). Kedua, epistemologi irfani yaitu nalar yang berdasarkan pada kasyf, tersingkapnya rahasia-rahasia realitas oleh Tuhan, atau lebih singkatnya berdasarkan pengalaman. Ketiga, epsitemologi burhani yaitu bentuk nalar yang bedasarkan akal dan melalui proses logika.&lt;br /&gt;Menurut Al Jabiri, ketiga epistemologi ini membunyai hubungan sirkulatif dalam menyikapi problema dan mencari kesimpulan dalam pemikiran. Hal ini dikarenakan hanya dengan hubungan sirkuliatif dari ketiga epistem inilah akan diperoleh kebenaran yang menyeluruh yang hal ini tidak akan mungkin dicapai oleh salah satu epistem dengan sendirinya. Selain itu dengan adanya kerja sama yang apik ini akan merubah konstruksi pemikiran Islam yang lebih memperhatikan problem kemanusian, bukan malah menjauhi apalagi pemicunya. Hal ini mengingat bahwa kerja dari ketiga epistemologi tersebut adalah mencari kebenaran (moral etik) dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Mengamalkan Qaidah Fiqhiah&lt;br /&gt;Sejalan dengan teori tri-epistemologi yang dikemukakan Abid Al Jabiri sebuah Qaidah fiqhiah yang sering kita dengar dan sangat kita hafal, yaitu Al Muhafadzah Alal Qadim Wal Akhdu Bi Jadidil Aslah (melestarikan tradisi lama dan mengambil tradisi baru yang lebih baik). Dari Qaidah ini dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa melestarikan tradisi lama atau al Qadim (teks) itu diharuskan, namun tidak mengesampingkan atau bahkan membuang tradisi-tradisi baru yang sekiranya lebih baik dan sesuai dengan zamannya.&lt;br /&gt;Mengaca dari qaidah tersebut sepatutnya kita sebagai umat Islam tidak hanya mengedepankan pengkajian teks saja tapi juga mengkaji realita atau kondisi dan sintuasi zaman yang kita hadapi saat ini. Lalu hal itu kemudian dicocokkan atau digabungkan dengan tradisi lama atau pengkajian teks yang sekiranya juga sesuai dengan zaman ini. Sehingga hukum-hukum Islam yang telah ditetapkan oleh Rasulullah dan tertulis dalam kitab-kitab klasik bisa relevan dengan zaman kita saat ini.&lt;br /&gt;Nah, ketika teori yang dikemukan oleh Al Jabiri dan Qaidah Fiqhiah di atas ini kita realisasikan, pastinya pendidikan dan pemikiran Islam tidak akan lagi terkesan kaku dan tidak relevan dengan zaman. Dan dengan ini pula kita akan memunculkan sebuah anggapan bahwa pemikir-pemikir Islam yang lahir dari pesantren ternyata juga mampu menjadi pemikir yang up to date. Waallahu ‘Alam bis Shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tulisan ini dimuat di RADAR MADURA Edisi Jumat 21 Mei 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-1117992979492753675?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/1117992979492753675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=1117992979492753675' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1117992979492753675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1117992979492753675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/04/menjadi-pemikir-pesantren-yang-up-to.html' title='MENJADI PEMIKIR PESANTREN YANG UP TO DATE'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2166644302697248290</id><published>2010-04-28T11:26:00.000+07:00</published><updated>2010-04-28T11:27:23.519+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>PENDIDKAN KORUPSI</title><content type='html'>Beberapa bulan terakhir ini, berita tentang kourupsi semakin menjadi berita yang—sepertinya—menjadi berita wajib diterbitkan, baik itu di media cetak maupun audio visual. Seperti rumput-rumput liar di taman, keberadaan mereka, para koruptor, semakin hari semakin bertambah dan bertambah. Membuat Negara kita tercinta ini menjadi semakin terpuruk dan terluka. Ditambah lagi kasus ‘perdagangan hukum’ yang beberapa waktu terakhir ini menjadi tema perbincangan yang sangat menarik.&lt;br /&gt;Terlepas dari pada itu, keadaan pendidikan Negara kita pun juga sangat memperihatinkan. Tidak hanya masalah banyaknya jumlah anak yang tidak mampu mengenyam pendidikan. Tapi juga tingkat kejujuran para praktisi pendidikan dalam melaksanakan UN. Seperti yang telah dilansir Mendiknas beberapa waktu lalu yang ternyata kejujuran mereka rata-rata masih di bawah 50%, termasuk juga Ibu Kota Negara, Jakarta. Hanya satu kota yang melebihi 50%, yaitu DIY Yogyakarta. Sungguh saya ingin menangis mengingatnya. Betapa tidak, bila hal itu terbukti kebenarannya berarti hampir keseluruhan dari siswa lulusan dari SLTP dan SLTA sebenarnya tidak lulus. Karena hasil ujian yang mereka peroleh merupakan suatu kebohongan belaka yang dilakukan oleh praktisi pendidikan.&lt;br /&gt;Kaitannya dengan korupsi, jika di sekolah atau lembaga pendidikan lain para guru sudah mulai mempraktekkan kasus korupsi, bukan tidak mungkin di kemudian hari murid-murid atau para siswa sekolah juga akan akan melakukan hal yang sama di kemudian hari. Seperti yang telah kita ketahui dari pelajaran akhlak atau tatakrama—terlebih dalam istilah Islam—sebuah ungkapan “Jika gurunya kencing berdiri muridnya akan kencing berlari”. &lt;br /&gt;Dari ungkapan tersebut dapat kita simpulkan bahwa jika seorang guru melakukan korupsi sebesar 1 juta rupiah, bisa saja muridnya di kemudian hari melakukan korupsi sebesar 1 milyar rupiah. Jika hal itu benar-benar terjadi pastinya Negara kita tercinta ini akan semakin terpuruk. Tidak hanya sekolah saja yang mempengaruhi hal tersebut, lingkungan keluarga pun cukup berpengaruh. Memang orang tua tidak akan pernah merasa mengajarkan hal seperti itu, tapi sikap, cara bicara dan cara berpikir orang tua mudah dipelajari oleh anak dan akan menjadi warisan. Karena seorang anak—terlebih mereka yang masih dalam masa pertumbuhan—akan lebih cenderung meniru tingkah laku orang tuanya. Jika orang tuanya bertingkah laku tidak baik, maka anaknya juga melakukan hal yang sama, dan seperti itu sebaliknya.&lt;br /&gt;Jadi, jika saat ini para orang tua dan guru berani melakukan korupsi atau penyuapan, dan di suatu hari hal itu ditiru anak, maka jangan marah. Karena mereka hanya meniru tingkah laku para guru dan orang tua saja. Seperti juga Negara kita, jika saat ini Negara kita dipenuhi dengan kasus korupsi, maka kita perlu mengkoreksi kembali seperti apa tingkah laku para pendahulu kita, apa mereka juga melakukan hal yang sama. &lt;br /&gt;Dididik untuk Korupsi&lt;br /&gt;Seperti yang telah ditulis di atas bahwa seorang anak mempunyai kecenderungan dan sangat mudah untuk meniru tingkah laku orang tuanya. Nah, ketika seorang anak sudah meniru dan merasakan sebuah kesenangan dengan meniru itu, pastinya si anak pun akan terus ingin melakukannya dan bisa saja menjadi hobi. Selanjutnya, ketika korupsi menjadi suatu kesenangan atau hobi maka secara tidak langsung seorang anak yang telah mengaplikasikan perbuatan orang tuanya tersebut tidak akan menghiraukan hukum. Dia akan terus melakukannya untuk kesenangan dirinya. Yang selanjutya menjadi koruptor cilik.&lt;br /&gt;Dan jika itu benar-benar terjadi, sepantasnya pula sebuah hukum yang selama ini ingin ditegakkan sulit untuk bergerak. Karena koruptor cilik itu akan terus berulah, tidak memperdulikan hukum yang akan menjeratnya. Jika hukum itu ‘berani’ menjeratnya, maka ia pun tidak segan untuk membeli hukum agar tidak bisa menyentuh apalagi menjeratnya atau bahkan akan ‘membunuh’ hukum itu sendiri. &lt;br /&gt;Dari ini kemudian bisa kita simpulkan bahwa sebenarnya para koruptor yang telah merajalela di Negara kita tercinta ini merupakan hasil didikan para penduhulu mereka. Hal itu akan terus berlaku dan bejalan jika tidak ada yang mampu mencegahnya. Salah satu pencegah pendidikan korupsi adalah dengan adanya sebuah pendidikan moral yang ditanamkan sejak diri oleh para orang tua. Karena orang tualah yang selalu ada di samping anak, tetapi tidak hanya di lingkungan keluarga saja, lingkungan sekolah pun sangat perlu diapliasikan pendidikan moral. Karena apabila seseorang yang pintar belum tentu mempunyai moral yang bagus atau aklaqul karimah yang kemudian mampu menggunakan kepintarannya itu kebaikan. Hal itu sudah terbukti terhadap para pejabat Negara yang hanya pintar otak namun tidak pintar hati atau bermoral tinggi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2166644302697248290?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2166644302697248290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2166644302697248290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2166644302697248290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2166644302697248290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/04/pendidkan-korupsi.html' title='PENDIDKAN KORUPSI'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2224380702444135060</id><published>2010-04-24T16:36:00.000+07:00</published><updated>2010-05-14T08:31:29.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>MENYELAMI KISAH DASAR LAUT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/S9K8izPlnKI/AAAAAAAAAHY/9NglbGvVZk8/s1600/JLeI0117big.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 168px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/S9K8izPlnKI/AAAAAAAAAHY/9NglbGvVZk8/s320/JLeI0117big.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463636604010994850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku  : The Deep (Dasar Laut)&lt;br /&gt;Penulis  : Helen Dunmore&lt;br /&gt;Penerjemah  : Rosemary Kesauly&lt;br /&gt;Penerbit  : PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta&lt;br /&gt;Cetakan  : Pertama, Januari 2010&lt;br /&gt;Tebal  : 304 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan dasar laut membuat kita sejenak melupakan semua problema yang kita hadapi. Laut yang penuh dengan tumbuhan bawah laut nan indah, karang-karang, dan ikan warna-warni yang pastinya akan membuat kita tercengang melihat kekuasaan Tuhan itu. Namun, selain memiliki keindahan, laut juga membawa musibah dan masalah yang kemudian merubah kehidupan kita yang dulu terasa tentram, nyaman nan indah menjadi penuh kisah sedih dan masalah yang tak kunjung selesai. Mungkin itulah sedikit gambaran tentang cerita yang diungkapkan oleh Helen Dunmore dalam empat bukunya Tetralogi Ingo. &lt;br /&gt;Setelah sukses menceritakan tentang laut pada buku pertama (Ingo) dan kedua (The Tide Knot), Helen kembali mengajak kita kembali menyelam ke dalam kisah-kisahnya tentang laut. Dalam buku keempat ini, diceritakan bahwa kaum Mer meminta bantuan kepada Sapphire untuk menidurkan Kraken, seekor monster yang bersemayam di dasar laut. Menurut sejarah kaum Mer, jika monster tersebut tidak ditidurkan, ia akan menghacurkan Ingo. Untuk mencegahnya kaum Mer hanya memiliki dua pilihan, menidurkannya atau memberikan sepasang anak laki-laki dan perempuan. Sedangkan untuk menidurkannya harusada yang pegi ke dasar laut. Dan hanya mereka yang berdarah campuran manusia dan Mer yang bisa sampai ke dasar laut.&lt;br /&gt;Namun, meskipun pertolongan dari Sapphire sangat dibutuhkan oleh kaum Mer. Sapphire tidak langsung menyanggupi permintaan mereka. Ia masih mempertembingkannya lagi. Terlebih Conor, kakak Sapphire dan Faro sahabatnya dari Mer, tak akan membiarkannya pergi ke dasar laut tanpa mereka berdua. Karena menurut Saldowr, penasehat kaum Mer dan Granny Carne, wanita tua yang tinggal di sebelah rumah Sapphire yang juga banyak tahu tentang Mer, perjalanan ke dasar laut bukanlah hal yang mudah, di sana banyak sekali bahaya yang menanti. Oleh karena itu, Sapphire kemudian meminta bantuan ikan Paus baik yang pernah membantunya keluar dari dasar laut dulu saat terbawa arus ketika banjir melanda kotanya.&lt;br /&gt;Singkat cerita, Sapphire pun bisa memenuhi permintaan kaum Mer untuk menidurkan Kraken. Cerita selanjutnya dari novel tersebut adalah rencana Mum dan Roger untuk pergi ke Australia untuk berlibur selama beberapa bulan. Di sini, Sapphire dihadapkan pada dua pilihan antara ikut berlibur ke Australia untuk membahagiakan Mum atau tetap tinggal di rumahnya agar bisa sewaktu-waktu mendatangi Ingo dengan bebas. Nah, di masalah ini kemudian Granny Carne mempunyai andil cukup besar dalam menyelesaikan masalah. Wanita tua yang cukup dijauhi anak-anak ini kemudian membantu Sapphire, Conor dan Mum mencari jalan keluar dari masalah ini, meskipun masalah ini kesannya hanya sepele.&lt;br /&gt;Cerita lainnya adalah rencana Sapphire dan Faro untuk melakukan penyebrangan Ingo, sebuah adat dari kaum Mer sebagai bukti perubahan seorang anak menjadi dewasa setelah melakukannya. Namun, cerita ini hanya dijelaskan sedikit saja karena cerita inilah yang akan menjadi cerita inti pada buku keempatnya nanti.&lt;br /&gt;Di novel ini Sapphire belum bertemu lagi dengan Dad, meskipun di beberapa bab hal itu sempat diperbincangkan oleh Sapphire dan Conor. Secara keseluruhan, novel ketiga lebih kaya akan konflik dan jalan ceritanya lebih menarik. Ada beberapa tokoh Mer baru dengan karakter protagonis maupun antagonis yang turut meramaikan. &lt;br /&gt;Sampai tiba akhir, novel ini sama sekali tidak menjelaskan ketakutan Mer. Di dalam Bab Empat sebenarnya hal ini sudah ditanyakan Sapphire pada Rapat Besar Mer, namun tidak ada jawaban yang pasti. Mereka hanya ketakutan harus memberikan anak-anak mereka kepada Kraken. Padahal seperti yang diutarakan Sapphire, kaum Mer hidup di Ingo dan tidak  mungkin bisa ke dasar laut. Kraken hidup di dasar laut dan tidak akan pernah ke Ingo.&lt;br /&gt;Dengan novel ini Helen Dunmore membuktikan kepiawaiannya dalam menjalin benang merah dari setiap sekuel dan mengeksploitasi laut dan isinya menjadi hal-hal yang mendebarkan, tetap misterius tapi sangat memikat. Sehingga mau tidak mau, kita akan dipaksa untuk berlama-lama untuk menyelesaikan kisahnya. Yang kemudian membawa kita terseret ke dunia Ingo dan percaya kehidupan bawah laut itu ada. Kita pun semakin penasaran untuk mengenal laut yang sebenarnya. Ingo memang dunia yang luar biasa. &lt;br /&gt;Selamat Membaca!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2224380702444135060?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2224380702444135060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2224380702444135060' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2224380702444135060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2224380702444135060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/04/menyelami-kisah-dasar-laut.html' title='MENYELAMI KISAH DASAR LAUT'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/S9K8izPlnKI/AAAAAAAAAHY/9NglbGvVZk8/s72-c/JLeI0117big.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-3708283482770001132</id><published>2010-03-28T15:36:00.000+07:00</published><updated>2010-03-28T15:37:50.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>PEMUDA, SANG PLAY MAKER UNTUK PERUBAHAN</title><content type='html'>”Berilah aku sepuluh orang pemuda yang bergelora jiwanya maka aku akan mengubah dunia”, begitulah kira-kira ucapan Bung Karno, Presiden pertama kita tentang semangat pemuda dan betapa berpengaruhnya mereka. Ya, pemuda memang mempunyai semangat yang menggebu-gebu, seperti kata Rhoma Irama dalam salah satu lagunya yang berjudul ‘Darah Muda’ dan itulah kelebihan dari mereka yang mampu mengubah segalanya.&lt;br /&gt;Pemuda merupakan aktor utama dalam menciptakan perbuhan, betapa tidak, dengan semangatnya yang menggebu-gebu dan keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru mereka mampu menciptakan ide-ide baru untuk menyongsong datangnya perubahan. Bukti nyata dari hal itu adalah turunnya Soekarno sekaligus mengakhiri Orde Lama, serta runtuhnya kekuasaan Orde baru yang dipimpin oleh Soeharto, yang kesemua itu adalah ‘ulah’ dari mereka para pemuda. &lt;br /&gt;Hingga saat ini, pemuda masih mempunyai peran yang sangat penting. Layaknya seorang play maker (pengatur permainan) dalam pertandingan sepak bola, semua tergantung pada dirinya. Terserah dia apakah dia mau menjadikan permainan indah, umpan-umpan matang yang kemudian berbuah gol atau hanya sekedar bermain tanpa menghasilkan apa-apa, jangan permainan bagus dan indah mungkin saja tak satu gol pun yang didapat. Seperti itulah peran pemuda dalam mengatur sebuah perubahan.&lt;br /&gt;Di Negara kita, hal itu juga berlaku. Namun, beberapa tahun terakhir ‘gebrakan’ yang mereka buat seolah tidak ada. Akhir-akhir ini mereka terkesan masih sibuk dengan diri mereka masing-masing, masih sibuk dengan kelompoknya sendiri dan masih sibuk dengan tauran dan ulah-ulah anarkis. Memang, dalam beberapa kasus mereka para pemuda khususnya mahasiswa, turun ke jalan untuuk melakukan penuntutan terhadap hak rakyat. Tapi, mereka yang sadar dan benar-benar dengan ikhlas melakukan itu hanya segelintir saja. Kebanyakan dari mereka hanya ‘jadi bebek’ dan tidak tahu tujuan dari aksi mereka itu. Bahkan, tak sedikit dari mereka melakukan itu karena ada dorongan dari orang di ‘belakang’ mereka yang nyatanya mempunyai ambisi pribadi. Dan mereka mau-mau saja.&lt;br /&gt;Itu membuktikan bahwa rasa nasionalisme yang sering mereka elu-elukan dalam aksi-aksi mereka hanya ada di mulut saja, tidak di hati mereka. Dan jika berdomenstrans saja sudah bisa diatur oleh pihak lain dan hanya mengharapkan ‘upah’ saja. Bagaimana jika nanti mereka menjadi wakil rakyat. Tidak menutup kemungkinan mereka juga akan melakukan hal yang sama dengan apa yang telah dilakukan oleh wakil rakyat yang saat ini sedang mereka kritik dan jelek-jelekan.&lt;br /&gt;Pada awal tahun 2009 kemarin, terjadi sebuah kasus korupsi yang melibatkan mahasiswa yang juga seorang aktivis sebuah organisasi mahasiswa. Mahasiswa tersebut diduga telah menggelapkan dana kampanye sebuah partai yang dia dukung. Sekali, ini sebuah bukti bahwa mereka hanya bisa berbicara dan mengkritik saja, namun tidak bisa mengaplikasikan apa yang mereka ucapkan. Apakah ini yang disebut pemuda adalah agent of change?&lt;br /&gt;Pada tahun 1960-an, di Negara kita ini terjadi sebuah pergolakan politik yang hampir serupa dengan politik kita saat ini. Pengaruh dari pergolakan tersebut membuat rakyat miskin semakin miskin namun orang kaya semakin kaya. Hal ini kemudian membangkitkan gejolak para pemuda dan mahasiswa untuk melakukan aksi-aksi dan gerakan untuk pemberontakan terhadap pemerintah. Pergolakan itu berakhir pada tahun 1966 dengan tumbangnya pemerintahan Orde Lama di tangan mahasiswa. Setelah itu, lahirlah pemerintahan Orde Baru. Para mahasiswa yang dulu ikut dalam aksi tahun 1966 atau yang sering disebut ‘Angkatan ‘66’ kemudian diangkat menjadi anggota DPR dan susunan kabinet. Namun, tak sedikit pula dari mereka yang menolak untuk itu, dengan alasan mereka belum mampu untuk mengemban amanah dan mereka ingin lebih bebas mengontrol pemerintah. Salah satu dari mereka yang menolak itu adalah Soe Hok-gie, seorang aktifis yang selalu lantang dalam mengkritik pemerintah namun dia tidak terlalu fanatik terhadap suatu organisasi dan partai politik.&lt;br /&gt;Setelah beberapa waktu berlalu, sebuah pergolakan kembali terjadi, para mahasiswa angkatan ’66 yang menjadi anggota DPR tidak bisa menjalankan tugas mereka dengan baik. Bahkan, mereka terkesan terlalu menikmati dengan jabatan yang mereka miliki saat itu. Kata ‘nasionalisme’ yang mereka ucapkan pada saat aksi di jalan seakan pupus dan hilang di telan waktu. &lt;br /&gt;Tindakan Soe Hok-gie untuk tidak termasuk dalam anggota DPR dan pemerintah sangatlah benar dengan adanya bukti bahwa mereka yang masuk dalam pemerintahan telah ‘mati suri’ dan terlalu menikmati dengan kenyamanan dan kenikmatan. Mereka telah lupa dengan segala ucapan mereka sendiri saat mereka berorasi di jalan.&lt;br /&gt;Nah, kejadian inilah yang kemudian bisa kita pikirkan dan menjadikannya sebagai pelajaran supaya hal itu tidak terulang kembali. Supaya kita para pemuda sekaligus mahasiswa tidak hanya mampu berbicara saja tentang nasionalisme dan pro rakyat tetapi juga mampu melaksanakannya dalam keseharian kita. Agar kita bisa mengatur permainan, melancarkan serangan-serang dengan umpan-umpan matang yang kemudian menjadi sebuah gol perubahan untuk Negara kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-3708283482770001132?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/3708283482770001132/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=3708283482770001132' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3708283482770001132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3708283482770001132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/03/pemuda-sang-play-maker-untuk-perubahan.html' title='PEMUDA, SANG PLAY MAKER UNTUK PERUBAHAN'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-4579615139090300534</id><published>2010-03-28T15:35:00.000+07:00</published><updated>2010-03-28T15:36:18.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Pelangi di Musim Matahari</title><content type='html'>Sebuah pelangi terlukis secara tiba-tiba&lt;br /&gt;di senja kotaku, &lt;br /&gt;penuh dengan nafas lesu,&lt;br /&gt;hewan-hewan melata bertubuh besi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama sekali aku tak melihatnya&lt;br /&gt;sejak langit kehilangan awan dan angin&lt;br /&gt;;pelangi yang selalu menghias senja &lt;br /&gt;dengan senyum tujuh rupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu langit kotaku tak pernah dikunjungi hujan&lt;br /&gt;mentari seakan enggan tuk beranjak&lt;br /&gt;semua memerah, namun tak semerah darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam pun terang, &lt;br /&gt;matahari tak lagi merasa ngantuk&lt;br /&gt;dia lebih senang melihat besi yang tiap waktu&lt;br /&gt;terus menyambung seperti semut&lt;br /&gt;dan wanita dengan parfum menyengat&lt;br /&gt;berjalan lembut di sebuah taman tak berbunga&lt;br /&gt;menawarkan hidangan hangat malam&lt;br /&gt;;begitu menggairahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, senja ini&lt;br /&gt;dengan udara yang cukup kuat menusuk kepala&lt;br /&gt;pelangi itu tlah duduk di sana,&lt;br /&gt;di langit kotaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sambil menikmatinya,&lt;br /&gt;akan ku kuukir sejuta kata &lt;br /&gt;pada sayap burung-burung&lt;br /&gt;tuk kuberikan padanya&lt;br /&gt;agar dia enggan berranjak dari kotaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-4579615139090300534?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/4579615139090300534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=4579615139090300534' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/4579615139090300534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/4579615139090300534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/03/pelangi-di-musim-matahari.html' title='Pelangi di Musim Matahari'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2024688267183651790</id><published>2010-03-14T14:07:00.000+07:00</published><updated>2010-03-14T14:10:25.123+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>MENGENANG SOE HOK-GIE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/S5yLnhWLDUI/AAAAAAAAAHQ/M5acEQhPLfQ/s1600-h/9789799102195.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 164px; height: 208px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/S5yLnhWLDUI/AAAAAAAAAHQ/M5acEQhPLfQ/s320/9789799102195.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448383160293985602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul buku : Soe Hok-gie ...Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya&lt;br /&gt;Editor  : Rudy Badil, Luki Sutrisno Bekti, dan Nessy Luntungan R.&lt;br /&gt;Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Jakarta&lt;br /&gt;Cetakan : Pertama, Desember 2009&lt;br /&gt;Tebal  : xl + 512 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita kenang dari seseorang yang telah menghadap yang Maha Kuasa 40 tahun yang lalu kalau bukan perjuangan, pemikiran, dan karyanya. Betul, Soe Hok-gie yang telah terlebih dahulu dipanggil oleh-Nya merupakan salah satu dari sekian banyak mahasiswa yang turun ke jalan pada tahun 1966 untuk menumbangkan pemerintahan Orde Lama. Memang pada saat itu pemuda atau mahasiswa seperti Hok-gie cukup banyak. Namun pemuda idealis, humanis, dan moralis sepertinya cukup ‘langka’.&lt;br /&gt;Sosok pemuda seperti Hok-gie pada saat ini pun nyaris tidak ditemui di Negara kita. Seorang pemuda yang selalu resah dengan keadaan Negara dan rakyatnya yang tidak menentu. Seorang pemuda yang mempunyai peran cukup besar dalam menumbangkan pemerintahan orde lama tetapi juga menentang pemerintahan orde baru yang dirasanya seenaknya saja. Seorang penggila buku, jago diskusi tapi juga cinta terhadap lingkungan sekitarnya dan juga seorang pemuda yang romantis.&lt;br /&gt;Kematian Soe Hok-gie pada tanggal 16 Desember 1969—sehari sebelum hari ulang tahunnya—di puncak Mahameru, tanah tertinggi di pulau Jawa, menyisakan luka yang cukup mendalam di hati teman-teman dan keluarganya. Betapa tidak, dikalangan teman-temannya Hok-gie dikenal sebagai seorang yang sangat pintar bergaul, tidak pernah pamrih, dan selalu mendengarkan segala keluh kesah teman-temannya tentang sesuatu, baik itu masalah lingkuan ataupun sesuatu yang sifatnya sangat pribadi sekali. Tidak hanya itu, Hok-gie juga dikenal sebagai seorang penulis yang karyanya cukup disenangi dan dipublikasikan di beberapa media terkemuka pada saat itu, salah satunya Kompas, Sinar Harapan dan Indonesia Raya. Bahkan, dari saking banyaknya orang yang mengagumi tulisannya ada salah satu pengagumnya, yaitu seorang penjual peti jenazah dengan rela menyumbangkan peti jenazah untuk evakuasi mayat Hok-gie dari Malang ke Jakarta.&lt;br /&gt;Bagi Herman O Lantang dan Rudy Badil, Soe Hok-gie merupakan teman yang sangat mereka sayangi. Karena bagi mereka, selain memang Hok-gie cukup pintar dan cerdas, ada kesamaan hobi yang membuat mereka begitu dekat, yaitu mecintai alam dan mendaki gunung. Hal ini memang sering dilakukan oleh mereka terlebih ketika pemerintahan sedang dalam keadaan tidak menentu lalu mereka membuang segala kepenatan dan kebosanan terhadap pemerintah dengan mengenal alam lebih dekat. Hal itu terbukti ketika adanya beberapa karya Hok-gie yang mengisahkan tentang keindahan alam pegunungan yang telah ia daki.&lt;br /&gt;Menurut Arief Budiman, kakak Hok-gie, kegemaran Hok-gie pada dunia baca-tulis memang sudah tercermin sejak ia masih berumur belasan tahun. Saat teman-temannya yang lain sedang mengejar layang-layang, Hok-gie malah nongkrong di genting rumah sambil membaca buku, atau sekedar merenung. Ketika ia dewasa, kegemaran itu mulai bertambah dan mendarah dalam dirinya. Juga menurut pengakuan Arief Budiman, ketika Hok-gie pulang dari kampus atau kegiatan lainnya di luar rumah, saat semua anggota keluarganya telah terlelap, dengan diterangi lampu neon yang sinarnya suram karena voltase listrik saat itu sering turun ketika malam hari, Hok-gie menulis bermacam tulisan baik tentang pengalamannya di alam bebas, ataupun tentang keresahan dan kritik pada pemerintah yang kemudian karya-karya itu kemudian dipublikasi di berbagai media.&lt;br /&gt;Dalam perbincangan aktivisme gerakan mahasiswa Hok-gie merupakan sosok yang “langka” di tengah periode kontestasi politik ideologi masa itu, persisnya pada senjakala pemerintahan Soekarno dan awal menyingsingnya kekuasaan rezim Orde Baru. Tipikal Hok-gie itu merujuk pada rekam jejaknya yang tak menjadi bagian organisasi politik dan partai ideologis apa pun, bahkan sampai batas akhir hidupnya. Padahal, pada masa itu “mahasiswa Jakarta pada umumnya jauh lebih lebur sebagai bagian atau bahkan perpanjangan tangan dari kelompok-kelompok politik ideologis yang ada dalam struktur Nasakom”. Yang perlu dicatat di sini, aktivitas gerakan di era kontestasi politik ideologi tak mungkin dilepaskan dari aspek pergaulan dan kesesuaian pemikirannya. Untuk kasus Hok-gie, dia dekat dengan aktivis Gemsos (Gerakan Mahasiswa Sosialis) dan sempat menaruh simpati ke PSI (Partai Sosialis Indonesia).&lt;br /&gt;Bahkan, karena sikapnya yang tidak mau melebur lebih jauh sebagai anggota dari suatu organisasi politik atau partai ideologis, dia menjadi ‘musuh’ dari mantan teman-temannya. Selain itu, dia juga sering dijuluki “cina kecil” oleh ‘musuh-musuhnya’ dan orang-orang yang sempat ia kritik melalui tulisan. Namun hal itu tidak ia pedulikan, ia tetap terus menulis, berpikir dan mengkritik.&lt;br /&gt;Buku yang digadang-gadang untuk menampilkan Soe Hok-gie (sekali lagi) ini sangat cocok dicerna dan dikonsumsi oleh para pelajar dan pemuda. Selain itu pula, buku ini merupakan salah satu cara untuk mengenang sosok Soe Hok-gie sekaligus menampilkan kembali sosoknya, terlebih pada saat Negara kita sedang dalam keadaan seperti saat ini. Maka, kalau boleh berceletuk sebentar, kira-kira seperti apa ungkapan Hok-gie melihat energi masyarakat dan mahasiswa yang belakangan hari kerap diwarnai aksi protes? Sebagaimana dituliskan Rudy Badil (hlm. 266), mungkin sekali beginilah pernyataan pesan Hok-gie yang tertuju kepada pemangku kekuasaan, “Jangan memancing perasaan anak-anak muda itu. Mereka anak-anak zaman sekarang yang pemarah. Mereka itu angkatan the angry young men, bukan crossboys lagi, bukan hippies juga.”&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak bisa atau bahkan tidak mungkin menjadi Soe Hok-gie, karena Soe Hok-gie takkan pernah tergantikan. Kita hanya bisa meneladi dan menghadirkan sosoknya pada diri kita. Lantas bagaimana caranya? Jakob Oetama menganjurkan dengan jernih akal, “Dilakukan tidak dengan maksud mengultusindividukan, ...melainkan menawarkan nilai-nilai keteladanan, utamanya integritas dan kebersihan hati.” (hlm. xiv) Pembaca, kita ditantang untuk itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2024688267183651790?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2024688267183651790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2024688267183651790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2024688267183651790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2024688267183651790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/03/mengenang-soe-hok-gie.html' title='MENGENANG SOE HOK-GIE'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/S5yLnhWLDUI/AAAAAAAAAHQ/M5acEQhPLfQ/s72-c/9789799102195.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-5788774485972744486</id><published>2010-01-03T21:27:00.000+07:00</published><updated>2010-01-03T21:33:20.560+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>TAHUN BARU, INDONESIA BARU?</title><content type='html'>Momen tahun baru telah kita jalani dengan suka cita. Banyak diantara kita yang merayakan momen tersebut dengan berlibur dan berkunjung ke obyek-obyek wisata. Namun pantaskah kita berlibur dan bersuka cita ketika melihat negara kita Indonesia sedang dalam keadaan yang kurang baik seperti saat ini? &lt;br /&gt;Kita tahu sepanjang tahun 2009 lalu, di negara kita terjadi beberapa hal yang cukup membuat pikiran kita pusing terlebih hal itu sangat erat sekali hubungannya dengan pemerintahan negara ini, seperti halnya kasus Bibit-Candra dan Prita Mulyasari yang cukup menarik perhatian publik dan banyak menuai kritikan dari banyak kalangan.&lt;br /&gt;Kasus-kasus yang terjadi ini pun kemudian menjadi tolak ukur sebagian besar masyarakat betapa memprihatinkannya pemerintahan negeri kita ini. Mulai dari penegakan hukum hingga kasus ekonomi yang semakin hari semakin membauat bangsa ini makin terpuruk. Sebuah bukti bahwa mereka para pemerintah hanya mementingkan diri sendiri.&lt;br /&gt;Ketika kita berbicara pemerintahan, penulis teringat dengan ayat Al Qur'an Surat An Nisa’ ayat 59, tentang taat kepada pemerintah atau pemimpin. Yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (Pemimpin) di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” Dari ayat ini, sangat jelas sekali bahwa setiap orang mu’min wajib mematuhi pemerintah atau pemimpinnya, bahkan dari saking wajibnya, kata Ulil Amri (Pemerintah atau Pemimpin) diletakkan setelah Rasul. &lt;br /&gt;Namun ketika kita melihat pada keadaan negara kita sepanjang tahun 2009, muncullah sebuah pertanyaan, pantaskah kita patuh dan taat terhadap pemerintah Indonesia yang nyatanya mereka lebih mementingkan diri mereka sendiri?. Pertanyaan ini kemudian mengharuskan kita untuk memahami ayat itu lebih dalam. Dalam beberapa kitab tafsir dijelaskan bahwa kata Ulil Amri dalam ayat ini adalah pemimpin yang ‘Adil dan tidak dzalim. Maksudnya, pemimpin yang hatus kita patuhi tersebut adalah pemimpin yang tidak otoriter, tidak seenaknya saja dalam mengambil keputusan yang ada kaitannya dengan masyarakat serta tidak mementingkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Dan mari kita lihat pemerintah kita saat ini. Sebelumnya, penulis katakan bahwa penulis tidak ada maksud untuk mengklaim mereka itu dzalim atau tidak pantas menjadi seorang pemimpin. Tapi mari kita lihat fakta yang ada, dari kasus korupsi yang tak lagi dapat kita ingat jelas berapa jumlah kasusnya dan kerugian negara sebagai dampaknya, kasus permainan hukum atau yang baru-baru ini kita istilahkan dengan ‘Mafia Hukum’ yang terjadi pada Bibit-Candra dan Prita Mulyasari hingga kasus Bank Century yang sampai saat ini tidak ditemukan ujungnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalih Politik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan (bahkan sebagian besar dari mereka) bahwa kasus-kasus yang terjadi tersebut merupakan bagian dari politik. Benarkah? Nah, untuk menyatakan benar atau tidak dalih mereka itu kita perlu mengetahui apa itu politik, meskipun para pembaca pada dasarnya mungkin sudah mengerti ataupun sudah mengetahui apa itu politik.&lt;br /&gt;Kata ‘politik’ secara etimologis berasal dari bahas Yunani Politeia, yang akar katanya adalah polis, berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, yaitu negara dan teia, berarti urusan. Dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga Negara suatu bangsa. Politik merupakan suatu rangkaian asas, prinsip, keadaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki. Politics dan policy memiliki hubungan yang erat dan timbal balik. Politics memberikan asas, jalan, arah, dan medannya, sedangkan policy memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas, jalan dan arah tersebut sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Dalam bahasa Inggris, Politics adalah suatu rangkaian asas (prinsip), keadaan, cara, dan alat yang digunakan untuk mencapai cita-cita atau tertentu. Sedangkan policy, yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai kebijaksanaan, adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan yang dianggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita atau tujuan yang dikehendaki. Pengembalian kebijaksanaan biasanya dilakukan oleh seorang pemimpin.&lt;br /&gt;Dari sini kemudian kita dapat memahami bahwa politik atau politics mempunyai kaitan erat dengan kebijaksanaan atau policy. Lalu, kebijaksanaan tersebut adalah proses mempertimbangkan apa yang akan dilakukan untuk mencapai suatu cita-cita atau tujuan. Jadi, jika mereka mengatakan bahwa kasus-kasus yang terjadi di Negara kita ini adalah bagian dari politik, penulis katakan bahwa itu kurang benar. Sebab jika kita mengaca pada arti dari politik itu sendiri, politik adalah alat untuk mencapai cita-cita bersama dari sekumpulan orang-orang atau masyarakat.&lt;br /&gt;Sedangkan masyarakat yang disebut di sini adalah bangsa ini Indonesia di mana tujuan dari bangsa Indonesia adalah menjadi Negara yang maju, sejahtera dan makmur. Bukan menjadi Negara yang kian terpuruk yang kemudian nasibnya semakin hari semakin tidak jelas lantaran adanya kasus-kasus yang dilakukan oleh orang-orang yang katanya peduli terhadap Indonesia.&lt;br /&gt;Terlebih lagi, politik juga mempunyai kaitan erat dengan kebijaksanaan. Kebijaksanaan asal katanya adalah ‘bijaksana’ dalam bahasa Arab juga berarti Al ‘Adlu atau ‘Adil. Kembali kepada yang telah penulis sebutkan di atas tentang seorang pemimpin yang pantas kita patuhi adalah orang yang ‘Adil atau bijaksana tidak dzalim.&lt;br /&gt;Dan jika memang mereka itu merasa dirinya seorang Politikus yang juga beragama Islam dan mengerti Islam tentunya mereka juga tahu bagaimana Rasulullah SAW mengajarkan kita bagaimana dan apa itu politik. Bukankah politik Rasulullah SAW tidak mengedepankan nafsu, tidak mementingkan diri sendiri? &lt;br /&gt;Nah, dari sini tentunya kita bisa menilai dan mengambil kesimpulan benar atau tidak apa yang telah mereka lakukan yang kemudian mengakibatkan bangsa kian terpuruk. Dan untuk kesekian kalinya penulis katakan, tulisan ini tidak ada maksud untuk mengklaim bahwa pemerintah kita itu jelek atau tidak, pantas atau tidak jadi pemimpin. Sebab tidak semua pemerintah kita itu mempunyai sifat buruk dan terlibat dalam kasus-kasus yang selama ini memusingkan kita, ada juga mereka yang masih bersifat layaknya seorang pemimpin yang diajarkan Islam. Tulisan ini hanya ingin mengajak segenap pembaca di momen tahun baru ini berpikir apakah benar Negara kita Indonesia juga ikut baru? Wallahu ‘Alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-5788774485972744486?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/5788774485972744486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=5788774485972744486' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5788774485972744486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5788774485972744486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2010/01/tahun-baru-indonesia-baru.html' title='TAHUN BARU, INDONESIA BARU?'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-8591534996457848755</id><published>2009-12-28T22:47:00.000+07:00</published><updated>2009-12-28T22:50:46.180+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>JALAN PANJANG SANTRI MENJADI PENULIS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SzjTfAJ_0dI/AAAAAAAAAHE/Txm8DshUw8g/s1600-h/Jalan+Terjal+Santri+Menjadi+Penulis.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 105px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SzjTfAJ_0dI/AAAAAAAAAHE/Txm8DshUw8g/s320/Jalan+Terjal+Santri+Menjadi+Penulis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5420314681111728594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : Jalan Terjal Santri Menjadi Penulis&lt;br /&gt;Penulis         : Rizal Mumazziq Zionis, dkk.&lt;br /&gt;Penerbit : Muara Progresif&lt;br /&gt;Cetakan         : Pertama, 2009&lt;br /&gt;Tebal  : xii + 224 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau engkau bukan anak raja, bukan pula anak ulama besar, maka jadilah penulis”. Kata-kata Imam Ghazali itulah yang membuat semangat Syaiful A’la, salah satu penulis buku ini, terus berkobar untuk menulis. Kesukaannya terhadap bidang tulis-menulis itu muncul sejak ia duduk di bangku MTs (setara dengan SLTP) di Nasy’atul Mutuallimin, Dungkek Sumenep. Saat itu banyak teman-teman yang tidak tahu tentang kesukaannya itu, sebab ia memang cenderung menutup diri, dan ketika menulis pun ia lakukan di tempat yang cukup sepi, yaitu di jalan yang menghubungkan antara rumah dan sekolahnya, jaraknya pun cukup jauh dan tempatnya lumayan sepi. Kebiasaan ini pun ia bawa saat ia mondok di Pondok Pesantren Nasyatul Mutallimin Gapura Sumenep, yang kemudian membawanya berkenalan dengan beberapa media cetak. Serta memberinya kesempatan untuk menjadi Redaktur Buletin ‘Gelora’ di Pondoknya. &lt;br /&gt;Setelah lulus dari pondok itu, ia pun melanjutkan pendidikannya ke IAIN Sunan Ampel Surabaya. Meski pada awalnya ada beberapa pihak yang kurang setuju dengan keputusannya, namun dengan segenap keyakinan ia tak menghiraukan pendapat mereka itu. Keyakinan itulah yang membawanya pada sebuah pertemuan dengan beberapa teman yang di kemudian hari membantunya mengembangkan bakat menulisnya. Dan setelah melalui proses panjang, setelah berpuluh kali dikecewakan Redaktur karena tulisannya tidak layak muat, Dewi Fortuna akhirnya berada di dekatnya, tepat pada tanggal 17 April 2006 untuk pertama kalinya tulisannya dimuat di Duta Masyarakat. Lalu dalam jangka yang cukup berdekatan tulisan-tulisannya mulai bergiliran nampang di Koran-koran dan majalah-majalah. Dan selanjutnya, dengan kuseksan menembus media, ia pun diangkat menjadi Redaktur Opsi Nasional. Dan hingga hari ini, tulisannya cukup diperhitungkan oleh beberapa media.&lt;br /&gt;Kisah yang hampir serupa dialami Rizal Mumazziq Zionis, dalam buku ini ia menceritakan pengalamannya dalam menjalini proses kreatifnya dalam menulis. Ia mengawali prosesnya saat ia masih duduk di MA Al Islam di Joresan Mlarak Ponorogo, saat itu ia suka menulis di Majalah Tembok (Mabok). Lambat laun hobi itu terus melekat dalam dirinya. Hobi itu pun ia bawa hingga ia pindah ke kota pahlawan Surabaya untuk melanjutkan jenjang S1 di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Di sana ia berkenalan dengan Yusuf Hanafi, tetangga kamarnya di Pondok Mahasiswa An Nur yang pada saat itu sedang menjabat menjadi Redaktur rubrik Khazanah Pesantren di Harian Bangsa. Pak Yusuf –begitu ia memanggil Yusuf Hanafi—yang mendengar pengakuannya tentang hobi menulis sangat senang sekali bahkan Pak Yusuf memintanya untuk menulis di rubrik yang ia asuh. Dengan penuh semangat Rizal menulis dengan harapan tulisannya bisa dimuat.&lt;br /&gt;Namun tulisan yang ia hasil dengan ‘berdarah-darah’ tidak terdengar kabarnya, bahkan Pak Yusuf pun sulit ditemui. Ia pun kecewa, namun di suatu pagi, saat ia membolak-balik Koran di loper koran, ia menemukan namanya terpampang di rubrik Khazanah Pesantren. Betapa bahagianya dia saat itu. Lalu setelah itu, karya terus mengalir dari tangannya dan dimuat di beberapa media nasional dan lokal. Ia pun diminta oleh Pak Yusuf untuk menggantikannya menjadi redaktur Khazanah Pesantren. Dan di kemudian hari, ia pun diangkat menjadi redaktur Majalah AULA.&lt;br /&gt;Muhammad Suhaidi RB, juga menulis proses kreatifnya menjadi penulis dalam buku ini. Penulis asal Madura ini mengakui bahwa darah penulis tidak pernah mengalir dalam tubuhnya. Ia mengenal dunia kepenulisan saat ia mondok di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk Sumenep. Perkenalannya dengan dunia tulis-menulis berawal dari tugas guru bahasa Indonesianya, Pak Ali Mufti Akhmad, untuk menulis catatan harian atau diary setiap hari. Tugas itu ia jalani dengan tekun hingga akhirnya minat untuk jadi penulis tumbuh dalam dan mendarah dalam dirinya. &lt;br /&gt;Suhaidi—begitu ia disapa—kerap kali menuai kegagalan dalam mempublikasikan karyanya di media, tapi dengan penuh semangat ia terus berusaha tanpa mengenal lelah. Hingga akhirnya tak bisa dipungkiri bahwa tulisannya cukup ‘bergizi’ dan dimuat di Tabloid INFO. Sejak saat itulah ia pun mulai diperhitungkan dalam dunia kepenulisan di daerahnya terutama di Podok Pesantren Annuqayah. Dan dengan menulis itu pula ia mampu membiayai pedidikannya di STIK Annuqayah hingga ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik.&lt;br /&gt;Sedangkan Hana Al-Ithriyyah, penulis yang juga jebolan Pondok Pesantren Annuqayah, dalam buku ini mengisahkan awal proses kepenulisannya dimulai sejak ia masih duduk di kelas IV SDN Guluk-Guluk Sumenep. Saat itulah hobi menulisnya timbul. Ketika duduk di bangku MTs, ia pun terus mengasah kemampuannya di bidang itu, terlebih lagi didukung dengan banyaknya buku-buku yang dikoleksi almarhum Babanya, KH. Waqin Khazin yang banyak menginspirasinya dalam menulis terlebih dalam menulis cerpen. Hingga akhirnya cerpennya yang berjudu ‘Donat’ dimuat di Majalah Annida dan kumpulan cerpennya yang berjudul ‘My Valentine’ diterbitkan pada 2006 silam oleh Gema Insani Press (GIP). Dia mengakui sebelum karya-karyanya dipublikasikan dia sering mengalami kegagalan namun dia  tetap berusaha, bahkan ia pun mengakui bahwa akhir-akhir ini ia sulit menulis karena kesibukannya tapi dia berusaha untuk menulis.&lt;br /&gt;Buku Jalan Terjal Santri Penulis ini juga ditulis oleh sembilan penulis lainnya. Yaitu, Ahmad Muchlish Amrin, Noviana Herlianti, Nur Faishal, Azizah Hefni, Salman Rusydie Anwar, Muhammadun AS, Ana FM, Ahmad Khotib, dan Fathorrahman Jm. Mereka adalah penulis-penulis yang ditelorkan oleh pesantren-pesantren ternama. &lt;br /&gt;Membaca buku ini akan membuka mata kita bahwa menjadi seorang penulis tidaklah harus tinggal di lingkungan mewah, buktinya mereka yang menulis dalam buku ini merupakan anak-anak yang dilahirkan di daerah yang jauh dari hangar-bingar kehidupan kota. Juga, kita akan tahu bahwa menjadi penulis tidak membutuhkan bakat, factor bakat hanya mendukung lima persen dalam perjalan menjadi penulis. Dan tak lupa pula, satu hal yang harus kita ketahui, perjalanan menjadi penulis tidak semudah apa yang kita bayangkan. Untuk menjadi penulis kita harus melalui beribu-ribu rintangan, termasuk ditolak redaktur dan dicacimaki. Oleh karena itu, kita tidak boleh menyerah, kita harus berusaha untuk meraiha apa yang kita mimpikan.&lt;br /&gt;Dengan adanya buku ini kita dapat mengetahui bahwa betapa pada masa sekarang ini para santri telah memenuhi dunia kepenulisan tanah air. Bahkan tidak jarang dari mereka menjadi orang yang diperhitungkan dalam dunia jurnalistik dan sastra di Negara ini. Sebuah bukti bahwa santri yang ada saat ini telah mengulang sejarah, di mana pada masa silam, pada masa ulama’-ulama’ salaf santri merupakan penulis paling produktif dan karya mereka hingga saat ini masih diperhitungkan dan layak untuk dijadikan bahan bacaan.&lt;br /&gt;Untuk para teman-teman santri, buku ini sangat penting untuk dibaca. Kerena tidak selamanya santri itu harus berkutat dengna kitab-kitab kuning, tetapi juga bagaimana kita sebagai santri mencoba menulis. Sebab dengna menulis image santri yang terkesan kolot di mata masyarakat luas akan terhapus, dan akan membuktikan bahwa para santri, para ‘kaum sarungan’ juga bisa menghasilkan sebuah karya yang layak diabadikan.&lt;br /&gt;Namun, sebagus apapun sebuah karya, pastilah di situ ada celahnya. Buku ini mengandung cukup banyak kata tidak baku yang sepantasnya tidak digunakan dalam penulisan jenis tulisan seperti yang ada di buku ini, dan walaupun memang harus memakai kata tidak baku mungkin lebih baik kata tersebut dicetak miring.&lt;br /&gt;Dan marilah kita tanam kata-kata Imam Ghazali pada awal tulisan ini pada hati kita. Juga karena sepandai apapun orang itu jika ia tidak berkarya atau menulis maka ia akan hilang ditelan waktu, seperti kata almarhum Gus Zainal Arifin Thoha, “Aku menulis maka aku ada”. Mari para santri, jadilah penulis.!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-8591534996457848755?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/8591534996457848755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=8591534996457848755' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/8591534996457848755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/8591534996457848755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/12/judul-buku-jalan-terjal-santri-menjadi.html' title='JALAN PANJANG SANTRI MENJADI PENULIS'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SzjTfAJ_0dI/AAAAAAAAAHE/Txm8DshUw8g/s72-c/Jalan+Terjal+Santri+Menjadi+Penulis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2448607891185011966</id><published>2009-12-24T20:23:00.000+07:00</published><updated>2009-12-24T20:25:28.734+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>MENJADI SANG PEMIMPI</title><content type='html'>"Bermimpilah. Maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu". Itulah perkataan Arai pada Ikal, dalam film Sang Pemimpi saat mereka mau memulai bermimpi. Sebuah film karya sutradara ternama Riri Reza yang tayang sejak 17 Desember lalu di bioskop seluruh Indonesia. Film ini merupakan sekuel dari film Box Office Laskar Pelangi yang terlebih dahulu ditayangkan pada akhir 2008 kemarin. Namun, tulisan ini tidak akan membahas tentang film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Andrea Hirata itu, melainkan akan membahas sebuah pesan yang ada di balik ceritanya, yaitu pesan agar kita berani bermimpi dan mengejarnya tanpa mengenal lelah.&lt;br /&gt;Bermimpi memang hal yang mudah, setiap orang pasti bisa bermimpi, bahkan setiap kali kita terlelap mimpi itu akan datang dengan sendirinya tanpa diminta. Bermimpi yang dimaksud bukanlah sekedar bermimpi. Bukan hayalan yang kita adaptasi dari kisah-kisah fiktif. Bukan pula apa yang kita lihat dalam tidur kita lalu kita membuatnya menjadi fakta, bukan. Tapi mimpi yang dimaksud di sini adalah sebuah ide besar, cita-cita setinggi langit yang mustahil untuk meraihnya tanpa usaha dan kerja keras.&lt;br /&gt;Dalam kisah Sang Pemimpi, bermimpi bisa sekolah di Eropa, di Paris Prancis dan bisa menjelajahi Eropa Afrika merupakan hal yang mustahil bagi seorang anak miskin dari kampung terpencil di pulau Belitong, sebuah pulau kecil di Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia, seperti Arai dan Ikal. Namun hal itu tidak lagi mustahil ketika mereka berani bermimpi dan berani menggapainya meski seribu rintangan harus dilewati dan terus berjuang tanpa sempat berkenalan dengan kata 'menyerah' hingga mimpi itu tercapai.&lt;br /&gt;Kisah-kisah tentang meraih mimpi tidakh hanya diceritakan dalam film ini, melainkan banyak sekali. Salah satnya yang mungkin masih melekat dalam ingatan kita adalah kisah Wright bersaudara (Wilbur Wright dan Orville Wright). Semuanya berawal ketika dua bersaudara itu sedang duduk melihat langit, saat itu melintas seekor burung di atas mereka berdua. Dan tersiratah dalam benak mereka, mimpi untuk bisa terbang seperti burung dan melihat isi bumi dari atas sana.&lt;br /&gt;Langkah awal yang mereka tempuh adalah membuat replika sayap burung yang mereka letakkan di kedua tangan mereka, tapi ternyata alat itu tidak mampu membantu membantu mereka untuk terbang, mereka gagal. Ternyata kegagalan tidak membuat mereka menyerah, mereka terus mencari ide, mencoba satu alat lain dan yang lainnya lagi hanya untuk bisa mengejar mimpi mereka, bisa terbang seperti burung. Tapi ternyata kegagalan masih menyertai mereka. Hingga suatau ketika, seubah ide datang menghampiri pikirang mereka, sebuah ide tentang pesawat terbang, mereka pun mencoba menerapkan ide mereka, dan kali usaha mereka tidak sia-sia. Mereka bisa terbang dengang sebuah alat yang mereka berinama Wright Flyer, pesawat yang mampu terbang sejauh empat mil.&lt;br /&gt;Eep Syaifullah Fatah, salah satu intelektual dari Universitas Indonesia pernah berkata, "Mimpi adalah setengah cita-cita. Cita-cita adalah setengah dari rencana. Rencana setengah dari kerja keras. Dan kerja keras adalah setengah dari keberhasilan". Dalam Islam pun diajarakan tentang usaha tanpa kenal lelah, atau yang lebih dikenal dengan istilah ikhtiar, ikhtiar merupakan sebuah usaha untuk mencapai apa yang kita inginkan, yang kita mimpikan, berusaha tanpa kenal lelah yang disertakan doa sepanjang waktu kepada Allah. Tak lupa pula, usaha tersebut harus disertai keyakinan bahwa setiap usaha akan mendapatkan balasan dari Allah. Seperti yang difirmankan oleh Allah, ”Aku seperti apa yang dipikirkan hambaku”. Artinya, jika kita berpikir dan yakin bahwa Allah akan memberikan apa yang kita mimpikan, maka apa yang telah kita yakini tersebut akan dikabulkan oleh Allah, serta dipermudahkan jalan untuk mencapainya.&lt;br /&gt;Sebenarnya inti dari semua itu adalah bagaimana kerja keras kita untuk menghadapi proses yang akan kita lalui untuk mengejar mimpi-mimpi kita. Kita melihat kesuksesan sesorang bukanlah kesuksesan itu sendiri, tapi kita melihat proses panjang yang dia lalui untuk mencapai kesuksesan itu. Dan sekali lagi, penulis katakan, mimpi bukanlah hayalan, tapi mimpi merupakan awal dari sebuah perubahan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mari kita bermimpi! Mari kita jadi Sang Pemimpi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2448607891185011966?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2448607891185011966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2448607891185011966' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2448607891185011966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2448607891185011966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/12/menjadi-sang-pemimpi.html' title='MENJADI SANG PEMIMPI'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-4871654043635306722</id><published>2009-12-14T18:19:00.000+07:00</published><updated>2009-12-14T18:21:25.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>MENCARI NURANI PARA TIKUS</title><content type='html'>Seperti yang kita ketahui bersama tikus merupakan hewan yang identik dengan sesuatu yang kotor, sampah atau kolong jembatan yang mempunyai sifat serakah, tidak mau kalah dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Namun saat ini, muncul species baru dari tikus, yaitu yang tidak lagi identik dengan kotoran, species ini kebalikan dari tikus pada umumnya, mereka berpakaian rapi, bersih, berdasi, dan mengendarai mobil bagus. Sarangnya pun tak lagi di kolong jembatan atau tempat sampah ataupun tempat-tempat kotor lainnya, melain sebuah bangunan mewah yang mirip istiwa yang dipenuhi fasilitas-fasilitas serba mewah dan aksesoris-aksesoris terbaru. Tapi ada satu kesamaan dengan tikus pada umumnya yang melekat pada species ini, yaitu sifatnya. Sifat serakah, tak mau kalah, dan mementingkan diri sendiri. Sifat inilah yang menjadi cirri khasnya.&lt;br /&gt;Kita tidak perlu menyusuri tempat kotor atau tempat sampah untuk menemukan mereka. Kita hanya perlu membaca Koran dan menonton televisi setiap hari, pasti kita akan menemukan mereka. Karena mereka adalah para manusia yang mungkin sering kita dengar namanya, bahkan mungkin bisa jadi salah satu dari mereka merupakan orang terkenal yang sudah setiap hari kita temui di televisi dan Koran karena kepintarannya. Species ini dalam bahasa orang-orang pintar atau bahasa kerennya ‘koruptor’. Mereka telah menyebar di sekitar kita.  Jadi, para pembaca untuk tidak heran jika bertemu dengan mereka.&lt;br /&gt;Peringatan hari anti korupsi se-dunia yang diperingati oleh para mahasiswa dan aktivis seluruh tanah air dengan demo serentak pada tanggal 9 Desember kemarin seharusnya menjadi hari introspeksi bagi mereka. Seharusnya mereka yang saat ini sedang bersembunyi di balik gedung bertingkat nan penuh kemewahan tersebut menyadari betapa kecewanya masyarakat terutama mereka kaum bawah yang selalu termaginalkan dengan sikap mereka yang seenaknya dan tidak pernah memikirkan rakyat bawah.&lt;br /&gt;Sebenarnya jika mereka mau berpikir lebih panjang dan mau memperhatikan rakyat bawah, melirik anak-anak yang harus rela mengamen dan menjadi pedagang asongan karena tidak punya biaya untuk meneruskan pendidikannya, pastinya mereka akan sadar bahwa uang yang telah mereka gunakan untuk memuaskan nafsu mereka bukan hak mereka, melainkan milik rakyat yang pada saat yang sama sedang meringis menahan rasa sakit karena terlalu lama perut mereka tidak disentuh makanan, dan pengamen-pengamen kecil yang sedang dibentak-bentak seseorang karena orang itu merasa terganggu dengan mereka, sedang jauh  dilubuk hati para pengamen itu ada rasa untuk mengenyam pendidikan yang layak seperti anak-anak pada umumnya agar tak ada lagi hinaan dan cacian yang dilontarkan padanya.&lt;br /&gt;Bukti kongkrit yang bisa kita ambil dari hal itu sebenarnya tidak harus jauh-jauh sampai ke ibu kota. Kita lihat saja di provinsi kita tercinta yaitu Jawa Timur, menurut harian Surya (10/12/2009) melansir bahwa kota terkorup di Jawa Timur adalah kota Surabaya dengan kerugian mencapai Rp. 439 miliar yang rata-rata uang tersebut dikorupsi dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah). Dengan jumlah yang sedemikian besar, bisa kita bayangkan apa yang bisa kita dapatkan dan kita perbuat dengan uang tersebut. Dan jika uang yang sedemikian banyak itu kita pergunakan untuk membiayai anak-anak tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan mereka, tentunya beratus-ratus anak yang akan mendapatkan pendidikan yang serta menjadi generasi bangsa yang dapat diandalkan. Ironisnya, jumlah tersebut hanya untuk kota Surabaya saja, bukan jumlah keseluruhan di provinsi Jawa Timur terlebih lagi hanya kasus yang masuk ke pengadilan saja, belum termasuk kasus yang tak terungkap. Sungguh tak bisa dibayangkan. &lt;br /&gt;Andai saja uang itu tidak dikorupsi dan digunakan untuk memuaskan nafsu tikus-tikus yang bersarang di gedung-gedung kantor itu penulis yakin anak-anak jalanan yang sering kita temui di pinggir jalan dan pengamen-pengamen yang seringkali mengusik ketenangan kita pun juga tak akan lagi berkeliaran. Kerena dengan adanya uang tersebut mereka bisa mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan tempat tinggal yang layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Intinya Adalah Kesadaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut penelitian Transperency International tentang tingkat korupsi di dunia, Indonesia pada Nopember 2009 menempati peringkat ke-111, naik 15 belas peringkat dari peringkat sebelumnya yaitu peringkat ke-126. Fakta tersebut menjadi bukti bahwa semakin hari korupsi di Indonesia semakin meningkat bukan menurun.&lt;br /&gt;Sebenarnya penyebab utama dari hal ini sangat sederhana sakali, yaitu kesadaran dalam diri mereka. Namun hal yang sederhana seakan tidak berarti di mata mereka kerena segumpal nafsu telah menutup nurani mereka dan membunuh kesadaran yang bersemayam di dalamnya.&lt;br /&gt;Menurut Imam Al Ghazali, orang yang hati nuraninya telah tertutup nafsu, sangat sulit baginya untuk melihat kebenaran. Yang ada dalam pikirannya hanyalah bagaimana mereka bisa memuaskan nafsunya saja tanpa berpikir dampak yang disebabkannya setelah itu.&lt;br /&gt;Perlu diakui memang, kesadaran yang ada dalam diri setiap manusia sangatlah penting, karena tanpa kesadaran perbuatan seorang manusia tidak pernah bermanfaat bahkan akan merugikan orang lain. Namun kesadaran yang dimaksud di sini bukanlah kesadaran dalam arti fisik saja, tapi kesadaran dalam arti batin. Yang mana kesadaran itu timbul dari hati nurani yang kemudian akan mendorong manusia untuk berpikir apakah yang dia perbuat itu akan merugikan orang lain atau tidak, apakah ia hanya memuaskan nafsunya ataukah ia ingin dirinya berguna bagi orang lain.&lt;br /&gt;Kesadaran yang seperti itulah yang seharusnya ada dalam setiap diri mereka para tikus itu. Karena dengan hal itu sifat ketikusan dalam dirinya akan hilang dan tidak lagi menjadi siluman tikus pemakan uang rakyat dan negara akan aman dari pencuri seperti mereka yang kemudian menjadikan rakyat makmur serta negara tercinta memiliki generasi-generasi yang cakap yang akan membawa Indonesia kepada masa depan yang lebih cerah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-4871654043635306722?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/4871654043635306722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=4871654043635306722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/4871654043635306722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/4871654043635306722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/12/mencari-nurani-para-tikus.html' title='MENCARI NURANI PARA TIKUS'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-5419287850421681641</id><published>2009-12-06T14:34:00.000+07:00</published><updated>2009-12-06T14:48:35.581+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>ELEGI SANG PEMIMPI</title><content type='html'>Purnama di kota ini masih belum terjaga dari tidurnya&lt;br /&gt;bintang-bintang tak lagi saling bercerita di serambi langit&lt;br /&gt;dan malam tak mampu keluarkan aura cantiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang di tengah kota sana, tepatnya sebuah stasiun renta&lt;br /&gt;sang pemimpi sedang duduk di bangku peron&lt;br /&gt;menunggu datanya sebuah kereta&lt;br /&gt;yang akan membawanya kembali ke tempat kelahirannya&lt;br /&gt;;sebuah tempat yang dihuni makhluk-makhluk kata&lt;br /&gt;dan sungai sajak yang tak pernah mengalir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di peron itu, ia terus memangdangi rel-rel tak berujung &lt;br /&gt;berharap kereta yang ia tunggu segera datang&lt;br /&gt;sambil sesekali meneguk segelas kopi tinggal ampas&lt;br /&gt;sedang di pelupuk matanya segumpal resah&lt;br /&gt;tengah membesar hampir menutup pandangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, hingga fajar duduk di serambi langit&lt;br /&gt;;membangunkan  seluruh semesta&lt;br /&gt;kereta itu belum juga datang&lt;br /&gt;dan pemimpi itu telah terbating &lt;br /&gt;nafasnya tak lagi terdengar merdu&lt;br /&gt;detak jantungnya pun tak lagi seperti genderang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saat sang surya telah terbangun &lt;br /&gt;Azrail yang berdiri di sampingnya &lt;br /&gt;membawanya pergi ke seubah ruang hitam dan pengap&lt;br /&gt;di bawah stasiun sana&lt;br /&gt;;tempat itu orang-orang menyebutnya "alam kubur"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-5419287850421681641?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/5419287850421681641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=5419287850421681641' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5419287850421681641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5419287850421681641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/12/purnama-di-kota-ini-masih-belum-terjaga.html' title='ELEGI SANG PEMIMPI'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2597127233678746693</id><published>2009-12-05T14:24:00.001+07:00</published><updated>2009-12-06T14:26:34.464+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>SEEKOR BUAYA TAKKAN MAMPU MENGALAHKAN SERIBU CICAK</title><content type='html'>Buaya merupakan salah satu hewan buas yang tidak mempunyai rasa kasihan ketika menyerang mangsanya. Dia tidak segan untuk mencabik daging musuhnya saat amarahnya tengah memuncak, dengan cara apapun akan ia lakukan hal itu asalkan nafsunya bisa terpenuhi. Sedangkan cicak adalah salah satu reptelia yang mempunyai kecepatan dan kecekatan untuk kabur, dia mempunyai tipu daya untuk mengelabui musuhnya, bahkan cicak bisa saja membunuh musuh yang lebih besar darinya dengan tipu daya dan kecerdikannya sehingga musuhnya terperangkap di dalam jebakan strateginya.&lt;br /&gt;Mungkin seperti itulah perumpamaan koruptor dengan KPK atau CICAK (cinta Indonesia Cinta KPK). Koruptor dengan kekuatannya yang besar akan melakukan segala cara untuk mendapatkan uang puluhan juta meskipun rakyat yang akan menjadi korbannya. Dan KPK atau CICAK layaknya seekor cicak dengan gesitnya menyusup ke sela-sela sarang buaya yang menakutkan lalu dengan kecerdikannya dia menjebak buaya itu hingga tak berdaya di meja hijau.&lt;br /&gt;Seperti itulah sepak terjang KPK sejak dibentuk pada tahun 2004 silam oleh Presiden Susilo Bambang Yodhoyono, dengan gesit dan cerdik mereka mampu menangkap koruptor-koruptor rakus yang tidak mempunyai rasa kasihan terhadap rakyat. Namun akhir-akhir ini ada beberapa pihak yang sepertinya iri dengan sepak terjang KPK dengan CICAKnya. Mereka seakan dengan sengaja menyudutkan KPK. Mereka merasa terganggu dengan kinerja KPK yang semakin hari semakin semakin baik.&lt;br /&gt;Bukti kongkrit yang bisa dilihat dari itu adalah perseteruan antara Polri dengan KPK yang memang sampai sekarang masih menjadi topic hangat pembicaraan baik antar masyarakat maupun tulisan-tulisan di beberapa rubrik di berbagai media. Dari berita-berita yang ada di beberapa media kita dapat menyimpulkan bahwa KPK memang dengan sengaja disudutkan. Mereka mungkin merasa terganggu dengan keberadaan dan kinerja KPK yang mereka rasa akan membuat rahasia mereka terungkap kepada publik, sehingga mereka membuat beberapa masalah yang kemudia membuat KPK tersudutkan.&lt;br /&gt;Masalah-masalah itu bisa kita buktikan. Pertama adalah kasus pembunuhan terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnaen beberapa bulan yang lalu yang melibatkan ketua KPK non-aktif Antasari Azhar sebagai salah satu tersangka. Seperti yang kita ketahui bahwa sampai detik ini kasus itu belum menemukan titik pencerahan siapakah yang ada dibalik semua itu. Dalam kasus tersebut dapat kita rasakan bahwa kasus tersebut dipermainkan oleh Polri karena dalam kasus tersebut terlibat Antasari Azhar yang ketika masih menjabat menjadi ketua KPK mampu menceploskan penjabat-pejabat tinggi ke balik jeruji besi karena terbukti melakukan korupsi. &lt;br /&gt;Dalam kasus tersebut terlibat pula mantan Kapolres Jakarta Selatan Williardi Wizard. Dia mengatakan bahwa kasus Antasari tersebut sudah ada skenario yang disusun oleh beberapa orang dari Polri. Menurut pengakuannya dia diminta para penyidik untuk membuat berita acara sesuai dengan kehendakknya yang intinya untuk menjerat Antasari. Karena jaminan dari pihak kepolisian, terlebih dari pimpinan Polri maka Williardi memenuhi permintaan tersebut. Namun nyatanya keesokan harinya oleh Polisi dia diplot menjadi salah satu tersangka dari kasus pembunuhan tersebut. &lt;br /&gt;Dalam kasus yang lain, yaitu kasus Suap yang juga melibatkan pihak KPK yaitu, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah terdapat bukti bahwa dibalik kasus tersebut ada peran polisi dalam skenarionya. Yaitu pertemuan Susno Duadji, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri dengan Anggoro Widjojo yang menjadi salah satu tersangka dalam kasus penyuapan tersebut di Singapura. Memang, Undang-Undang Polri tak melarang pejabat polisi bertemu tersangka atau buronan, tetapi etika dan moralitas pejabat yang digaji uang rakyat harus bisa mencegahnya. Juga sampai saat ini sosok Yulianto yang kabarnya menjadi penurus uang suap dari Anggodo kepada pihak KPK belum jelas.&lt;br /&gt;Nah bukti-bukti itulah yang menjadikan masyarakat dan media mengklaim adanya keterlibatan Polri dalam dua kasus tersebut. Dan tidak dapat dipungkiri pula bahwa keterlibatan Polri dalam penyusunan skenario kasus pembunuhan dan penyuapan tersebut dilatarbelakangi adanya buaya besar rakus yang merasa terganggu dengan kinerja kelompok cicak yang semakin hari semakin solid untuk memberantas buaya-buaya serakah tidak punya belas kasihan terhadap rakyat.&lt;br /&gt;Mungkin buaya yang ada di balik Polri dan aparat penegak hukum lainnya mempunyai kekuatan besar untuk mengalahkan cicak KPK. Tapi cicak yang dimilik KPK tidak hanya satu CICAK saja tapi seribu cicak dari seluruh Indonesia yang sangat cerdik dan mempunyai kerja sama tim yang cukup solid sehingga sulit untuk Buaya rakus tersebut untuk mengalahkan cicak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2597127233678746693?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2597127233678746693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2597127233678746693' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2597127233678746693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2597127233678746693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/12/seekor-buaya-takkan-mampu-mengalahkan_04.html' title='SEEKOR BUAYA TAKKAN MAMPU MENGALAHKAN SERIBU CICAK'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-4806635359472522518</id><published>2009-10-31T15:30:00.000+07:00</published><updated>2009-11-11T15:14:38.746+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>DI KOTA PAHLAWAN</title><content type='html'>Langit begitu cepat berubah&lt;br /&gt;mentari yang riang menyambut pagi&lt;br /&gt;kini telah tak sadarkan diri dengan muka pucat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar tak pernah kubayangkan&lt;br /&gt;kota yang kemaren sore masih kuanggap&lt;br /&gt;kota pahlawan ternyata sebuah kota&lt;br /&gt;berpenghuni makhluk-makhluk tak bermuka&lt;br /&gt;yang tak pernah belajar melukis senyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota ini, tak sekejap pun embun memelukku&lt;br /&gt;meski terkadang malam begitu senang menyambutnya&lt;br /&gt;bintanpun tak pernah mengunjungiku&lt;br /&gt;meski sudah berkali-kali kukirimkan surat padanya&lt;br /&gt;hanya angin dengan muka masam dan berbau alkohol&lt;br /&gt;terus menghampiriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota ini, dengan bertubuh keringat&lt;br /&gt;kutapakkan kaki, kupejamkan mata&lt;br /&gt;demi menunggu datangnya firman Tuhan&lt;br /&gt;yang kan Jibril bawa untukku subuh nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Oktober 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-4806635359472522518?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/4806635359472522518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=4806635359472522518' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/4806635359472522518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/4806635359472522518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/10/di-kota-pahlawan.html' title='DI KOTA PAHLAWAN'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-1943606176517277272</id><published>2009-10-10T22:34:00.000+07:00</published><updated>2009-10-10T22:36:13.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>DIARY BIRU</title><content type='html'>I&lt;br /&gt;Aku masih tetap di sini,&lt;br /&gt;di sebuah jalan becek penuh cerita&lt;br /&gt;menunggu datangnya seorang wanita berwajah matahari&lt;br /&gt;sambil membaca kembali selembar kertas&lt;br /&gt;yang kuselipkan di diary biruku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski senja telah memeluk langit&lt;br /&gt;dan petir terus bernyanyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II&lt;br /&gt;Aku akan tetap di sini menunggunya&lt;br /&gt;sambil terus bernyanyi dan menulis sejuta puisi&lt;br /&gt;di diary kusam ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski aku tahu wanita itu tak mungkin datang&lt;br /&gt;karena dia telah bersanding&lt;br /&gt;dengan seorang pangeran buruk rupa&lt;br /&gt;dan mengucap janji suci bersamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bagiku, tetap di sini&lt;br /&gt;aku bisa merampungkan tujuh kitab puisi&lt;br /&gt;yang akan kupersembahkan pada sang surya paras&lt;br /&gt;lima ada lagi&lt;br /&gt;di firdaus dunia&lt;br /&gt;;aku akan memetik buah-buah mimpi di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    September 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-1943606176517277272?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/1943606176517277272/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=1943606176517277272' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1943606176517277272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1943606176517277272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/10/diary-biru.html' title='DIARY BIRU'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-7101247135069996052</id><published>2009-08-31T21:38:00.000+07:00</published><updated>2009-08-31T21:46:18.710+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><title type='text'>Diary Senin, 31 Agustus 2009</title><content type='html'>Hidup di sebuah kota besar memang tak semudah yang aku kira. lebih-lebih kota Surabaya, belum satu bulan aku hidup di Surabayatapi aku sudah tidak kerasan. apalagi kalau mengingat kuliah yang sudah mau masuk sejak besok. Sebenarnya, itu bukan masalah, yang menjadi masalah adalah besok adalah hari pertama dan aku masih belum kenal satupun teman satu kelasku, cuapeekk dech... terlebih lagi besok kalau menurut jadwal masuk sampai jam 14.30, duh jadi pusing...&lt;br /&gt;Pokoknya hari ini aku merasa tidak kerasan, padahal ketika aku mau berangkat aku sudah bertekat untuk semangat kuliah di IAIN Sunan Ampel, tapi... ya Allah tolong berikan aku kekuatan untuk bisa melewati hari-hariku di Surabaya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-7101247135069996052?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/7101247135069996052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=7101247135069996052' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7101247135069996052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7101247135069996052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/08/diary-senin-31-agustus-2009.html' title='Diary Senin, 31 Agustus 2009'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-5460064757012699511</id><published>2009-06-17T17:34:00.000+07:00</published><updated>2009-08-30T12:11:08.843+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Lepas Pisah Siswa Kelas Akhir SLTA Annuqayah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SjjHS40ER-I/AAAAAAAAAG8/uDx5fLLWyNQ/s1600-h/di+blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SjjHS40ER-I/AAAAAAAAAG8/uDx5fLLWyNQ/s200/di+blog.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348243684804806626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guluk-Guluk – Selasa pagi (16/6) pengurus PPA Annuqayah mengadakan acara Lepas Pisah Siswa-Siswi Kelas Akhir SLTA Annuqayah. Acara tersebut dilaksanakan di Aula As-Syaraqawi PP Annuqayah.&lt;br /&gt;Menurut K. Alawi Thaha, Ketua IV Pengurus PP Annuqayah yang menjadi penanggung jawab acara tersebut menuturkan bahwa acara tersebut dilaksanakan untuk mempersatukan seluruh siswa-siswi SLTA se-Annuqayah segaligus untuk mempererat rasa persaudaraan. “Annuqayah itu satu. Jadi, tak ada perbedaan, persaudaraan pun harus dipererat,” tuturnya.&lt;br /&gt;Acara  yang dihelat sesederhana dan sesakral mungkin tersebut diisi dengan pembacaan ayat-ayat Al Quran, sambutan ketua pengurus PPA, tausiyah dari Pengasuh, istighasah yang kemudian diakhiri dengan salam sungkem siswa-siswi kepada seluruh jajaran pengasuh dan dewan guru.&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, ketua Pengurus PP Annuqayah, K. A. Hanif Hasan menyampaikan agar semua siswa-siswi yang telah lulus UN untuk tidak terlalu bergembira dan berbangga karena menurut beliau masih ada ujian yang lebih berat lagi. “Ujian tersebut adalah UAS, yaitu ujian amaliah sehari-hari. Dalam ujian inilah banyak yang tidak lulus karena ujian ini tidak hanya mengandalkan kepintaraan saja tapi juga mengandalkan aklaq, kesabaran dan ketabahan,” kata K. Hanif.&lt;br /&gt;Tak jauh berbeda dengan pendapat K. Hanif, Ketua Dewan Pengasuh PP Annuqayah, K. Ahmad Basyir AS dalam tausiyah yang diberikan pada seluruh siswa-siswi. Beliau menjelaskan meskipun dalam UN para siswa berhasil lulus dengan nilai yang bagus, belum tentu saat terjun di dalam kehidupan masyarakat, saat menyebarkan ilmu-ilmu Allah juga akan berhasil tanpa didasari dengan aklaq yang baik dan kesabaran. “Karena aklaq merupakan hal yang paling penting dan kunci untuk meraih kesuksesan dalam menyebarkan ilmu-ilmu Allah,” papar beliah.&lt;br /&gt;Acara yang bermoto “Sederhana dan Sakral” ini dihadir oleh 576 siswa dan siswi dari seluruh SLTA PP Annuqayah.&lt;br /&gt;Melihat jumlah siswa yang hadir 90 % dari jumlah, Syamsul Arifin, selaku ketua paniti acara tersebut merasa gembira pasalnya dia merasa kerja keras selama satu bulan tidak sia-sia. “Jumlah ini (siswa-siswi yang hadir,Red) merupakan bayaran yang setimpal atas kerja keras panitia,” ungkapnya. Lulusan MA 1 Annuqayah tahun 2009 ini juga mengharap agar semua siswa-siswi untuk tidak melupakan Annuqayah. “Karena Annuqayah sudah sangat banyak jasanya bagi teman-teman. Jadi, saya harap jangan pernah lupakan Annuqayah,” lanjutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-5460064757012699511?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/5460064757012699511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=5460064757012699511' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5460064757012699511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5460064757012699511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/06/lepas-pisah-siswa-kelas-akhir-slta.html' title='Lepas Pisah Siswa Kelas Akhir SLTA Annuqayah'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SjjHS40ER-I/AAAAAAAAAG8/uDx5fLLWyNQ/s72-c/di+blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-7066675980704843461</id><published>2009-05-20T16:37:00.000+07:00</published><updated>2009-05-20T16:39:56.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>PUISI SEBELUM TIDUR</title><content type='html'>Waktu mendaki puncak malam begitu jauh&lt;br /&gt;Meninggalkan udara beku&lt;br /&gt;Dan sepi yang amat erat mendekap&lt;br /&gt;Sendang unggun yang kunyalakan&lt;br /&gt;Dengan reranting cemara pantaimu&lt;br /&gt;Tak kunjung hangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang dan rembulan&lt;br /&gt;Terlelap seja senja lalu&lt;br /&gt;Mereka kelelahan temaniku yang tak bosan&lt;br /&gt;Bercerita tentang kepakan sayapmu&lt;br /&gt;Dan denting dawai biola birumu &lt;br /&gt;Yang kau mainkan tiap subuh untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segelas Vodka yang kudapat&lt;br /&gt;Dari negeri matahari&lt;br /&gt;Tak mampu tuk hangatkan darahku&lt;br /&gt;Sedang mendung di kelopak mata&lt;br /&gt;Kian menebal menutup pandangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin inilah saatnya&lt;br /&gt;Kurebahkan tubuh ini di pangkuan bumi&lt;br /&gt;Melepas seluruh penat yang menumpuk di kepala&lt;br /&gt;Menikmati tidur panjang tak burujung &lt;br /&gt;Dan melukis pelangi wajahmu di langit mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sebelum aku benar-benar tertidur&lt;br /&gt;Ku mohon padamu, simpanlah seikat puisi&lt;br /&gt;Yang kukirim kemarin pagi&lt;br /&gt;Karena hanya dengan puisi itu &lt;br /&gt;Aku bisa memanggil dan menyapamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Mei 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-7066675980704843461?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/7066675980704843461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=7066675980704843461' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7066675980704843461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7066675980704843461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/05/puisi-sebelum-tidur.html' title='PUISI SEBELUM TIDUR'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-3208616798270051872</id><published>2009-05-09T13:16:00.000+07:00</published><updated>2009-05-09T13:18:30.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>MENUJU RUMAH ABADI</title><content type='html'>Temaram senja telah pergi&lt;br /&gt;Menyisakan sepi yang mengental &lt;br /&gt;Di dasar kalbu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin sepoi berganti badai&lt;br /&gt;Yang berduet dengan petir beribu votl&lt;br /&gt;Mengguncang bumi renta&lt;br /&gt;Mengusir rembulan dan bintang &lt;br /&gt;Dari pangukuan langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, beribu tentara Azrail&lt;br /&gt;Mengitari bumi dengan wajah suram&lt;br /&gt;Membuat burung-burung tak bernyanyi &lt;br /&gt;Dan pepohonan tak menari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tibalah waktu aku harus pergi&lt;br /&gt;Meninggalkan riak sungai yang menyejukkan&lt;br /&gt;Dan pantai Slopeng dengan sejuta pasir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nia, peliharlah awan merah muda&lt;br /&gt;Yang kuikat di belakang gubukku&lt;br /&gt;Dan biola dengan lukisan pelangi di dawainya&lt;br /&gt;Agar bila nanti kau mengingatku kembali&lt;br /&gt;Aku akan menyapamu lewat dawai biola itu&lt;br /&gt;Dan akan kukirim hujan dengan awan itu&lt;br /&gt;Dari rumah abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Mei 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-3208616798270051872?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/3208616798270051872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=3208616798270051872' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3208616798270051872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3208616798270051872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/05/menuju-rumah-abadi.html' title='MENUJU RUMAH ABADI'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2681469870421987610</id><published>2009-04-23T13:26:00.000+07:00</published><updated>2009-04-26T13:47:03.678+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SEBUAH STASIUN DAN KERETA KEMATIAN</title><content type='html'>Sepi menyeret langkahku yang beku&lt;br /&gt;Dan berselimut luka ke peron yang renta ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari terlelap di pangkuan langit&lt;br /&gt;Ia kelelahan temaniku seharian&lt;br /&gt;Menunggu kereta yang kau janjikan&lt;br /&gt;Akan mengantarku ke kotamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di stasiun ini, sunyi tak pernah tidur&lt;br /&gt;Tak ada lagi penumpang menunggu &lt;br /&gt;Gemericit roda kereta&lt;br /&gt;Sambil duduk di bangku berlumut&lt;br /&gt;Hanya penikmat malam yang tak henti &lt;br /&gt;Menjajahkan hidangan hangat tubuhnya &lt;br /&gt;Yang tetap ramaikan peron ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di stasiun ini, ditemani secangkir kopi&lt;br /&gt;Yang tinggal ampas, aku menunggu &lt;br /&gt;Kereta yang kau katakan berwarna putih&lt;br /&gt;Dan di dalamnya berjuta peri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu mendaki puncak malam&lt;br /&gt;Para satpam mengatupkan mata&lt;br /&gt;Saat itu kereta dengan bunyi yang menusuk&lt;br /&gt;Telinga datang, namun warnanya bukan putih&lt;br /&gt;Melainkan hitam dengan bau dupa yang menyengat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Inilah kereta yang akan menjumputmu&lt;br /&gt;;kereta kematian” kata Azrail&lt;br /&gt;Sambil menepuk pundakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   April 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2681469870421987610?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2681469870421987610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2681469870421987610' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2681469870421987610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2681469870421987610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/04/sebuah-stasiun-dan-kereta-kematian.html' title='SEBUAH STASIUN DAN KERETA KEMATIAN'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-3714830614627322056</id><published>2009-04-22T13:11:00.000+07:00</published><updated>2009-04-23T13:14:44.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KEMARAU</title><content type='html'>Deru nafas malam begitu hangat&lt;br /&gt;Mendidihkan seluruh tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tak ada suara dalam kalbu&lt;br /&gt;Tak ada cahaya dalam jiwa&lt;br /&gt;Semua telah musnah&lt;br /&gt;Bersama pupusnya serbuk halus sabdamu&lt;br /&gt;Yang kau tinggalkan untukku senja lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, sejak kau titipkan&lt;br /&gt;Sebuah biola biru pada burung-burung untukku&lt;br /&gt;Kau tak lagi bersemedi di kota putih&lt;br /&gt;Kau telah kembali ke langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, sejak badai menyetubuhiku&lt;br /&gt;Dan mendung tak henti-henti menutup pandangku&lt;br /&gt;Kau tak lagi kirimkan hujan dan pelangi&lt;br /&gt;;sungai kataku benar-benar kering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pantai ini, kumainkan biola darimu&lt;br /&gt;Memanggil ombak yang tertidur di dasar laut tuk bangun&lt;br /&gt;Dan awan merah jambu tuk menyapamu&lt;br /&gt;Agar kemarau ini segera berakhir&lt;br /&gt;Dan bunga-bunga puisi kembali bersemi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    April 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-3714830614627322056?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/3714830614627322056/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=3714830614627322056' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3714830614627322056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3714830614627322056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/04/kemarau.html' title='KEMARAU'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-7503742417721027342</id><published>2009-04-19T11:31:00.000+07:00</published><updated>2009-04-19T11:33:05.654+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><title type='text'>UN Besok</title><content type='html'>UN dah di depan mata, untuk para pengunjung blog ini saya minta tolong agar saya bisa sukses mengahadapi UN. Amien....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-7503742417721027342?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/7503742417721027342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=7503742417721027342' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7503742417721027342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7503742417721027342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/04/un-besok.html' title='UN Besok'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2174873410892487880</id><published>2009-04-15T08:34:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T08:37:38.903+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>TRILOGI RINDU</title><content type='html'>TRILOGI RINDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;Semisal ampas kopi &lt;br /&gt;Yang mengental di dasar gelas&lt;br /&gt;Bayangmu melekat tak terhapus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kemarin sore kau kirimkan untukku&lt;br /&gt;Kartu selamat ulang tahun&lt;br /&gt;Yang di pojok atasnya setempel bibirmu&lt;br /&gt;Tapi dahaga pada air mukamu&lt;br /&gt;Kembali menusuk kerongkongan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II&lt;br /&gt;Di sini badai masih belum beranjak&lt;br /&gt;Melucuti kulit, hanya tulang tersisa&lt;br /&gt;Ku berharap kau bersamaku&lt;br /&gt;Menyelimuti luka dengan sayap malaikatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III&lt;br /&gt;Andai malam ini kau bisa melihat diriku&lt;br /&gt;Aku yakin kau akan kirimkan cahaya purnama&lt;br /&gt;Hapus sedih, bunuh sunyi&lt;br /&gt;Lalu aku akan bersemedi &lt;br /&gt;Dan memeluk prasasti bayangmu&lt;br /&gt;Meski api, tanah, air dan petir bisu padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   April 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2174873410892487880?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2174873410892487880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2174873410892487880' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2174873410892487880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2174873410892487880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/04/trilogi-rindu.html' title='TRILOGI RINDU'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-1229576706790044723</id><published>2009-04-10T15:54:00.000+07:00</published><updated>2009-04-10T15:55:24.685+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KOTA KETUJUH BELAS</title><content type='html'>Waktu telah terlampau jauh berlari&lt;br /&gt;Tak terkejar&lt;br /&gt;Sedang diriku tertatih, menyusun kembali serpihan rindu&lt;br /&gt;Yang pecah disambar petir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku tiba di kota ketujuh belas&lt;br /&gt;Tak ada yang beda di sini&lt;br /&gt;Hanya sepi mencoba tuk setubuhi&lt;br /&gt;Membuatku tak bisa bernapas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak kulepaskan lelah, membuang asap bosan&lt;br /&gt;Yang menyelimuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota ini, ingin sekali kuakhiri perjalanan ini&lt;br /&gt;Sebab kabut mulai menutup pandangku&lt;br /&gt;Tapi lamunku membawaku ke ucapmu tentang malaikat&lt;br /&gt;Membangkitkan seluruh hasratku&lt;br /&gt;Tuk temukan seluruh mozaik hidupku&lt;br /&gt;Yang ada pada hidupmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota ini akhirnya kuputuskan&lt;br /&gt;Aku takkan kembali ke rumah Tuhan&lt;br /&gt;Sebelum kutemukan kunci hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   April 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-1229576706790044723?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/1229576706790044723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=1229576706790044723' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1229576706790044723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1229576706790044723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/04/kota-ketujuh-belas.html' title='KOTA KETUJUH BELAS'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-810519343340089761</id><published>2009-04-04T08:42:00.000+07:00</published><updated>2009-04-04T08:45:55.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><title type='text'>HARI YANG DITUNGGU</title><content type='html'>akhirnya tibalah yang aku nantikan. hari ulang tahun. semua yang kuharapkan akhirnya tercapai. terutama surat dari angel. ternyat dia ingat ultahku. alhamdulillah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-810519343340089761?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/810519343340089761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=810519343340089761' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/810519343340089761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/810519343340089761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/04/akhirnya-tibalah-yang-aku-nantikan.html' title='HARI YANG DITUNGGU'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-7484672290198234861</id><published>2009-04-01T16:38:00.000+07:00</published><updated>2009-04-01T16:45:01.501+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>MENDUNG DAN PELANGI</title><content type='html'>Aku tak mengerti apa maksud semua ini&lt;br /&gt;Tiap kali mawar di taman kalbu&lt;br /&gt;Berputik, mendung tutupi mata&lt;br /&gt;Dan petir bernyanyi mengutukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Tuhan telah menulis berjuta&lt;br /&gt;Huruf runcing di kitab hidupku&lt;br /&gt;Hingga air mata terus bergelombang&lt;br /&gt;Membanjiri, memporakporandakan bangunan nurani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah satu abad matahari tak menemuiku&lt;br /&gt;Purnama pun tak lagi terangi gelap imaji&lt;br /&gt;Aku rindu senyum dan canda mereka&lt;br /&gt;Tapi mengapa mereka tak lagi mengirim salam&lt;br /&gt;Marahkah,&lt;br /&gt; Bencikah?&lt;br /&gt;Atau mereka telah tiada?&lt;br /&gt;Aku tak tahu, &lt;br /&gt;Sebab terlalu banyak sekenario yang harus aku jalani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang aku tahu dari semua itu&lt;br /&gt;Setiap ada mendung hujan akan turun&lt;br /&gt;Dan pelangi pasti mengikuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Maret 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-7484672290198234861?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/7484672290198234861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=7484672290198234861' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7484672290198234861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7484672290198234861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/04/mendung-dan-pelangi.html' title='MENDUNG DAN PELANGI'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-3603145656506674469</id><published>2009-03-30T21:34:00.000+07:00</published><updated>2009-03-30T21:37:08.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>BALADA SANG PEMIMPI</title><content type='html'>Setelah mimpi yang kuletakkan di langit&lt;br /&gt;Sewindu lalu jatuh&lt;br /&gt;Sepi memukulku, meremukkan tulangku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua itu terjadi tak ada yang bisa &lt;br /&gt;Aku lakukan, menulis puisi pun aku tak mampu&lt;br /&gt;Sedang dahaga akan segelas air wajahmu&lt;br /&gt;Menekan leher&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai saja aku tak menyelam&lt;br /&gt;Di laut bayangmu&lt;br /&gt;Mungikin Tuhan telah memberiku sayap&lt;br /&gt;Dan aku terbang bersama burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi semua itu telah terjadi&lt;br /&gt;Berkeluh kesah dan menangis pun tak ada guna&lt;br /&gt;Kau tetap jadi bidadari yang tak menyapaku&lt;br /&gt;Dan aku binatang bawah samudra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengan segelas Vodka dari langit&lt;br /&gt;Kuhilangkan seluruh insomnia&lt;br /&gt;Agar aku bias tertidur bersama bumi&lt;br /&gt;Untuk selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Maret 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-3603145656506674469?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/3603145656506674469/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=3603145656506674469' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3603145656506674469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/3603145656506674469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/03/balada-sang-pemimpi.html' title='BALADA SANG PEMIMPI'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-7216714594025899259</id><published>2009-03-23T15:42:00.001+07:00</published><updated>2009-03-27T23:04:16.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><title type='text'>CATATAN HIDUP BULAN INI</title><content type='html'>Bulan ini dua pintu yang mestinya bisa aku masuki terxata tertutup dengan tiba-tiba. Aku tak tahu apa itu karena kebodohanku atau bukan yang jelas aku berharap salah satu pintu itu bisa terbuka untukku suatu saat nanti.&lt;br /&gt;Dan ada beberapa tokoh yang aku suka yang namanya sama dengan orang yang aku benci, yang telah membuat salah satu pintu yang aku tuju itu tertutup. Salah tokoh itu adalah kiper utama AS ROMA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-7216714594025899259?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/7216714594025899259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=7216714594025899259' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7216714594025899259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7216714594025899259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/03/catatan-hidup-bulan-ini.html' title='CATATAN HIDUP BULAN INI'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-1062108860601217542</id><published>2009-03-20T20:46:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T23:04:08.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>NARSISME SEBELUM KEMATIAN</title><content type='html'>Andai aku bisa meminta waktu &lt;br /&gt;Untuk tidak berlari&lt;br /&gt;Aku yakin luka ini takkan kurasa&lt;br /&gt;Dan dirimu takkan tergoda oleh iblis itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulalui malam-malamku&lt;br /&gt;Bersama angin bisu dan langit murung&lt;br /&gt;Tak ada lagi cerita dan puisi&lt;br /&gt;Tentang Adam Hawa atau Layla Majnun&lt;br /&gt;Yang selalu kau bacakan untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota ini, sepi menyelimutiku&lt;br /&gt;Suara dedaunan pergi bersama senja&lt;br /&gt;Sedang tubuhku beku tanpa segelas susu katamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terlalu banyak kulukis mimpi &lt;br /&gt;Hingga aku tak bisa bangun dari tidur &lt;br /&gt;Pagi tadi, dan tak satu pun langkah yang bisa kutempuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Azrail di dekatku&lt;br /&gt;Tuhan mengutusnya tuk menjemputku&lt;br /&gt;Aku berharap saat kau kembali nanti&lt;br /&gt;Saat kau membaca surat yang kutitipkan&lt;br /&gt;Pada bintang-bintang&lt;br /&gt;Kau menangis untukku&lt;br /&gt;Dan aku akan tenang di rumah abadiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Maret 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-1062108860601217542?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/1062108860601217542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=1062108860601217542' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1062108860601217542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1062108860601217542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/03/narsisme-sebelum-kematian.html' title='NARSISME SEBELUM KEMATIAN'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-7100681981976430807</id><published>2009-03-18T10:25:00.001+07:00</published><updated>2009-03-27T23:04:03.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SURAT UNTUK NIA</title><content type='html'>Awalnya aku tak menyangka, Nia&lt;br /&gt;Suara yang kau kirimkan lima purnama lalu&lt;br /&gt;Berubah pelangi di langit imaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada satu sajak pun tentangmu&lt;br /&gt;Yang mampu kutulis di buku harianku&lt;br /&gt;Sejak kau ceritakan tentang bunga-bunga&lt;br /&gt;Di lembah hatimu bukan untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, Nia&lt;br /&gt;Pintu istana hatimu telah tertutup rapat&lt;br /&gt;Tapi izinkan aku singgah di sana&lt;br /&gt;Walau hanya satu malam&lt;br /&gt;Sebab esok aku ingin bertemu&lt;br /&gt;Dengan ombak dan angin pantai Slopeng&lt;br /&gt;Aku rindu suara merdu mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini malam purnama, Nia&lt;br /&gt;Aku ingin kau kirimkan seikat kata&lt;br /&gt;Agar mimpi tentang bidadari timur laut&lt;br /&gt;Kembali menemani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dengarkanlah lantunan dawai hujan&lt;br /&gt;Kunyanyikan sebuah lagu surga untukmu&lt;br /&gt;Meski dirimu tak pernah mendzikirkan &lt;br /&gt;Namaku di setiap sujudmu &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;                   M&lt;span style="font-style:italic;"&gt;aret 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-7100681981976430807?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/7100681981976430807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=7100681981976430807' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7100681981976430807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7100681981976430807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/03/surat-untuk-nia.html' title='SURAT UNTUK NIA'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-5299867698770979282</id><published>2009-03-04T21:28:00.001+07:00</published><updated>2009-03-27T23:03:56.229+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SURAT UNTUKMU DI PANTAI KENANGAN</title><content type='html'>Waktu tak pernah melirikku&lt;br /&gt;Yang tertatih mengikutinya&lt;br /&gt;Dia masih saja berlari tanpa letih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insomnia yang dulu pernah etubuhiku&lt;br /&gt;Kala kau kedipkan mata beningmu&lt;br /&gt;Mencoba mencumbuku lagi&lt;br /&gt;Sedang mimpi yang kutulis di langit&lt;br /&gt;Pudar warnanya&lt;br /&gt;           Mungkin tuhan belum membacanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali kupalingkan pandangku&lt;br /&gt;Padamu, kau lukiskan senyummu&lt;br /&gt;Di atap kepalaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saat aku mulai berusaha menyusun&lt;br /&gt;Serpihan rindu untukmu&lt;br /&gt;Angin mangabariku &lt;br /&gt;Kau terbang bersama pangeran &lt;br /&gt;Dari negeri seberang&lt;br /&gt;Tinggalkan pantai kenangan&lt;br /&gt;Dan bukit cahaya persmayaman kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tak peduli,&lt;br /&gt;Aku yakin kau pasti kembali&lt;br /&gt;Meski saat itu aku telah tidur &lt;br /&gt;Dalam pelukan bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Februari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-5299867698770979282?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/5299867698770979282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=5299867698770979282' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5299867698770979282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5299867698770979282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/03/surat-untukmu-di-pantai-kenangan.html' title='SURAT UNTUKMU DI PANTAI KENANGAN'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2612332097801248133</id><published>2009-03-01T07:02:00.001+07:00</published><updated>2009-03-27T23:03:49.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SAPORAH</title><content type='html'>Memed,&lt;br /&gt;Mungkin api yang sedang membara &lt;br /&gt;Dalam hatimu, ingin kau lemparkan padaku&lt;br /&gt;Karena kau telah mencuri &lt;br /&gt;Permata dari kantong hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhir,&lt;br /&gt;Kau bintang kejora&lt;br /&gt;Matamu tak pernah redup&lt;br /&gt;Hatimu penuh warna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akeng,&lt;br /&gt;Lukisan senyum di wajahmu&lt;br /&gt;Membuatku selalu bercahaya&lt;br /&gt;Meski badai menyerangmu &lt;br /&gt;Layar hatimu tak pernah roboh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilyas,&lt;br /&gt;Serbuk katamu begitu halus&lt;br /&gt;Mungkin dalam dirimu&lt;br /&gt;Seorang malaikat yang tuhan turunkan&lt;br /&gt;Tuk temanimu melewati fragmen kelabu&lt;br /&gt;Yang tak berhenti menghias kisahmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada dalam lubukku&lt;br /&gt;Menghapus semua cerita yang kita tulis&lt;br /&gt;Saat menikmati senja dan fajar&lt;br /&gt;Meski kini dalam jiwaku &lt;br /&gt;Tengah bersemayam bidadari&lt;br /&gt;Yang tak sepantasnya aku kenal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin seikat ma’af&lt;br /&gt;Yang kukirimkan pada kalian lewat angin&lt;br /&gt;Tak cukup tuk hapus tinta kelabu&lt;br /&gt;Yang kutumpahkan pada sutra putih kalian&lt;br /&gt;Aku ingin kita kembali bersama&lt;br /&gt;Bernyanyi dan berpuisi &lt;br /&gt;Menyambut pagi yang selalu kita nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Februari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2612332097801248133?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2612332097801248133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2612332097801248133' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2612332097801248133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2612332097801248133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/02/saporah.html' title='SAPORAH'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-190564176590575353</id><published>2009-02-24T14:05:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T23:03:41.807+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi'/><title type='text'>AKHIR CERTIA; REUNI LASKAR PELANGI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; line-height: 31px;font-family:'Book Antiqua';font-size:21;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Judul Buku&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: Maryamah Karpov&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Penulis&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;: Andrea Hirata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Penerbit&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;: Bentang Pustaka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Cetakan&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;: Pertama, Nopember 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tebal&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;: 504 Halaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bermimpilah karena tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;(Andrea Hirata dalam novel Sang Pemimpi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Di penghujung 2008 kemarin, Andrea Hirata, Penulis Tetralogi Laskar Pelangi meluncurkan buku terakhir dari Tetralogi Laskar Pelangi yang berjudul Maryamah Karpov. Yups, buku yang ditunggu-tunggu para pecinta buku tersebut merupakan janji Andrea untuk menghatamkan kisah Ikal dan kawan-kawan dalam tetralogi Laskar Pelangi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kisah bermula dari detik-detik kepulangan Ikal ke &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; setelah menyelesaikan studi magisternya di Univesitas Sorbone Perancis. Dalam sekejap kemewahan yang dirasakan Ikal di Perancis hilang ketika ia menginjakkan kakinya di tanah air tercinta, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, dia kembali merasakan kehidupan yang serba kekurangan. Ikal yang lulusan luar negeri harus menghadapi masalah yang sama dengan para lulusan sekolah tinggi negeri ini; menjadi pengangguran. Tak heran bila kali ini Andrea banyak menyelipkan kritik sosial dalam bukunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dan dari sinilah Ikal mengingat kenangan-kenangannya bersama sang ayah yang digambarkan dengan sosok pendiam yang tabah menghadapi segala macam masalah. Serta mempelajari kebudayaan orang melayu yang biasa membual, menambahkan cerita yang berlebihan dari kenyataan dan menambah julukan di belakang nama asli dengan maksud mengejek dan mengolok-olok, seperti &lt;b&gt;Mahmuddin Pelupa&lt;/b&gt;, diberi julukan pelupa karena dia sering lupa setiap apa yang telah kerjakaan dan &lt;b&gt;Munawwir Berita Buruk&lt;/b&gt; yang sering mengumumkan berita kematian ke seluruh kampung lewat toa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sampai suatu ketika ditemukan mayat di pantai dengan tanda tato kupu-kupu yang mengingatkan Ikal pada A Ling, kekasihnya yang telah ia cari ke seluruh penjuru dunia. Dengan insting keingintahuan yang dimilikinya, akhirnya Ikal mendapatkan informasi bahwa mayat yang diperkirakan masih mempunyai hubungan darah dengan A Ling itu di bunuh di pulau batuan tempat para Lanun (Bajak Laut). Lalu dilmulailah petualangan Ikal mencari kembali cintanya yang hilang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Petualangan itu diawali dengan mencari perahu yang siap mengantarkannya ke Batuan, namun tak ada satupun pelaut yang siap menyewakan perahu atau mengantarkannya ke batuan. Tapi bukan Ikal namanya jika mudah menyerah, dia pun mencari jalan lain yaitu dengan membuat perahu sendri, tapi dia tidak mempunyai kemampuan untuk itu. Lalu, muncullah anggota Laskar Pelangi satu-persatu tak terkecuali si cerdas Lintang dan si para normal muda Mahar yang siap membantunya. Dengan bantuan dari anggota Laskar Pelangi tersebut, terutama ide-ide cerdas dan rumus fisika Lintang perahu itu rampung dan siap untuk berlayar mencari A Ling. Ikal pun berlayar menuju Batuan pulau Lanun untuk mencari cintanya; A Ling.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; yang sangat disayangkan dari buku ini yaitu kolerasi antara judul yang dipilih dengan isi cerita dalam buku ini. Agak menungggu-nunggu akan hadirnya konflik atau keterangan berarti lainnya tentang sosok Mak Cik Maryamah Karpov yang selalu mengajakrkan langkah bermain catur denganrumus Karpov pada para pelanggan Kedai Kopi Usah Kau Kenang Lagi. Sayangnya, Maryamah Karpov, ibu nurmi sang pemain biola, hanya dikisahkan dalam secuil fragmen dalam buku ini. Menurut pendapat saya buku ini lebih panatas diberi judul &lt;b&gt;&lt;i&gt;Mimpi-Mimpi Lintang&lt;/i&gt;.&lt;/b&gt; Ditambah lagi ketika Ikal hendak berpetualang untuk mecari A Ling, di dalam buku ini tidak dijelaskan tanggapan orang tua Ikal tentang petualanggannya mencari A Ling, apa mereka setuju atau tidak. Padahal itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sangat ditunggu oleh pembaca yang kemudian di akhir cerita novel ini mereka tidak setuju dengan hubungan Ikal dan A Ling.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Jika dalam buku sebelumnya (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor) Andrea menulis dengan plot yang agak lamban, maka dalam buku ini, kelambanannya seakan berlipat-lipat. Sehingga pembaca harus sabar membaca dan menikmati novel ini. Rasanya, membaca karya Andrea satu ini seakan membaca catatan hariannya, tapi sekali lagi, sebelumnya Andrea pernah mengatakan bahwa buku keempatnya ini adalah sebuah karya sastra yang terinspirasi oleh memoar-memoar hidupnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Namun tidak adil rasanya jika dalam resensi ini saya tidak menyebutkan kelebihan-kelebihan buku ini. Masih sama dengan tiga buku sebelumnya buku ini masih dipenuhi dengan rangkaian kata yang memikat sehingga pembaca tidak merasa jenuh membaca buku setebal 504 halaman ini. Dan juga dengan kemahiran Andrea merangkai kata-kata dia mencoba mengeksplor kekayaan budaya melayu yang unik tentang pola hidup mereka, tentang pola pikir mereka, khusunya yang berada di kawasan Belitong, kita kembali disadarkan bahwa bangsa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; mempunyai banyak kebudayaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dan dalam buku ini juga Andrea mencoba mengajak kita memahami apa arti sebuah persahabatan, persahabatan para Laskar Pelangi yang takkan mampu dimakan dan dibunuh waktu, Laskar Pelangi merupakan sekumpulan sahabat yang takkan mati rasa persahabatannya karena waktu, persahabatan mereka akan abadi. Dan untuk lebih jelasnya silahkan anda baca langsung Maryamah Karpov. &lt;i&gt;Selamat Membaca!.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-190564176590575353?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/190564176590575353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=190564176590575353' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/190564176590575353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/190564176590575353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/02/akhir-certia-reuni-laskar-pelangi.html' title='AKHIR CERTIA; REUNI LASKAR PELANGI'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-8367149750500493659</id><published>2009-02-24T14:03:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T23:03:31.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>TIGA GULUNGAN PUISI</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;I&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku tak tahu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa kau pernah mengirimiku segulung puisi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi dari sudut cahaya matamu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kutemukan lukisan wajahku&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Segelas susu beraroma tubuhmu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang kau berikan saat peperangan badai&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Telah pupus hangatnya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hasratku hilang tuk meminumnya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;II&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku tak tahu &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apa kau pernah teriakkan namaku&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di pantai Slopeng  sana&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi tumpukan pasir nan batu itu mengabariku&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kau pernah bercerita tentangku&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada ombak dan laut&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;III&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Biarlah burung-burung mencaciku&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dan daun-daun kelapa mecemoohku&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Aku tetap menyiapkan makan malam untukmu&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Meski ku tahu kau takkan datang malam ini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Februari 2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-8367149750500493659?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/8367149750500493659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=8367149750500493659' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/8367149750500493659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/8367149750500493659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/02/tiga-gulungan-puisi.html' title='TIGA GULUNGAN PUISI'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-7971381680805873305</id><published>2009-02-24T13:59:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T23:03:25.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SEGELAS SALAM SEBELUM SEMEDI SUNYI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika langit menutp dirinya &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan sutra hitam&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan rembulan terlelap di pangkuannya&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku akan pergi&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Biarlah bidadari timur laut itu menangis&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku takkan kembali&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebab gulungan puisi yang kuberikan &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Saat gerhana matahari akan mengahpus air matanya&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Biarlah jagung-jagung rindu yang kupupuk &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tiap fajar tiba gagal panen&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena galaksi yang akan aku singgahi&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tanahnya subur,&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;      &lt;/span&gt;Akan kutanam lagi di sana&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan untukmu malam &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kutitipkan segelas maaf  untuk raja dan ratu&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku takut merkea marah&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Selamat tinggal, &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kita berjumpa satu abad lagi&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Saat semedi sunyiku selesai&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan bidadari itu tak lagi mengenalku&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;   &lt;/span&gt;Februari 2009&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-7971381680805873305?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/7971381680805873305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=7971381680805873305' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7971381680805873305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7971381680805873305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/02/segelas-salam-sebelum-semedi-sunyi.html' title='SEGELAS SALAM SEBELUM SEMEDI SUNYI'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-1941270850370856190</id><published>2009-01-31T21:07:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T23:02:05.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><title type='text'>Untuk Angel</title><content type='html'>Angel, klo u kunjung ke blog ini tolong baca puisi yang berjudul "Malaikat Subuh" dan "Kecupanmu Temaniku Ke Surga". dua puisi tersebut sebagai permintaan ma'afku, meski pun setelah kau baca puisi itu kau mungkin bertambah marah dan benci padaku. aku rela dibenci, dimusuhi bahkan dibunuh olehmu asalkan aku bisa mengungkapkan perasaan ini padamu. SEKALI LAGI AKU MINTA MA'AF. I AM SORI, I LAY MY LOVE ON YOU, EP!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-1941270850370856190?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/1941270850370856190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=1941270850370856190' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1941270850370856190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/1941270850370856190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/01/untuk-angel.html' title='Untuk Angel'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2249555313484301747</id><published>2009-01-31T20:27:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T23:02:22.455+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>KECUPANMU TEMANIKU KE SURGA</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cpusdat1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perbukitan wakut begitu tinggi dan runcing&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mendakinya terlalu sulit&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena jiwaku telah pergi bersamamu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Barisan burung terbang berkicau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin mereka menertawakan kebodohanku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Atau berduka atas kesedihanku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Lalu fragmen pelangi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang kita lukis pada awan dan langit&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Datang silih berganti&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Memutuskan nadi, aku tak bernafas&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Mungkin aku telah mati&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saat kau kembali pagi nanti&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi aku minta kecuplah hati yang kuletakkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada daun-daun kering di sampingku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Karena jika nanti aku sampai di surga&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kecupanmu akan temaniku &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan luka-luka yang kubawa dari dunia &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berubah permata membungkus sketsa cantikmu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Januari 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2249555313484301747?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2249555313484301747/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2249555313484301747' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2249555313484301747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2249555313484301747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/01/kecupanmu-temaniku-ke-surga.html' title='KECUPANMU TEMANIKU KE SURGA'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-6317360360403206282</id><published>2009-01-17T11:15:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T23:01:53.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Siswa XII MA Tahfidh Annuqayah Adakan Syukuran Lepas Ujian</title><content type='html'>GULUK-GULUK—Ujian MA Tahfidh telah berakhir sejak Rabu (14/1) kemarin. Sebagai bentuk rasa syukur, kelas XII MA Tahfidh mengadakan acara makan bersama yang dilaksanakan pada Rabu malam (14/1) di halaman STIKA Putri. Acara makan bersama yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB dan berakhir pada pukul 23.00 WIB ini tidak diikuti oleh siswa kelas XII secara keseluruhan tapi hanya siswa yang mondok di PPA Latee dan beberapa lora Annuqayah.&lt;br /&gt;Sebelum acara makan bersama dilakasanakan, siswa kelas XII MA Tahfidh terlebih dahulu memasak apa yang akan mereka makan, seperti nasi dan lauk-pauknya, lalu beristhighasah bersama untuk warga Palestina dan kelulusan mereka di UN nanti.&lt;br /&gt;"Selain untuk memperat persahabatan, kami ingin acara ini menjadi kenangan yang tak terlupakan ketika kami berpisah nanti," tutur Rozi el Umam selaku pencentus acara ini. Selain itu, ketika dia ditanyakan mengapa harus istighasah juga, dia mengatakan istighasah ini adalah bentuk keprihatinan pada Palestina yang terus-menerus digempur oleh Israel.&lt;br /&gt;Sedang menurut ketua kelas XII, Ach. Mukhlas, dia bahagia sekali karena teman-temannya masih sempat berkumpul walaupun keesokannya harinya mereka akan mengikuti ujian diniyah. "Saya bahagia kerena teman-teman bisa berkumpul meskipun besok ada ujian diniyah. Ini tanda bahwa kekompakan kami masih belum luntur."&lt;br /&gt;Acara makan bersama ini juga diikuti oleh satu orang siswa kelas X dan satu orang siswa kelas XI MA Tahfidh. (www.annuqayah.blogspot.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-6317360360403206282?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/6317360360403206282/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=6317360360403206282' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6317360360403206282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/6317360360403206282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/01/siswa-xii-ma-tahfidh-annuqayah-adakan.html' title='Siswa XII MA Tahfidh Annuqayah Adakan Syukuran Lepas Ujian'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-2383130668647092989</id><published>2009-01-09T14:03:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T23:01:45.037+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>SENJA TERAKHIR</title><content type='html'>Masihkah angin bertiup tenang&lt;br /&gt;Dan laut berombak indah&lt;br /&gt;Saat mimpi-mimpi dalam labirin kalbu&lt;br /&gt;Memudar warna dan aromanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung gagak bertengger&lt;br /&gt;Pada dahan-dahan pohon&lt;br /&gt;Berkicau memanggil iblis keluar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari pucat, mati suri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja ini aku ingin tidur dalam sepi,&lt;br /&gt;Dalam sendiri, untuk selamanya&lt;br /&gt;Karena jika iblis-iblis terkutuk itu keluar&lt;br /&gt;Mereka akan membunuhku dengan racun kata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERKADANG MATI MEMANG MENYENANGKAN&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-2383130668647092989?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/2383130668647092989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=2383130668647092989' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2383130668647092989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/2383130668647092989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/01/senja-terakhir.html' title='SENJA TERAKHIR'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-5572146790260534639</id><published>2009-01-06T21:26:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T23:01:41.097+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><title type='text'>Laskar Pelangi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SWNtl4HJMaI/AAAAAAAAAF4/ZtMSITCFTWU/s1600-h/Maryamahr-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 127px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SWNtl4HJMaI/AAAAAAAAAF4/ZtMSITCFTWU/s200/Maryamahr-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288190884948029858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SWNsyomOtPI/AAAAAAAAAFg/UNcxMmC66zY/s1600-h/laskar-pelangi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SWNsyomOtPI/AAAAAAAAAFg/UNcxMmC66zY/s200/laskar-pelangi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288190004610118898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SWNtXivztUI/AAAAAAAAAFw/OvsyUpUxBVY/s1600-h/EDENSOR.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 126px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SWNtXivztUI/AAAAAAAAAFw/OvsyUpUxBVY/s200/EDENSOR.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288190638694839618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SWNwsWh1RhI/AAAAAAAAAGI/zDIpMiUlm10/s1600-h/sang20pemimpi20gdhe.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SWNwsWh1RhI/AAAAAAAAAGI/zDIpMiUlm10/s200/sang20pemimpi20gdhe.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288194294727132690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temen-temen pasti tahu kan ma empat buku ini? waduh kalau nggak tau jangan bilang pecinta buku dech...! coz empat buku ini sudah banyak dikenal masyarakat, apa lagi para siswa dan pecinta buku kayak kita. pokoknya TERLALU kalau nggak tahu ma buku-buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;empat buku ini menarik untuk dibaca, apalagi EDENSOR, buku ketiganya, wuihh.... seru banget coz di buku itu diceritakan perjalan Ikal dan Arai bertulang di Eropa dan Afrika, mereka hanya bermodal uang hasil mengamen di jalanan.&lt;br /&gt;kalau buku terakhir MARYAMAH KARPOV menurutku sich juga seru, waktu ikal mencari A Ling mati-matian sampe'-sampe' nggak ingat ma nyawanya sendiri. sungguh cinta yang sejati.&lt;br /&gt;pokoknya seru dech!!! rugi lho klo nggak baca!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-5572146790260534639?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/5572146790260534639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=5572146790260534639' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5572146790260534639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5572146790260534639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/01/laskar-pelangie.html' title='Laskar Pelangi'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SWNtl4HJMaI/AAAAAAAAAF4/ZtMSITCFTWU/s72-c/Maryamahr-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-7930394349343829069</id><published>2009-01-03T21:28:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T23:00:17.249+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>MALAIKAT SUBUH</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;                                :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Angel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;Sehabis subuh penuh gerimis&lt;br /&gt;Kau menghampiriku&lt;br /&gt;Menghapus awan kelabu&lt;br /&gt;Yang tutupi separuh nurani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepakan sayapmu melukis baris-baris pelangi&lt;br /&gt;Indah menghias pagi&lt;br /&gt;Suara merdumu melodi langit&lt;br /&gt;Menggema dalam jiwa&lt;br /&gt;Membuat burung-burung kecil di alam ini&lt;br /&gt;Ingin milikinya&lt;br /&gt;Sinar matamu rembulan tanggal lima belas&lt;br /&gt;Begitu terang sinari kegelapan imaji&lt;br /&gt;;tak kuasa tuk kulupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagiku melihatmu adalah mimpi&lt;br /&gt;Tapi Jibril memberitahuku&lt;br /&gt;Bahwa kau memang nyata&lt;br /&gt;Kau turun untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sejenak kupejamkan mata&lt;br /&gt;Menyimpan sketsa jiwa indah wajahmu&lt;br /&gt;Dalam lemari kalbu&lt;br /&gt;Karena aku aku ingin kau temaniku&lt;br /&gt;Berlayar di laut kehidupan&lt;br /&gt;Menuju pulau impian dan senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;                            Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Angel,&lt;/span&gt; mungkin puisi ini sudah mewakili atas semua perasaan yang selalu menggangguku ketika ku ingat semua tentangmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-7930394349343829069?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/7930394349343829069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=7930394349343829069' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7930394349343829069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7930394349343829069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2008/12/malaikat-subuh.html' title='MALAIKAT SUBUH'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-7007428464752120081</id><published>2009-01-01T21:10:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T23:00:10.558+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><title type='text'>TAHUN BARU, SEMUA BARU</title><content type='html'>pertama aku ucapkan selamat tahun baru!! eitsss.... jangan salah sangka dulu, aku ngucapin selamat tahun baru itu bukan berarti aku ingin ikut-ikutan sama budaya barat, tapi dengan adanya tahun baru ini kita bisa mengambil manfaat yaitu dengan adanya tahun baru in kita harus merubah semua yang ada pada diri kita menjadi yang baru. baik itu wajah kita, baju kita dan yang paling perlu adalah semangat kita dalam menghadapi kehidupan yang akan datang. ok gitu aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oya lupa, beberapa bulan lagi kan dah UAN nih, jadi aku minta tolong buat yang baca blog ini untuk mendoakan aku lulus di UAN.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-7007428464752120081?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/7007428464752120081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=7007428464752120081' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7007428464752120081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/7007428464752120081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2009/01/tahun-baru-semua-baru.html' title='TAHUN BARU, SEMUA BARU'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-4615280999387658524</id><published>2008-12-31T21:20:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T23:00:03.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oretan'/><title type='text'>Naruto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SWb5Jjn8QWI/AAAAAAAAAGQ/mRFe6Z4w6mo/s1600-h/17-18.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SWb5Jjn8QWI/AAAAAAAAAGQ/mRFe6Z4w6mo/s200/17-18.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289188754970132834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SVzRsjrmpfI/AAAAAAAAAEw/9wjxSlDNMWc/s1600-h/02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 291px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SVzRsjrmpfI/AAAAAAAAAEw/9wjxSlDNMWc/s400/02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286330626048697842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-4615280999387658524?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/4615280999387658524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=4615280999387658524' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/4615280999387658524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/4615280999387658524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2008/12/foto.html' title='Naruto'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SWb5Jjn8QWI/AAAAAAAAAGQ/mRFe6Z4w6mo/s72-c/17-18.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2421501608166375623.post-5247648196753331298</id><published>2008-11-24T20:58:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T22:59:57.560+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>puisi untuk MAT</title><content type='html'>REVOLUSI IBLIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak percaya&lt;br /&gt;Kua telah pudarkan warna pelangi&lt;br /&gt;Pada langit imaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa besar awan gelap di matamu&lt;br /&gt;Hingga kau tega membuang&lt;br /&gt;Daun-daun yang bersemi antara ranting-ranting pepohonan kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah ada setang yang merasukimu&lt;br /&gt;Atau memang dirimu&lt;br /&gt;Berubah iblis. Terkutuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang angina yang selalu&lt;br /&gt;Memberiku senyuman&lt;br /&gt;Tak pernah datang lagi&lt;br /&gt;Dan kutemukan darahnya&lt;br /&gt;Pada ujuh pedangmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                    Oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REVOLUSI IBLIS II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segumpal mendung&lt;br /&gt;Menusuk mata&lt;br /&gt;Lalu hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit yang kuberi seikat kata&lt;br /&gt;Telah pergi tanpa suara&lt;br /&gt;Burung-burung pipit berubah elang&lt;br /&gt;Memburuku penuh amarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku sadari,&lt;br /&gt;Semua telah berubah&lt;br /&gt;Sejak aku bangun pagi itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh kulitku telah berubah&lt;br /&gt;Darah jadi panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang mengutukku menjadi iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                    Oktober 2008&lt;br /&gt;FRAGMEN KELABU&lt;br /&gt;                        : MAT.A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerimis masih menyiram kalbu&lt;br /&gt;Menyisakan genangan air mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode cahaya yang kunikmati kemarin&lt;br /&gt;Telah pergi bersama aliran hujan&lt;br /&gt;Menuju lautan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriak sepi menggema&lt;br /&gt;Langit tak biru&lt;br /&gt;Burung tak bernyanyi&lt;br /&gt;Dan mimpi tak lagi seperti bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, iblis menjadi raja&lt;br /&gt;Bertahta di kerajaan malaikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian tawa pada prasasti tawa&lt;br /&gt;Hancur menjadi debu&lt;br /&gt;Lalu terbang bersama angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, aku akan pergi&lt;br /&gt;Dari tempat terkutuk ini&lt;br /&gt;Karena matahari takkan menyapaku&lt;br /&gt;Bila aku tetap di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                    Nopember 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2421501608166375623-5247648196753331298?l=lelakipilihan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/feeds/5247648196753331298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2421501608166375623&amp;postID=5247648196753331298' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5247648196753331298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2421501608166375623/posts/default/5247648196753331298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lelakipilihan.blogspot.com/2008/11/puisi-untuk-mat.html' title='puisi untuk MAT'/><author><name>Lelaki Tak Sempurna</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06076503690476712056</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_LpCw2vOL_DI/SSq32SG3GdI/AAAAAAAAAEY/kDx4CLi3U_g/S220/Image(432).jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
